Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemimpin Baru Dalam Bingkai Demokrasi Berkolerasi Dengan Kesejahteraan

Tuesday, October 22, 2024 | Tuesday, October 22, 2024 WIB

Penulis; Miratul Hasanah

(Pemerhati masalah kebijakan publik)

Liputan6..com, Jakarta Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik sebagai Presiden kedelapan dan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-14 di Gedung Nusantara, kompleks parlemen (MPR/DPR/DPD RI), Senayan, Jakarta, pada Minggu (20/10/2024). Pelantikan Presiden Prabowo ini dihadiri oleh pejabat tinggi negara, mantan presiden/wakil presiden, tokoh-tokoh dalam negeri, serta sejumlah kepala negara/pemerintahan dan utusan asing, termasuk duta besar dari negara sahabat.Dan yang menjadi janji dari presiden terpilih adalah terkait dengan kebijakan pajak, pertumbuhan ekonomi dan sektor properti.

Antara harapan baru dan harapan palsu

Pemimpin baru, harapan baru. Itulah yang saat ini menjadi jargon ala demokrasi yang terus digaungkan untuk meninabobokkan kondisi masyarakat yang semakin hari semakin terjepit akibat ketidakpastian situasi ekonomi maupun kebejatan moralitas yang melanda kaum muda zaman now. Mulai dari kemiskinan, stunting, bullying, kekerasan terhadap perempuan dan anak, trafiking,terus mewarnai kehidupan masyarakat negeri ini. Belum lagi dengan mahalnya berbagai kebutuhan pokok yang berefek pada turunnya daya beli masyarakat secara umum. Belum lagi dengan mahalnya biaya di sektor pendidikan dan kesehatan yang ini hari semakin tidak terjangkau dan membuat masyarakat banyak yang apatis hingga mengantarkan banyak orang depresi yang berakhir pada kasus bunuh diri yang makin akut dan memprihatinkan. Apalagi dengan hutang Indonesia yang mencapai angka yang sangat fantastis.Seperti dilansir oleh JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah mencatat posisi utang pemerintah pada akhir Agustus 2024 senilai Rp8.461,93 triliun. Laporan APBN Kita edisi September 2024 menyatakan rasio utang tersebut terhadap PDB adalah sebesar 38,49%.Kalau sudah demikian,mungkinkah janji manis yang diucapkan bisa terealisasi tanpa hambatan?

Demokrasi kapitalisme pemberi harapan palsu

Pergantian pemimpin dianggap sebagian orang sebagai harapan baru dengan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Oleh karena mereka beranggapan bahwasannya keberhasilan berada di dalam individu atau figur seorang pemimpin. Padahal selama sistem masih sama, yaitu demokrasi kapitalisme tidak akan mengalami perubahan. Pasalnya sistem yang diterapkan ini adalah sistem yang cacat sejak lahir, sistem rusak dan merusak. Berbagai problem didunia saat ini, adalah akibat buruk penerapan sistem ini. Berapa tidak, ketika kedaulatan diserahkan kepada manusia.

Harapan terbaik hanya pada sistem Islam.

Kaidah fikih menyebutkan bahwa;
درء المفاسد مقدم من جلب المصالح,درء المفاسد أولي من جلب المصالح

Mencegah mafsadah/kerusakan] itu lebih diutamakan dari mendatangkan kemaslahatan).

Demokrasi dengan seluruh perangkat aturannya telah nyata membawa Kematsadatan yang berujung pada kesengsaraan yang dirasakan oleh umat manusia tanpa terkecuali. Oleh karena itu, mafsadat atau yang mendatangkan kerusakan tersebut haruslah dihilangkan dengan mengganti harapan baru yang membawa kepada kebaikan bagi segenap makhluk. Sementara kebaikan hanya akan terwujud dalam naungan sistem shahih, yaitu sistem Islam yang datang dari Dzat yang Maha Mengetahui, yaitu Allah swt. Penerapan aturan Allah juga akan mendatangkan keberkahan dalam hidup.Islam juga menetapkan Tugas pemimpin negara adalah melaksanakan sistem Islam secara kafah dan berperan sebagai raa’in dan junnah bagi rakyatnya.Dalam mekanisme sistem Islam inilah harapan kehidupan yang lebih baik dan juga keberkahan akan dapat diwujudkan. Hal ini membutuhkan adanya perjuangan untuk mewujudlkannya dengan sungguh-sungguh.
Seperti dalam firman Allah SWT;

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya;”Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”(Qs.Al-a’raff:96)
WaAllahu’alam bi Ashowwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update