Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Miris, Gen Z Terjerat Gaya Hidup Materialistik

Wednesday, October 30, 2024 | Wednesday, October 30, 2024 WIB

Oleh : Sopiyah

Beberapa waktu lalu viral sebuah boneka yang sangat di buru oleh masyarakat.

Boneka Labubu menjadi viral setelah salah satu idol K-Pop member Blackpink, Lisa memamerkannya sebagai gantungan atau mainan tasnya.

Tak hanya di Indonesia, popularitas Labubu merata hingga Jepang, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Tren inilah yang menjadikan minat terhadap pembelian Labubu melesat belakangan ini.

Setelah viralnya boneka Labubu, lalu muncul pula kerusuhan masyarakat yang rela mengantri di Pop Mart bahkan saling berebut demi mendapatkannya. ( Liputan6, 25-09-2024)

Bukan hanya rela mengantri tapi konsumen yang kebanyakan gen z ini tidak sedikit merogoh kocek untuk sebuah boneka labubu dari yang harganya 300 ribu sampai 1 juta lebih mereka rela untuk mengeluarkannya.

Masyarakat yang kebanyakan FOMO ini tidak melihat dulu barang yang mereka beli ini bermanfaat atau tidak, karena yang mereka pikirkan adalah apapun itu yang sedang viral maka harus di ikuti.

FOMO atau fear of missing out adalah gejala sosial yang timbul ketika seseorang tidak ingin ketinggalan dan tidak mau sendirian. Seseorang dapat bersikap FOMO karena pengaruh dari internet dan media sosial. Membuatnya ingin mendapatkan pengalaman yang dimiliki orang lain. FOMO kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian orang FOMO karena ingin mencari perhatian dari orang lain. (Kompascom, 21-09-2024)

Bukan hanya labubu saja tapi apa-apa yang viral di sosmed mereka harus punya dan harus melakukan. Menjadikan para gen z generasi pembebek yang mengejar kepopuleran. Mereka merasa tertinggal jika tidak mengikuti trend viral tersebut.

Inilah dampak dari sistem demokrasi yang mengagungkan kebebasan hingga melahirkan generasi yang sekuler dan konsumtif. Para individu-individu konsumen ini berpegang pada kebebasan atau liberalisme, mereka berpikir selama mereka bisa membeli, ya kenapa engga toh itu uang-uang mereka.

Tidak adanya benteng keimanan menjadikan para gen z ini mudah terbawa arus, mudah mengikuti perkembangan zaman yang lebih banyak membawa kemadhorotan.

Mereka akan menjadikan standar kebahagiaannya hanya kesenangan dunia sesaat bukan lagi kebahagiaan akhirat.

Selain labubu ternyata banyak sekali gaya hedon masyarakat atau gen z sekarang. Mulai dari harus ngopi yang nominal nya puluhan ribu, tas jutaan, nongkrok di kafe-kafe, dan masih banyak lagi gaya hidup yang menjadikan masyarakat bersifat konsumtif.

Pengabaian potensi terhadap generasi muda menjadikan mereka malas untuk berkarya, yang harusnya menjadi agent of change malah menjadi generasi pembebek.

Negara dan sistem saat ini harusnya memberikan perlindungan terhadap generasi muda agar tidak menjadi generasi yang materialistik tapi justru malah memberikan fasilitas untuk mudahnya menjadikan generasi hedonis dan FOMO. Mudahnya akses untuk paylater dan pinjaman online membuat para generasi dengan mudah melakukan gaya hidup konsumtif.

Para generasi muda adalah tonggak peradaban, mereka harus dibentuk menjadi pribadi yang tegas dan tidak menjadi generasi pembebek. Mereka harus bisa melihat potensi dari sesuatu yang sedang trend, bermanfaat kah atau tidak.

Islam akan sangat memperhatikan para generasi ini untuk disiapkan menjadi penerus estafet peradaban islam, karena potensi para gen z khususnya akan sangat di butuhkan untuk kemajuan bangsa.

Jika para pemuda nya saja sudah difokuskan untuk menjadi generasi yang hedonis dan FOMO, maka lama-lama mereka akan kehilangan jati diri mereka dan akan dimakan oleh nilai-nilai yang salah.

Islam akan memberikan pendidikan terbaik yang bukan hanya difokuskan pada bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat tapi juga menjadi manusia beriman yang kokoh, sekokoh karang yang tidak mudah terbawa arus zaman.

Wallahu’alam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update