Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Investasi Sarana Hiburan, Hedonisme Menggeliat

Sunday, October 27, 2024 | Sunday, October 27, 2024 WIB

Oleh : Siti Hadijah SPdi
Pengamat Kebijakan Publik

Menyasar ke sektor hiburan , 16 bos tambang merencanakan pembangunan Taman Safari di IKN Nusantara.

Sebagaimana konsep IKN sebagai green city , sejumlah bos tambang memiliki minat investor di bidang hiburan seperti them park yang berbentuk Taman Safari.

Punya konsep baru seperti IKN Nusantara, 16 bos tambang yang terdiri dari PT Kaltim Prima Coal ( KPC ), PT Arutmin Indonesia, PT Kideco Jaya Agung, PT Tanito Harum Nickel, PT Multi Harapan Utama (MHU ) dan lainnya memiliki minat investor di IKN.

Hal tersebut dibenarkan oleh Boy Thohir selaku Direktur Utama Adaro Energi Garibaldi. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 16 pengusaha tersebut telah menemui Presiden Jokowi beberapa waktu lalu untuk menyampaikan minat investasi di IKN . ( AYOBANDUNG.COM , 17/10/2024 ).

Jumlah penduduk kelas menengah pada 2024 mengalami penurunan dari 57,33 juta menjadi 47,85 juta jiwa.36,89% diantaranya di dominasi generasi Z dan generasi Alpha. Jika melihat komposisi pengeluaran di kelas menengah, mereka paling banyak mengeluarkan uang untuk makan, pesta dan hiburan. Yang menjadi pertanyaan di tengah kenaikan kebutuhan hidup, sedang pendapatan rata-rata hanya naik 1,5 % per tahun,mengapa pengeluaran untuk pesta dan hiburan justru meningkat ?

Hedonisme Menggeliat

Fakta pengeluaran untuk pesta dan hiburan yang meningkat di kalangan kelompok menengah, utamanya generasi Z dan Alpha, sebenarnya menginformasikan dua hal :

Pertama, kehidupan untuk pesta di kalangan generasi muda tampaknya kian menggeliat seiring berkembangnya era digitalisasi, jenis dan bentuk hiburan atau pesta makin beragam. Dahulu konten-konten tentang tempat wisata, hiburan, tempat makan, atau kafe tidak terlalu familiar, tetapi saat ini kita menjumpai banyak tempat wisata dan hiburan yang memanfaatkan media sosial untuk mengiklankan diri sebagai pilihan bagi generasi muda menghilangkan penat dan melupakan masalah hidup yang mendera.

Sebagian besar generasi muda saat ini telah menjadikan kehidupan hedonis dan budaya konsumtif sebagai gaya hidup dan kebiasaan. Peleburan menjadi tujuan hidup. Mereka menganggap hidup hanya sekali, sangat rugi jika tidak dinikmati dengan kesenangan materi.

Kedua, Generasi Z yang merupakan tumpuan masa depan dan generasi emas 2045 masih di bayangi masalah kesehatan mental. Hasil survei peneliti FKKMK-UGM dengan The University of Queensland, Australia, dan Johns Hopkin, Bloomberg School of Public Health, Amerika Serikat menyebutkan bahwa gangguan kecemasan merupakan gangguan mental yang paling banyak di alami oleh pemuda, jumlah kasusnya mencapai 26,7 % . Gangguan kecemasan, banyak pikiran, dan berbagai masalah yang melanda biasanya dialihkan dengan kegiatan yang sifatnya bersenang-senang, seperti mengunjungi tempat wisata, jalan-jalan, kulineran atau menongkrong di kafe sepanjang hari. Inilah salah satu alasan yang memungkinkan pengeluaran meningkat pada aspek hiburan dan pesta.

Kelompok kelas menengah lebih memilih menghabiskan uang untuk kesenangan pribadi, seperti menghibur diri dengan pesta dan sejenisnya untuk sekedar melepaskan diri dari lemahnya bekerja dan beban ekonomi yang dipikulnya. Secara logis , jika pendapatan kelas menengah rata-rata hanya naik 1,5% per tahun, sedangkan pengeluaran rumah tangga atau kebutuhan hidup makin banyak, mestinya pengeluaran untuk pesta dan hiburan juga turut berkurang.

Namun faktanya, tidak demikian. Di tengah liputan ekonomi yang kian mencekik, pengeluaran kelas menengah untuk pesta dan hiburan malah naik. Artinya, beratnya beban ekonomi dan aneka masalah yang dihadapi membuat masyarakat yang berkategori kelas menengah mencari kesenangan sesaat agar tidak stres dan depresi. Pengeluaran pesta dan hiburan meningkat berkaitan dengan kehidupan hedonis kapitalistik dan konsumtif yang banyak menghinggapi generasi muda.

Sistem Kapitalisme

Kehidupan hedonis dan budaya konsumtif yang tampak hari ini merupakan dampak penerapan sistem kapitalisme. Hedonisme merupakan paham atau keyakinan hidup yang berkembang di masyarakat modern dalam rangka menghindari rasa sakit dan penderitaan. Hedonisme berteman dengan kapitalisme yang memiliki visi hidup yang sama, yaitu mendapatkan kenikmatan dunia dan kesenangan materi semata. Kapitalisme memandang kebahagian hidup di peroleh dengan mendapatkan materi sebanyak-banyaknya.

Sebagai contoh, tujuan sekolah untuk mendapatkan kerja, kerja untuk memenuhi kebutuhan serta gaya hidup, begitu seterusnya hingga lupa ada hal mendasar yang seharusnya menjadi tujuan hidup hakiki bagi manusia, yaitu beribadah kepada Allah Taa’la. Alhasil, kebanyakan orang lebih fokus mencari cuan hingga melupakan ibadah kepada Penciptanya. Ini merupakan efek jangka panjang penerapan sistem kehidupan sekuler kapitalisme yang menggeser tujuan hidup manusia dengan hanya mengejar kenikmatan materi dan kesenangan duniawi.Jadilah gaya hidup hedonis ,visi hidup sekuler, dan asas kapitalisme menjadi pedoman dasar generasi muda dalam mengarungi kehidupan.

Selain itu pola dan gaya hidup hedonis kapitalistik sepertinya memang sengaja di pelihara dan dipertahankan demi tujuan kapitalisme global, yaitu menjadikan kelompok menengah sebagai motor penggerak perekonomian. Diketahui mereka adalah penyumbang terbesar pengeluaran konsumsi rumah tangga, yakni mencapai 81,49 % dari total konsumsi rumah tangga di Indonesia.

Di sisi lain, pola dan gaya hidup hedonis kapitalistik semacam 3F ( food, fun, fashion ) memang sengaja diinjeksikan kepada generasi muda muslim untuk melemahkan dan menjauhkan mereka dari profil generasi muslim yang hakiki. Tujuannya adalah untuk mencegah kebangkitan Islam oleh para pemuda Islàm yang akan meruntuhkan hegemoni peradaban kapitalisme global.

Perspektif Islam

Islam memiliki visi hidup yang sangat kontras dengan sistem kapitalisme. Visi hidup seorang muslim ialah beribadah kepada Allah Taa’la dengan menjalankan ketaatan sepenuhnya pada aturan-nya. Dengan pandangan ini , kehidupan manusia berjalan sesuai syariat Islam dan mengubah pola hidupnya, diantaranya :

Pertama, Kehidupan dunia hanyalah tempat untuk beramal saleh sehingga aktivitas apa pun muaranya sama, yaitu rida Allah. Ketika bekerja, ia tidak akan lupa beribadah dan menerapkan prinsip Islam dalam mencari nafkah, seperti tidak menghalalkan segala cara demi meraih materi sebanyak-banyaknya.

Kedua, memahami prioritas kebutuhan, bukan memenuhi keinginan yang tidak urgen, seperti mengurangi belanja barang-barang tersier yang tidak terlalu dibutuhkan , hidup hemat dan semampunya, tidak boros, tidak menimbun harta,serta rajin mendermakan hartanya untuk kepentingan dan kemaslahatan umat, seperti mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, sekolah atau fasilitas publik lainnya.

Ketiga, Dalam tatanan negara, penguasa menetapkan kebijakan politik ekonomi Islam tanpa membeda-bedakan kelompok masyarakat berdasarkan kondisi ekonominya. Dalam pandangan Islam, terpenuhinya kebutuhan dasar adalah hak tiap-tiap individu, bukan berdasarkan perhitungan per kapita atau di pukul rata.

Dalam Islam negara wajib memenuhi kebutuhan pokok, yakni sandang,pangan,papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan dengan layanan terbaik. Pada aspek, sandang dan pangan , negara memberikan berbagai mekanisme agar masyarakat mudah memenuhinya, seperti rumah dan tanah dengan harga terjangkau. Pada aspek pangan, negara memastikan harga pangan dapat di beli oleh semua kelompok masyarakat dengan mekanisme pasar yang sehat. Negara akan menindak pedagang curang dan nakal yang melakukan penimbunan dan mempermainkan harga, serta memberantas mafia pangan.

Keempat, Negara menyediakan lapangan kerja yang luas bagi rakyat sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan baik.

Dengan kebijakan tersebut, tekanan dan beban ekonomi akan berkurang sehingga masyarakat tidak mengalami stres atau depresi yang membutuhkan pesta atau hiburan.Dalam Islam menghilangkan stres atau kepenatan tidak dengan kesenangan atau hiburan yang bersifat materi, tetapi dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri pada Allah Taa’la. Ketika Islam menjadi standar hidup manusia, kesenangan pada hiburan yang hedonisme akan berubah menjadi kesenangan pada kegiatan positif yang kental dengan suasana iman. Semua ini hanya bisa terlaksana ketika negara menerapkan sistem Islam Kaffah.

Waalahullam biishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update