Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hari Santri Nasional

Saturday, October 26, 2024 | Saturday, October 26, 2024 WIB

Oleh : Nina Iryani S.Pd

Santri adalah penamaan bagi pelajar yang disematkan bagi mereka yang belajar di pesantren. Bagi sebagain besar orang, santri di pesantren hanya belajar agama saja. Akibatnya Islam pun dipandang hanya memberikan ajaran tentang agama saja, sekedar ritual menghamba pada Tuhan semata.

Padahal sejatinya, Islam dan santri ada yang lebih dalam dari sekedar belajar agama dan menghamba kepada Allah. Islam mengajarkan berdo’a setiap akan melakukan sesuatu, Islam mengajarkan bagaimana laki-laki dan perempuan dalam bergaul. Islam mengajarkan bagaimana manusia berjual beli, menikah, mengurusi jenazah, bagaimana pula mendidik dan di didik serta kesehatan dalam Islam pun dibahas. Bahkan yang lebih dalam lagi, Islam mengajarkan strategis bernegara, mempertahankan ideologi, menyebarkan agama Islam diberbagai wilayah bahkan strategi pernah melawan kejahatan serta penaklukan wilayah demi menggapai negeri yang berdaulat, baik dan layak mendapat pengampunan dari Allah SWT.

Dilansir dari Kompas.com, hari Santri diperingati pada 22 Oktober setiap tahunnya. Dari tema hari santri 2024 adalah “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”.

Penetapan Hari Santri tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani pada 15 Oktober 2015.

Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri mengacu pada peristiwa yang terjadi pada tanggal yang sama di tahun 1945.

Dilansir dari Kompas.com (22/10/2019), saat itu Hasyim Asy’ari yang menjabat sebagai Rais Akhbar PBNU menetapkan Resolusi Jihad melawan pasukan kolonial di Surabaya, Jawa Timur.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyatakan sikap setelah mendengar tentara Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia dengan membonceng sekutu.

Peran ini begitu terlihat pada 21 dan 22 Oktober 1945 saat pengurus NU Jawa dan Madura menggelar pertemuan di Surabaya.

Pada tanggal 22 Oktober 1945 Hasyim Asy’ari menyerukan himbauan kepada santri untuk berjuang demi tanah air.

Resolusi itu disampaikan kepada pemerintah dan umat Islam Indonesia untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Pada akhirnya resolusi ini membawa pengaruh yang besar. Salah satunya membuat rakyat dan santri melakukan perlawanan sengit dalm pertempuran di Surabaya.

Banyak santri dan massa yang aktif terlibat dalam pertempuran yang membuat sem agar pemuda Surabaya dan Bung Tomo ikut terbakar.

Pertemuan tersebut berlangsung pada 27-29 Oktober 1945 dan menewaskan pemimpin sekutu Brigadir Jendral Aul weton Walter Sothern Mallaby.

Kematiannya yang kemudian memicu pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Berawal dari sejarah tersebut tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai hari santri sebagai sebuah pemaknaan sejarah yang otentik.

Demikian tidak mudah santri, ulama bahkan para pemimpin Islam berjuang. Yang nyatanya jauh sebelum itu Islam pernah berjaya selam 13 abad yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya hingga runtuh nya kepemimpinan Islam yang mendunia tersebut 1924 di Turki. Selanjutnya negara Islam yang luar biasa tersebut dipecah-pecah menjadi negeri-negeri kecil dan diberi bendera-bendera masing-masing. Kini lebih dari itu, kita dijajah dari food, fashion, fun film etc.

Belum lagi kasus korupsi, kasus kriminalitas, kasus bunuh diri, suap, kenakalan remaja, narkoba, khamr dan sebaginya. Lengkap sudah penderitaan di akhir zaman.

Dengan demikian seyogyanya kita:

1. Berperan aktif berjuang dengan amar makruf nahi mungkar melalui media sosial, lisan maupun perbuatan sesuai kemampuan.
2. Ikut serta dalam barisan dakwah dari diri sendiri, mengajak keluarga dan yang lainnya untuk ikut berjuang melanjutkan kembali kehidupan Islam.
3. Jadikan diri, keluarga, masyarakat dan negara menjadi anshorulloh agar layak menjadi baldatun toyyibatun warobbun ghofur.

Allah SWT berfirman:

“Sungguh pada kaum Saba’ benar-benar ada suatu tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) ditempat kediaman mereka yaitu dua bidang kebun disebelah kanan dan kiri. (Kami berpesan kepada mereka) ‘makanlah rezeki (yang telah dianugerahkan) Tuhan dan bersyukurlah kepada-nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman), sedangkan (Tuhanmu) Tuhan yang maha pengampun”.
(TQS. Saba’ ayat 15).

Allah SWT berfirman:

“Sungguh Allah akan menolong orang yang membela agama-Nya. Sungguh Allah maha kuat lagi maha perkasa”
(TQS. Al-Hajj ayat 40).

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian”
(TQS. Muhammad ayat 7).

Demikian dalam Islam tidak hanya mengatur urusan dunia tapi jga akhirat. Tidak hanya mengatur urusan ibadah, tetapi juga kesehatan, pendidikan, ekonomi, pemerintahan, makanan dan minuman dan sebaginya mulai dari bangun tidur hingga bangun negara Islam mengaturnya. Saatnya kembali menuju aturan dari Allah. Menerapkan Islam kaffah seperti masa Rasulullah SAW, tinggal sistem kapitalis sekuler seperti sekarang yang banyak merusak dan terus makin hancur. Dulu saja Islam mampu berjaya, saat ini pun pasti berjaya kembali.

Wallohu’alam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update