Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pariwisata Sebagai Penguat Syiar Agama

Tuesday, August 13, 2024 | Tuesday, August 13, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:39:57Z

Oleh  Nani Sumarni

Aktivis Dakwah

 

Sektor pariwisata yang ada di Indonesia adalah salah satu sektor andalan dalam memulihkan ekonomi tak terkecuali pariwisata yang ada di Kab Bandung.

Sebagaimana dilansir dari halaman Tribun Jabar pada 23 Juli 2024, beberapa Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menyebutkan perlu adanya penunjang infrastruktur yang memadai untuk meningkatkan sektor pariwisata, seperti pusat perbelanjaan yang mengusung aspek muatan lokal dan mempunyai ciri khas Kab Bandung. Selain itu,  wadah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus memiliki daya tarik yang menunjang Pariwisata.

Tidak dipungkiri perkembangan pariwisata di Kab. Bandung memang melesat dan saat ini menjadi andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, pemerintah memandang perlu perbaikan infrastruktur dan penambahan fasilitas penunjang lainnya.

Dengan berkembangnya sektor pariwisata ini, di satu sisi ada harapan bisa membantu meningkatkan pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada masyarakat sekitar. Namun di sisi lain yang kadang luput dari perhatian pemerintah adalah kerusakan lingkungan yang terjadi karena alih fungsi lahan. Banyak kawasan produktif pertanian yang berubah menjadi pemukiman, area bisnis dan wisata.

Perubahan ini perlahan tetapi pasti, membuat ketersediaan air di wilayah itu semakin menipis. Hilangnya resapan air akan mengancam kondisi ekologis daerah tersebut. Contohnya di Kecamatan Pangalengan, Kab. Bandung yang menjadi salah satu lokasi yang terdampak. Kawasan tinggi itu kini banyak dipadati oleh area bisnis dan lokasi wisata.

Dampak dari perkembangan pariwisata yang masif ini juga adalah semakin kokohnya liberalisasi, yaitu paham yang memberi kebebasan kepada setiap individu untuk berbuat sebebas-bebasnya. Rakyat pun dikelilingi budaya hedonisme dan konsumerisme yang tidak kalah bahayanya.

Dampak di atas terjadi karena negara kita saat ini menganut sistem Kapitalisme dimana negara hanya mencari keuntungan materi semata tanpa mengharapkan keridhaan Allah.

Untuk itu perlu penataan ulang konsep pariwisata ini. Negara harus memperhatikan dampak yang akan terjadi bagi masyarakat terutama generasi.

Islam merupakan agama yang komprehensif yang mengatur seluruh bidang kehidupan manusia, tidak hanya pada urusan tata cara ibadah semata, tetapi Islam juga mengatur tentang sistem kehidupan manusia seperti; sistem pendidikan, sistem kesehatan, sistem sosial dan politik, serta sistem ekonomi yang didalamnya terdapat sektor pariwisata.

Sektor pariwisata merupakan sektor bisnis yang berbasis jasa yang potensial dan strategis dalam pengembangan perekonomian daerah maupun negara. Maka dari itu Islam pun memiliki konsep dalam pengaturan sektor ini.

Dalam Islam, segala aktivitas apapun termasuk aktivitas ekonomi harus mengikuti hukum syara’. Begitupun kegiatan ekonomi bidang pariwisata atau jasa hiburan yang di dalamnya ada transaksi jual dan beli jasa serta penyediaan sarana prasarana sesuai yang dibutuhkan dalam pengembangan wisata tersebut, seluruhnya tidak boleh melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.

Dalam Islam, objek wisatapun diatur sedemikian rupa agar semakin menambah keimanan kita kepada Allah. Objek wisata yang terhubung dengan potensi keindahaan alam yang notabene bersifat natural dan anugerah dari Allah Ta’ala, seperti keindahan pantai, alam pegunungan, air terjun, dan sebagainya atau peninggalan bersejarah dari peradaban Islam, yang sarat dengan nilai-nilai Islam dan tidak bertentangan dengan Islam, bisa dipertahankan. Ini semua dapat dijadikan sebagai sarana untuk menanamkan pemahaman Islam kepada wisatawan yang mengunjungi tempat wisata tersebut.

Bagi wisatawan – wisatawan muslim, objek wisata ini justru bisa digunakan untuk semakin mengukuhkan keyakinan mereka kepada Allah SWT. Sementara bagi wisatawan non-muslim, objek wisata ini bisa digunakan sebagai sarana untuk menanamkan keyakinan mereka pada Kemahabesaran Allah. Di sisi lain juga, bisa digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan kepada mereka akan keagungan dan kemuliaan Islam, umat Islam, dan peradabannya.

Dan yang perlu ditekankan pariwisata didalam islam bukan sebagai sumber utama perekonomian negara, karena tujuan utama dipertahankannya wisata adalah sebagai sarana dakwah untuk semakin mengokohkan keimanan.

Maka negara tidak akan mengeksploitasi bidang pariwisata untuk kepentingan ekonomi dan bisnis. Hal ini tentu berbeda ketika sebuah negara menjadikannya sebagai sumber perekonomian, apa pun akan dilakukan negara demi kepentingan ekonomi dan bisnis. Meski untuk itu, harus menoleransi berbagai praktik kemaksiatan.

Sumber pemasukan negara sudah tercukupi dari bidang pertanian, perdagangan, industri, dan jasa. Keempat sumber inilah yang menjadi tulang punggung atau pendapatan bagi negara dalam membiayai perekonomiannya karena ditunjang oleh pengelolaan sumber daya alam yang optimal. Selain keempat sumber ini, terdapat sumber lain, yakni melalui pintu zakat, jizyah, kharaj, fai, ghanimah, hingga dharibah (pajak) dalam kondisi tertentu. Semua ini berkontribusi besar dalam membiayai perekonomian negara.

Walhasil, dengan penerapan Islam maka harmonisasi alam, makhluk hidup, dan kehidupan di dalamnya akan tercipta.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update