Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Mencegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Tuesday, July 16, 2024 | Tuesday, July 16, 2024 WIB

Oleh : Delvia

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat. Tercatat pada awal tahun 2024 terdapat 240 kasus terlapor soal kasus kekerasan perempuan dan anak di Samarinda. Hal ini menyita perhatian Deni Hakim Anwar selaku Anggota DPRD Samarinda akibat tingginya angka kekerasan tersebut berdasarkan data dari Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Samarinda.

Sektetaris Komisi IV DPRD Saamarinda tersebut juga menegaskan bahwa kurangnya inisiatif preventif (pencegahan) menjadi penyebab lonjakan kasus tersebut. “Fokus harus bergeser dari penindakan ke pencegahan,” ungkap Deni pada Kamis (11/07/2024).

Sungguh miris perempuan dan anak yang harusnya dilindungi justru saat ini sebaliknya. Kekerasan yang mereka dapatkan terus bertambah. Jika dilihat dari angka yang tercatat di Disdikbud lumayan tinggi, belum lagi kasus yang tidak dilaporkan. Tentu angka ini akan semakin bertambah.

Melihat fenomena ini, tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tentu ada penyebabnya, ibaratnya tidak ada asap kalau tidak ada api. Kekerasan ini terjadi karena ada beberapa hal, contohnya masalah ekonomi keluarga. Kondisi ekonomi yang semakin sulit membuat orang tertekan. Apalagi kalau sudah terlibat pinjol atau hutang riba, hidup menjadi tidak tenang dan terasa sulit sehingga memicu seseorang melakukan tindakan kekerasan, tidak hanya penyiksaan bahkan pembunuhan.

Selain itu, perselingkuhan atau kecemburuan yang berlebihan kepada pasangan, masalah seksual, pengaruh minuman keras/ alkohol, PHK atau pengangguran, obat-obat terlarang, karier istri lebih bagus dari suami, hamil di luar nikah dan sebagainya juga merupakan pemicu terjadinya tindakan kekerasan.

Kapitalisme Akar Masalah
Sebagaimana kita ketahui sulitnya ekonomi, susahnya mencari kerja, mahalnya biaya hidup, kesehatan dan pendidikan disebabkan diterapkannya sistem kapitalisme sekuler. Sebuah sistem buatan manusia yang memisahkan agama dari kehidupan sehingga menghasilkan hukum dan aturan sesuai kepentingan segelintir orang. Walhasil kebijakan-kebijakan yang dihasilkan hanya untuk kepentingan para pemilik modal.
Selain itu, sistem ini membuat negara kehilangan perannya sebagai ra’in bagi rakyatnya, justru sebaliknya negara sebagai regulator untuk kepentingan para pemilik modal. Bagi mereka yang kuat makin kuat sementara yang lemah makin lemah. Rakyat dipaksa untuk menghidupi negara dengan pajaknya yang semakin hari semakin naik, subsidi dihilangkan, pendidikan dan kesehatan mahal, standar upah rendah dan lain-lain. Tentu ini makin membuat makin beratnya beban hidup masyarakat, sehingga menjadi pemicu tindakan kekerasan.

Belum lagi gaya hidup liberalisme menjadikan masyarakat bebas melakukan apa saja termasuk masalah pergaulan. Akhirnya muncul perselingkuhan yang mengakibatkan kecemburuan. Kemudian juga merambat ke miras dan narkoba yang berujung dilakukannya tindakan kekerasan. Hal ini terus akan terjadi selama negara masih menerapkan sistem kufur ini, walaupun berbagai upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan.
Islam Solusi Kekerasan
Islam adalah agama yang penuh rahmat. Dalam Islam, perempuan dan anak-anak akan dilindungi. Islam menjadikan ketakwaan individu sebagai pendorong ketaatan masyarakat. Dalam aspek pemerintahan, Islam mewajibkan seorang pemimpin menjalankan syariat Islam dengan sempurna. Sedangkan sebagai masyarakat mukmin wajib mengikuti aturan tersebut.

Dalam Islam, Khalifah sebagai seorang pemimpin yang akan diminta pertanggungjawaban di akhirat, akan berusaha maksimal melindungi dan mengurusi kebutuhan rakyat. Pemimpin ini akan menerapkan sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem pergaulan Islam hingga sistem sanksi Islam. Semuanya akan mendukung satu sama lain.

Kebijakan Islam mengenai pemasukan negara dari jizyah, fai, kharaj, ganimah, dan pengelolaan SDA dapat dipakai untuk memberikan pelayanan fasilitas terbaik. Tidak hanya itu, kebijakan memberikan zakat kepada yang berhak juga akan membantu para fakir miskin secara ekonomi.

Selain itu, negara juga membuka lapangan pekerjaan atau memberikan pinjaman modal tanpa riba. Semua itu akan membantu masalah ekonomi keluarga. Jadi tidak ada lagi masyarakat yang stress karena kemiskinan dan akhirnya melampiaskan kemarahan pada istri dan anaknya.

Dalam pergaulan, Islam mewajibkan hubungan antara laki-laki dan perempuan terpisah. Mereka dilarang berkhalwat, ikhtilat, tabaruj, dan seterusnya. Dengan demikian, semua akan terjaga hubungannya dan tidak akan terjadi perselingkuhan. Bahkan Islam mewajibkan menikah atau berpuasa bagi yang tidak bisa menahan hawa nafsu agar terhindar dari perbuatan dosa. Islam juga mengatur fikih keluarga yang memunculkan kasih sayang antar anggota.

Apabila masih ada tidakan kejahatan, maka Islam memberikan sanksi yang tegas. Sanksi ini akan membuat jera dan pelaku terampuni dosanya. Akibatnya, pintu kekerasan akan tertutup rapat. Jadi, hanya dengan penerapan Islam yang sempurna ini akan memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak-anak secara komprehensif. Wallahua’lam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update