Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HET Minyak dan HAP Gula Naik, Siapa Untung ?

Saturday, July 13, 2024 | Saturday, July 13, 2024 WIB

Oleh : Astina

(Pegiat Literasi)

 

Melimpahnya sumber daya minyak dan manisnya di rasa gula tak semanis harganya. Beberapa pekan terakhir hingga saat ini masyarakat akan dibikin gundah dengan kenaikan harga minyak dan gula yang terus merangkak.

Seperti dilansir dalam laman (ANTARA) – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, pihaknya mengusulkan relaksasi harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat atau MinyaKita naik menjadi Rp15.700 per liter.

Mendag mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menunggu revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terkait kenaikan HET MinyaKita sebesar Rp1.700 dari harga sebelumnya Rp14.000 per liter.

“Ya kita lagi nunggu Permendag, sementara saya minta Dirjen Kemendag untuk relaksasi harga Rp15.700 per liter,” kata Mendag.

Menurut dia, kenaikan harga itu kemungkinan akan naik dalam waktu yang tidak lama ini, setelah hasil Permendag yang diusulkan pihaknya selesai.

Selain itu, mengutip juga dari laman irto.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperpanjang lagi relaksasi harga acuan pemerintah (HAP) gula konsumsi yang naik dari Rp15.500 per kilogram (kg) menjadi Rp17.500 per kg. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menuturkan, langkah ini dilakukan hingga Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) tentang Perubahan Kedua atas Perbadan Nomor 11 Tahun 2022 yang mengatur harga acuan pemerintah (HAP).

“HAP relaksasi akan diperpanjang sampai terbitnya Perbadan,” ucap Arief saat dihubungi Tirto, Minggu (30/6/2024).

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menuturkan, langkah ini dilakukan hingga Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) tentang Perubahan Kedua atas Perubahan Nomor 11 Tahun 2022 yang mengatur harga acuan pemerintah (HAP). Keputusan menaikkan HAP gula konsumsi tersebut diambil untuk menjaga ketersediaan stok dan pasokan sebelum musim giling tebu dalam negeri.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan pertimbangan utama relaksasi HAP gula konsumsi saat ini adalah tingginya harga gula konsumsi atau sekitar Rp 18.000 per kg di pasar. Bapanas mendata rata-rata nasional harga gula konsumsi sepanjang bulan ini mencapai Rp 18.190 per kg. Ketut mencatat harga gula konsumsi di tingkat pabrikan hanya Rp 15.300 sampai Rp 15.700 per kg. Sementara itu, harga gula konsumsi di tingkat pedagang adalah Rp 16.300 sampai Rp 16.500 per kg. Walau demikian, Ketut menuliskan bahwa kenaikan harga gula tersebut belum tentu dinikmati oleh petani tebu selama musim giling pada Mei-September 2024. Maka dari itu, peningkatan HAP dinilai menjadi Rp 17.500 dinilai perlu agar gula konsumsi besutan petani lokal dapat diserap.

Telaah Kenaikan Harga

Terjadinya kenaikan harga pada minyak goreng dan juga gula menjadi kabar yang tidak mengenakkan bagi masyarakat karena kedua bahan pokok tersebut selalu dibutuhkan setiap hari. Karena terjadinya peningkatan harga maka akan meningkatkan pengeluaran masyarakat, dan hal ini juga mempengaruhi kenaikan harga jual dari pedagang-pedagang yang memang jualannya menggunakan minyak dan gula. Sehingga hal tersebut juga dapat mengakibatkan peningkatan biaya produksi makanan bagi para penjual dengan bahan pokok tersebut.
Minyak dan gula bagian dari sembako. Sayangnya Negara membuat rakyat makin sulit akses bahan pokok tersebut apalagi di tengah kesulitan ekonomi saat ini marak phk, daya beli rendah dll. Apa gunanya ada HET tapi relaksasi terus membuat HET tak ada artinya. Sebenarmya siapa yang dibela dengan menaikkan HET minyak kita dan relaksasi harga gula.

Walhasil, naiknya harga minyak dan gula beserta kebijakan impor adalah sebagian dari lemahnya negara mengatasi problem pangan. Melimpahnya sumber daya alam, banyaknya sumber daya manusia, jika negaranya hanya berfungsi regulator yang mementingkan asing saja, maka kekayaan yang melimpah itu  tidak berkorelasi terhadap kesejahteraan masyarakatnya. Bahkan ketahanan pangan akan tetap terancam.
Menjadikan ketahanan negara ikut melemah dan tak berdaulat. Sehingga, seringnya juga negara terus-menerus mengambil kebijakan impor, berdampak kepada rakyatnya terpaksa harus menanggung segala konsekuensinya.
Inilah realita kehidupan dinegeri yang tidak menggunakan Islam dalam mengatasi berbagai persoalan.

Pandangan Islam

Islam menjamin kebutuhan pokok rakyat dan menjaga distribusi sehingga rakyat mudah mengakses, baik dengan harga murah ataupun gratis. Negara Islam dapat menjamin kesejahteraan karena memiliki sumber pemasukan negara yang besar dan negara yang bervisi raain menjadikan negara bertanggungjawab atas rakyat dan memudahkan hidup rakyat.

Pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW, harga-harga barang naik di kota Madinah, kemudian para sahabat meminta Rasulullah SAW menetapkan harga. Namun Rasulullah menolak tawaran itu dan mengatakan bahwa harga di pasar tidak boleh ditetapkan, karena Allah-lah yang menetukannya. Sungguh menakjubkan, teori Nabi tentang harga dan pasar. Kekaguman ini dikarenakan ucapan Nabi SAW itu mengandung pengertian bahwa harga pasar itu sesuai dengan kehendak Allah SWT atau hukum supply and demand.

Hanya sistem Islam yang mampu menjamin kebutuhan pokok rakyat dan menjamin kestabilan harga. Sebab sistem Islam dengan Syariah dan Khilafahnya tidak hanya memastikan produksi barang meningkat tetapi juga memastikan barang dan jasa tersebut terdistribusi dengan baik dan merata kepada seluruh rakyat. Sehingga tidak ada alasan kelangkaan barang kebutuhan bahan pokok seperti hal yang terjadi saat ini.

Disisi lain, menjadikan kewajiban negara pula untuk tidak hanya mengandalkan mekanisme harga tetapi memastikan sampainya barang tersebut dengan berbagai kebijakan melalui kewajiban mencari nafkah bagi yang mampu, subsidi bagi yang tidak mampu, larangan monopoli, kartel. Pada tahap ini, negara Khilafah mampu mengatasi bergejolaknya harga kebutuhan pokok. Sebab monopoli harga, kemunculan para mafia dan kartel yang menjadi penyebab utama bergejolaknya harga kebutuhan telah diberantas tuntas sehingga kebutuhan pokok dapat terdistribusikan dengan baik dan merata kepada rakyat.

Sungguh sistem Islam akan menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dan pangan dengan harga stabil, murah dan berkualitas. Karena, Islam adalah ideologi yang memiliki konsep dan metode yang sahih. Islam memiliki cara yang unik dalam mencegah dan mengatasi berbagai persoalan kehidupan termasuk problem pangan. Lebih dari semua itu, menerapkan Islam secara kaffah adalah perintah Allah SWT. Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update