Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak Butuh Jaminan Keamanan Kehidupan

Monday, July 01, 2024 | Monday, July 01, 2024 WIB

Oleh: Linda Ariyanti, A.Md
(Tenaga Pendidik & Aktivis Dakwah)

 

Hidup aman sentosa tentu hal yang didambakan oleh setiap orang, termasuk generasi di negeri ini. Namun sayangnya, anak-anak di negeri ini masih harus merasakan getirnya hidup dalam sistem yang tidak bisa menjamin keamanan dalam kehidupan. Hampir setiap hari kejahatan menimpa generasi di negeri ini. Mirisnya, justru pelaku kejahatan juga masih berstatus anak-anak seperti yang menimpa siswa sekolah dasar (SD) di Baubau, Buton, Sulawesi Tenggara.

Dilansir dari CNN Indonesia (23/06/2024), Polisi mengklaim tersangka dalam kasus pencabulan siswi sekolah dasar (SD) berusia 13 tahun di Baubau, Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dilakukan 26 orang rata-rata anak di bawah umur alias masih berstatus pelajar. Kapolres Baubau, AKBP Bungin Masokan Misalayuk masih belum mau mengungkapkan identitas para tersangka karena mayoritas anak di bawah umur.

Kejahatan Mengintai Anak

Secara fitrah, anak adalah makhluk lemah yang harus di jaga oleh orang tua, masyarakat bahkan negara. Estafet kepemimpinan di negeri ditentukan oleh bagaimana kualitas pemudanya, maka sudah selayaknya setiap pihak harus melibatkan diri dalam penjagaan terhadap keamanan generasi. Namun semua itu tidak terwujud dalam kehidupan yang sekuler hari ini. Anak justru kini menjadi korban kekerasan di lingkungan masyarakat, sekolah, bahkan keluarga. Pelakunya mulai dari teman sebaya sampai orang dewasa termasuk orang tua, guru, bahkan aparat negara.

Sistem Pendidikan yang berasaskan pada pemisahan agama dari kehidupan (sekulerisme) nyatanya telah gagal dalam melahirkan individu yang berakhlak mulia. Sekulerisme justru melahirkan generasi liberal yang hidup dengan kebebasan. Generasi tidak lagi berpedoman pada wahyu melainkan mengikuti hawa nafsu sehingga yang terbentuk justru akhlak yang buruk dan tercela.
Serangkaian regulasi yang diterapkan oleh negeri ini juga menjadi faktor yang justru menyuburkan kejahatan di kalangan generasi karena dibangun dengan asas kapitalisme-sekulerisme. Dibentuknya kementrian khusus dengan berbagai program juga tak mampu mewujudkan perlindungan terhadap anak. Anak masih terus menjadi korban kejahatan sekaligus pelakunya.

Jaminan Keamanan dalam Islam

Islam dibangun atas dasar Aqidah yang mengakui bahwa Allah swt adalah pencipta dan pengatur kehidupan. Maka, paradigma anak pun dibangun atas dasar iman kepada Allah swt. Islam menetapkan bahwa anak adalah amanah yang harus dijaga. Orang tua adalah pihak pertama pemberi jaminan keamanan pada anak. Baik buruknya anak tergantung bagaimana orang tua mengasuh dan mendidiknya. Rasulullah saw bersabda yang artinya “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sistem Islam memberikan perlindungan terhadap anak dengan tegaknya tiga pilar yakni adanya keimanan dan ketakwaan pada setiap individu, kontrol Masyarakat dengan adanya amar makruf nahi munkar dan penerapan aturan oleh negara berupa perintah/larangan serta sanksi yang lahir dari aqidah Islam. Dengan penerapan semua aturan Islam dalam semua bidang kehidupan, perlindungan terhadap anak akan dapat diwujudkan. Wallahu a’lam bishawab []

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update