Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TANGKAL PAHAM RADIKALISME, PEMUDA HARUS BANGKIT

Thursday, June 13, 2024 | Thursday, June 13, 2024 WIB

By : Nurbayah ummu Tsabitah, A.Md
Pemerhati sosial dan Generasi

 

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Polres Penajam Paser Utara dan Pasukan Amal Soleh (Paskas) PPU menggelar seminar Menangkal Intoleransi dan Radikalisme mengusung Tema “Aktualisasi Peran Pemuda dan Masyarakat dalam Menangkal Paham Radikalisme di Indonesia.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan para pelajar SMK/SMA/MA se-Kabupaten PPU serta menghadirkan narasumber Iptu Andi Husin Subsidi Panit 1 Subnit Sosialisasi Unit Idensos Satgas Wilayah Kalimantan Timur Densus 88 AT Polri, Puryanto S. Pd Napiter Bombali 1, dan Rofiqul Ikhwan (Kementrian Agama), di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU.

Isu radikalisme dan terorisme sudah sangat lama terdengar sejak terjadi peristiwa 9/11 di Amerika hingga saat ini terus dihembuskan. Indonesia termasuk salah satu negara yang sangat getol memerangi radikalisme.

Hanya saja radikalisme ini memiliki makna buram. Sebab publik tidak mengetahui apa dan siapa yang termasuk dalam kategori radikal. Sebab kurang memberikan edukasi dan data terkait hal tersebut walau kegiatan berupa menangkal radikalisme sudah sering dilaksanakan dan diselenggarakan dibeberpa daerah seperti di Kukar dan Unmul.

Agenda semacam ini tentu bukan hanya sekedar kegiatan tentu ada maksud dan tujuan yang ingin diwujudkan apalagi kegiatan tersebut ditujukan kepada para pemuda. Dimana pemuda adalah aset besar dan merupakan agen of change yang memiliki peran besar dimasa depan.

Disatu sisi pemuda adalah agen of chang yg sangat diharapkan disisi lain kadang peran pemuda di mandulkan dengan pemahaman yang tidak tepat seperti radikalisme yang saat ini faktanya menyasar agama tertentu terutama Islam

Adanya lebel radikal bagi pemuda muslim yang taat pada ajaran agamanya, pemuda yang berani mengkritik kebijakan yang merong-rong masyarakat tentu sudah menjadi pemandangan yang tidak bisa dielakkan. Oleh sebab itu pemuda secara tidak langsung di bungkam dan bahkan diarahkan untuk menjadi pemuda yang moderat tanpa memiliki prinsip yang kuat.

Jika demikian adanya sungguh sangat miris dan carut marut kehidupan sudah pasti akan terjadi tidak ada lagi keritik yang membangun dan akan minim pemuda yang taat pada agamanya karena khawatir dianggap sebagai pemuda garis keras alias radikal.

Pemuda, Bangkitlah dengan Islam!

Bagaimanapun juga para pemuda harus sadar bahwa dirinya adalah agent of change, iron stock yang akan memimpin perubahan. Meskipun segala upaya dilakukan melalui isu radikalisme agar para pemuda bungkam serta jauh dari Islam, senyatanya tidak akan pernah bisa membendung geliat kebangkitan Islam. Keyakinan yang kuat akan pertolongan Allah ﷻdan ikhtiar maksimal dalam mewujudkan janji Allah ﷻ akan mengantarkan pada kemenangan Islam.

Dan ingat, Allah ﷻ adalah sebaik-baik pembalas tipu daya dan akan menolong orang-orang yang teguh berjuang menegakkan aturannya.Tidakkah kita ingin ada di barisan tersebut?

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) membuat makar (tipu daya/rencana jahat) terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat makar dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (TQS. al-Anfaal [8]: 30)

Maka dari itu, tidak ada jalan lain bagi pemuda selain bangkit dengan Islam dan hanya dengan Islam. Sejarah mencatat, Orang-orang yang berdiri di samping Rasulullah saw adalah para pemuda. Mereka adalah Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khaththab, Ja’far bin Abi Thalib, Sa’ad bin Abi Waqqash, Usamah bin Zaid, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Mas’ud, Mu’adz bin Jabal, Mus’ab bin Umair.

Tidak ada yang meragukan sepak terjang para pemuda itu dalam memperjuangkan Islam. Mereka senantiasa membela dan berjuang bersama Rasulullah saw. Mereka adalah para pemuda yang taat, memegang teguh Islam, dan rela berkorban demi Islam. mereka tidak bisa diadu domba oleh musuh. Merekalah pemuda yang dirindukan surga-Nya.

Dalam sebuah hadist Rasulullah saw bersabda : “Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, [yaitu] seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah.” (HR Bukhari Muslim). Wallahu’alam bi showab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update