Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Miris ??? Gen Z menganggur di Tengah Berlimpahnya Sumber Daya Alam Indonesia

Saturday, June 01, 2024 | Saturday, June 01, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:45:27Z

Oleh: Iria Trisna
Aktivis Muslimah Deli Serdang

Badan pusat statistik (BPS) mengungkapkan hampir 10 juta penduduk Indonesia generasi Z berusia 15-24 tahun menganggur atau tanpa kegiatan (not in employment, education, and training/NEET).

Bila dirinci lebih lanjut, anak muda yang paling banyak masuk dalam kategori NEET justru ada di daerah perkotaan yakni sebanyak 5,2 juta orang dan 4,6 juta di pedesaan.

Menteri ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengungkapkan banyak dari pengangguran berusia muda tersebut tercatat baru lulus SMA sederajat dan Perguruan tinggi.

Dan mereka yang pengangguran itu kebanyakan adalah generasi Muda, Yaitu usia sekitar 18-24 tahun, yang baru lulus SMA, SMK atau Perguruan tinggi. Ungkap Ida , Jum’at (24-5-2024).

Dikutip dari liputan6, Ada beberapa faktor pengangguran, Ronny mengatakan pertama rendahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga daya serap ekonomi atas tenaga kerja baru yang tumbuh, utamanya Gen Z juga cukup rendah. Alhasil jika perekonomian Nasional menyerap tenaga kerja jauh dibawah tingkat pertumbuhan angkatan baru, maka otomatis peluang angkatan kerja baru menjadi pengangguran semakin tinggi.

Kedua, selain pertumbuhan ekonomi yang kurang tinggi, tingkat incremental labour out put Ratio (ILOR) Indonesia juga cukup rendah.

Ketiga, karakter Gen Z sudah tak sama lagi dengan generasi sebelumnya, sebagian lapangan konvensial yang tersedia tersedia terkadang tidak sesuai dengan karakter Gen Z.

Ke-empat, pemerintah belum optimal mendorong akselerasi investasi sektor-sektor yang sesuai dengan karakter Gen Z, seperti ekonomi digital, tourism, Ekonomi kreatif dan sejenisnya.

Kelima, biaya memulai menjadi enterpreneur juga tidak murah, sehingga kurang mampu untuk modal usaha baru.

Keenam, mahalnya biaya pendidikan yang membuat gen Z juga akhirnya tidak terlalu tertarik untuk menjajaki jenjang pendidikan level selanjutnya.
Ketujuh, besarnya jumlah NEET dikalangan gen Z membuktikan bahwa program kartu prakerja telah gagal.

Dari beberapa faktor penyebab pengangguran yang diuraikan tersebut, menunjukkan adanya keterbatasan lapangan pekerjaan, dan menunjukkan gagalnya Negara menciptakan lapangan pekerjaan bagi warganya.

Ditambah lagi masalah- demi masalah yang berdampak negatif bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Individu yang menganggur akan mengalami stress, hilangnya kepercayaan diri, sensitif, putus asa bahkan sampe rissiko bunuh diri, karena kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, tempat tinggal, maka hal tersebut akan semakin meningkat katakan kriminalitas disebabkan pengangguran tersebut, tingkat pengangguran yang tinggi juga akan berdampak kemiskinan dan ketidakstabilan sosial ekonomi masyarakat.

Begitu luar biasanya dan tercelanya dampak yang diakibatkan dari menganggur.

Maka, jika kita melihat kembali sejarah Islam kita akan menemukan fakta yang sangat mencengangkan. Betapa sedikit sekali orang yang tidak punya pekerjaan dalam Negara Islam (khilafah). Bahkan dikatakan Khalifah Umar bin Abdul Aziz sampe heran karena tak ada orang yang menerima zakat karena mampu, tak ada yang dibayarkan utangnya karena tak punya utang, dan tak ada pemuda yang tak mampu menikah karena tidak mempunyai modal cukup untuk menikah, sangat luar biasa bukan? Dan hari ini faktanya pengangguran dalam jumlah fantastis terjadi hari ini padahal Sumber Daya Alam negeri Tercinta sangat berlimpah sungguh Miris!!

Inilah hal mendasar yang disebabkan buah dari sistem kapitalisme yang diterapkan dinegeri tercinta kita ini. Dalam sistem kapitalisme ini segalanya dipegang dan diserahkan pengelolaannya kepada para kapitalis, dan Oligarki. Mereka menjalankan ekonomi sekehendak nafsunya tanpa aturan. Para Oligarki dapat dengan mudah mengejar untung sebanyak-banyaknya tanpa peduli pada nasib rakyat.

Kondisi akan berbanding terbalik bila Negara menerapkan sistem syariah Islam, Negara sangat berperan penting dalam menyelesaikan kasus pengangguran yang terjadi. Karena dalam sistem Islam posisi kepala negara (Khalifah) adalah pemegang amanah yang akan dimintai pertanggung jawabannya kelak diakhirat.

Sebagaimana mana sabda Rasulullah Saw ” sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, dimana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan kecuali mereka yang melaksanakannya dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin”. (HR. Muslim)

Jika pemimpin Negeri ini sadar akan hal itu, maka ia akan sangat berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan. Ia tidak akan berani mengeluarkan aturan yang hanya menguntungkan segelintir orang atau kelompok tertentu saja dan akibatnya merugikan, menzolimi, dan menyengsarakan rakyat yang diamanahkan kepadanya.

Begitupula dalam hal ekonomi peran pemimpin dalam Islam akan menuntaskan pengangguran dengan sistem ekonomi Islam. Negara akan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi warganya tanpa harus dibebani administrasi yang sulit, rumit dan berbelit-belit. Jual beli dalam sektor Riil akan dipermudah, seperti sektor perdagangan industri dan juga jasa. Rakyat pun akan di mudahkan dan diberikan Modal untuk membuka usaha. Sedangkan terkait kebutuhan kesehatan, pendidikan dan keamanan Negara akan memberikan keringanan bahkan diberikan secara gratis, karena Negara memiliki sumber keuangan. Salah satunya sumber kekayaan Alam yang sangat melimpah , semua hasilnya akan dikembalikan kepada rakyat untuk kesejahteraan rakyat dalam bentuk berbagai fasilitas, sehingga tidak ada rakyat yang menganggur, miskin dan lainnya. Kemudian Negara akan memberi modal dan mengedukasi dari segi keterampilan, informasi, hingga infrastruktur. Semua hal tersebut akan terwujud nyata jika kita menerapkan sistem syariah Islam secara Kaffah disegala aspek kehidupan manusia, dan mencampakkan sistem Kapitalisme yang nyatanya hari ini merugikan, menzolimi, menyengsarakan dan merusak umat manusia.

Maka umat hari ini membutuhkan solusi yang tuntas yaitu diterapkankannya syariah Islam, hanya sistem Islam yang terbaik untuk seluruh umat. Maka bersegerahlah kita bangkit dan sadar, bersatu mewujudkan penerapan syariah Islam disegala aspek kehidupan manusia yang memberikan keadilan, kesejahteraan dan membawa keberkahan bagi seluruh alam. Wallahu a’lam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update