Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mencegah Pornografi, Pemblokiran Tak Cukup Jadi Solusi

Tuesday, June 18, 2024 | Tuesday, June 18, 2024 WIB

Oleh : Ratnasari
(Aktivis Muslimah)

 

Platform X atau dulunya lebih dikenal dengan sebutan Twitter terancam diblokir di Indonesia. Disebabkan diperbolehkannya konten pornografi untuk diunggah pada platform ini.

“Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengatakan, bahwa Indonesia siap menutup platform media sosial X jika platform itu tidak mematuhi peraturan yang melarang konten dewasa.” (voaindonesia..com, 14/06/2024).

Pada kesempatan wawancara itu, Menkominfo Budi juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat peringatan kepada X terkait hal tersebut namun masih belum ada tanggapan dari pihak terkait.

Akhir-akhir ini juga X baru saja memperbaharui kebijakannya mengenai di izinkannya konten pornografi diunggah.
“Berdasarkan Pusat Bantuan X, platform ini mengizinkan konten dewasa sejak Mei 2024.” (cnbcindonesia..com, 16/06/2024)

Alih-alih atas dasar suka sama suka maka X memperbolehkan para pengguna untuk mengunggah konten dewasa tersebut.
Dan diperbolehkannya mengunggah konten pornografi pada platform X ini, menunjukkan kebebasan perilaku menjadi nilai yang diusung oleh X. Yang mana, konten pornografi pun menjadi bisnis yang cukup menggiurkan dalam pandangan sistem kapitalisme.

Tagar #tolakblokirx pun sempat menjadi trending pada platform ini. Sejumlah pengguna X mengunggah konten yang berisikan perasaan kesal, lantaran X akan diblokir di Indonesia. Mereka beranggapan bahwa platform X mampu memberikan dampak positif lebih ketimbang dampak negatifnya. Semisal membantu dalam penggalangan dana, menaikkan umkm bahkan isu berita lebih cepat tersebar di X.

Ada juga yang menyatakan bahwa tujuan pemerintah memblokir X untuk mencegah konten dewasa itu hanya sebatas alasan saja. Sebab platform X dianggap terbukti dalam mencerdaskan para netizen terutama mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Berikut kutipan salah satu komentar pengguna X terkait penutupan mendatang,
“Halah konten porno mah alibi, aslinya mah paling biar netizen ga bisa hujat/ kritisi pemerintah jir, disini kan masif dan lebih cepet naik kalo lagi trending. Plus kalo nemu yg bener disini jg lebih kritis drpd sosmed lain wkwkwk.” (@pinuy)

Wacana Kominfo untuk menutup X tentu tak cukup mampu untuk mencegah pornografi di Indonesia. Sebab, masih banyak platform lain yang memberi celah atau bahkan membiarkan pornografi diunggah dan dikonsumsi oleh masyarakat.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Safenet berikut.
“Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet) Nenden Sekar Arum menilai, pemblokiran media sosial X (Twitter) bukan solusi untuk menghentikan penyebaran konten pornografi di Indonesia.” (KOMPAS.com, 16/06/2024)

Dia juga menyebutkan, Kominfo sebelumnya telah memblokir sejumlah platform digital lain dengan tujuan mengurangi konten pornografi. Namun, nyatanya tak berhasil.

Perlu peran besar negara untuk memberantas pornografi dengan upaya yang komprehensif dan menyeluruh. Sebab pemberantasan pornografi ini membutuhkan dana besar dan kemauan yang amat kuat.

Dalam islam tentu mengharamkan pornografi dan semua yang berkaitan dengan pornografi. Sistem islam juga memberlakukan sanksi tegas bagi siapa saja yang melanggar. Adanya sanksi ini diharapkan mampu menimbulkan efek jera bagi pelaku dan juga masyarakat untuk tidak melakukan hal apapun yang berkaitan dengan pornografi.

Sebelum adanya sanksi tentu langkah-langkah pencegahan sudah lebih dulu dilakukan sebelum menjatuhi sanksi bagi pelaku yang terlibat. Pencegahan ini baik dilakukan secara eksternal maupun internal. Maka, penutupan platform sosial media bukan satu-satunya solusi dalam upaya pemberantasan pornografi.

Dan sistem islam menetapkan negara sebagai pemilik peranan strategis dalam pemberantasan pornografi. Sebab upaya-upaya tersebut hanya bisa dilakukan oleh institusi yang bertaraf negara.

Wallahu ‘alam bishowwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update