Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mampukah Merdeka Belajar Wujudkan Generasi Berkualitas

Friday, June 14, 2024 | June 14, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:44:03Z

Oleh: Silmi Zainal

(Aktivis Muslimah)

 

Jalannya sistem pendidikan tak akan luput dengan yang namanya kurikulum. Karena kurikulum yang mengatur seluruh perangkat pembelajaran baik penilaian dan mata pelajaran. Oleh sebab itu kurikulum sangat penting dalam suatu pendidikan.

Kurikulum dalam pendidikan di Indonesia sekarang ini menggunakan kurikulum merdeka, yang merupakan perombakan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Artinya kurikulum dibuat tergantung siapa yang menjadi pemimpin dan siapa yang menjadi menteri pendidikannya.

Kemendikbud ristek berencana meresmikan kurikulum merdeka sebagai kurikulum nasional peresmian tersebut menyebabkan kontroversi. Seperti halnya organisasi nirlaba Barisan Pengkaji Pendidikan (BAJIK) misalnya. BAJIK menilai kurikulum merdeka tak layak jadi kurnas, mereka juga meminta agar kurikulum merdeka dievaluasi secara total dan menyeluruh.

Menurut Direktur Eksekutif Bajik Dhita Puti Sarasvati, kurikulum merdeka masih compang camping. Maka dari itu, banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Di lansir dari Detik edu 26/02/2024
Berdasarkan fakta tersebut, bahwasanya kurikulum merdeka belum layak jika di jadikan kurikulum nasional. Alih-alih menjadi kurikulum nasional penerapannya saja di lembaga pendidikan belum layak jika di terapkan. Jika kurikulum merdeka masih compang camping akan menghasilkan generasi yang compang camping juga.

Tak hanya itu peserta didik di arahkan kepada kompetensi daya saing yang bersifat materi tanpa melihat lagi dari aspek agama. Mereka di fokuskan untuk menjadi seseorang yang sukses tanpa melihat lagi halal dan haramnya apa yang mereka lakukan.
Apa lagi banyaknya fakta hari ini tentang potret buram pendidikan seperti bullying, guru yang malakukan kejahatan dan meksiatan dan pelanggaran pelanggaran hukum.

Berdasarkan berita dari Tribunnews, selama sepekan terakhir, kasus bullying atau perundung marak terjadi di sejumlah daerah seperti pelajar SMP di jambak temannya, remaja diinjak injak rekannya, siswa sd di telanjangi dan di tendanng dan siswa SMP di tendang dan di pukul.

Banyaknya fakta tersebut menandakan bahwasanya kurikulum merdeka bukanlah solusi yang tepat dalam pendidikan, justru dengan penerapannya kurikulum merdeka akan menguatkan sekularisme dan kapitalsme dalam pendidikan, yang kemudia menghasilkan generasi yang buruk baik dari segi agama maupun kepribadiannya.

Beda halnya dengan pendidikan dalam islam, di dalam islam kurikulum yang di gunakan kurikulum islam yang bertujuan untuk membentuk generasi berkualitas, beriman, bertakwa, trampil, dan berjiwa pemimpin serta menjadi problem solver.

Semua yang dilakukan harus berdasarkan akidah islam bukan pada nafsu belaka. Melalui hal ini, terbukti mampu melahirkan generasi yang berkualitas dan mampu membuat perubahan dan membangun peradapan yang mulia. Semua itu akan terwujud jika Negara yang mewujudkannya. Wallahu a’lam bishawab.

×
Berita Terbaru Update