Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bullying Live, Bukti Rusaknya Generasi

Saturday, June 01, 2024 | Saturday, June 01, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:45:30Z

Oleh : Delvia

 

Belum lama ini beredar kabar mengejutkan di media sosial terkait aksi pembullyan atau perundungan yang diduga dilakukan sekelompok remaja perempuan terhadap seorang remaja putri di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan, aksi tersebut disiarkan secara live melalui media sosial pada Rabu 22 Mei 2024.

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian diduga berlangsung di Jalan Siraj Salman, Samarinda. Korban pun diduga merupakan warga Loa Buah. Setelah video aksi pembullyan tersebut viral, muncul pula video lain yang memperlihatkan adegan penganiayaan terhadap korban. Melihat kejadian ini warga masyarakat jadi resah dan meminta kepada aparat untuk segera menyelesaikan perkara ini sampai tuntas serta memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku.

Kapitalisme Biangnya

Kasus pembullyan yang dilakukan remaja ini bukanlah kasus yang pertama kali terjadi. Kejadian serupa sudah sering terjadi baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat sekalipun. Bullying saat ini sudah menjadi trend bahkan lifestylenya generasi. Ini bisa dilihat dari bagaimana mereka melakukan bullying tanpa rasa takut, mereka melakukan aksinya secara terbuka bahkan secara live.

Hal itu wajar karena generasi menganggap bullying bukanlah suatu kejahatan dan keburukan. Mereka menganggap ini merupakan trend. Tidak sedikit dari kasus bullying ini berakhir kematian. Walhasil Sikap ini menunjukkan adanya kesalahan dalam memandang keburukan. Sehingga perilaku buruk ini makin marak dan parah.

Melihat masifnya bullying saat ini, tentu ini menjadi bukti bahwa negara gagal melindungi generasi dari sikap bullying atau perundungan. Perbuatan perundungan yang marak saat ini tak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya, mulai fenomena geng sekolah, pengaruh negatif media, pola asuh dan sistem pendidikan rusak.

Pendidikan yang diberikan kepada generasi saat ini adalah pendidikan yang tidak menanamkan ketakwaan dan keimanan sehingga tidak ada rasa takut di hati mereka ketika melakukan perbuatan dzalim kepada orang lain. Selain itu, lemahnya kontrol masyarakat yang tidak peduli dengan amar makruf nahi mungkar dan hilangnya peran negara dalam menerapkan aturan yang tegas, sehingga solusi yang berjalan tidak efektif menyelesaikan perundungan.

Semua itu merupakan buah dari sistem yang diterapkan saat ini yaitu sistem kapitalisme sekuler. Di mana dalam sistem ini setiap individu diberikan kebebasan dalam melakukan hal apapun. Selain itu kehidupan dan sistem aturan yang sekuler juga menumbuhsuburkan jiwa-jiwa yang jauh dari nilai moral dan agama sehingga mereka jauh dari kesadaran akan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pemikiran mereka liberal, tanpa control menghasilkan pemikiran yang tidak peduli dengan orang lain. Bahkan tidak ada rasa takut akan akibat perbuatan mereka yang merugikan orang lain. Selain itu setiap orang tidak punya standar berpikir yang benar dalam berbuat. Sehingga output pemikirannya adalah kepuasan salah satunya dengan melakukan perundungan.

Tentu hal tersebut sangat miris, generasi yang seharusnya menjadi pembangun dan pelindung bagi umat dan negara justru menjadi boomerang buat negeri ini. Hal ini akan terus terjadi dan bertambah selama sistem yang rusak ini diterapkan. Generasi terus akan dirusak dengan pemikiran yang liberal.

Islam Solusi Perundungan

Islam adalah agama yang sempurna mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk masalah perundungan. Di dalam Islam generasi akan ditanamkan akidah yang sempurna sehingga anak-anak mempunyai keimanan kuat serta mempunyai kepribadian Islam. Pendidikan Islam akan mulai ditanamkan mulai dari rumah dan dilakukan oleh orang tua sebab itu adalah amanah.

Kemudian tidak hanya di rumah, masyarakat juga akan ditumbuhkan kesadaran akan amar ma’ruf nahi mungkar. Sehingga akan timbul rasa kepedulian sosial atas persoaalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.

Allah Taala berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali Imran [3]: 110).

Tidak hanya itu negara juga akan menerapkan hukum syariat mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, politik, kesehatan, keamanan, hukum dan sebagainya termasuk sanksi bagi pelaku perundungan secara tegas. Di dalam Islam negara mampu mewujudkan sanksi tegas bagi tindak kriminal dan pelanggaran aturan Islam, yakni sebagai zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus).

Makna dari zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus) agar orang lain yang bukan pelanggar hukum tercegah untuk melakukan tindak kriminal yang sama dan jika sanksi itu diberlakukan kepada pelanggar hukum, sanksi tersebut dapat menebus dosanya. Sistem Islam inilah yang mampu mewujudkan perlindungan hakiki bagi warga negaranya dari berbagai tindak kejahatan.

Maka sudah saatnya kita tinggalkan sistem yang rusak ini dan kembali ke sistem yang menerapkan hukum-hukum syariat Islam secara kaffah dalam bingkai negara khilafah. Khilafah terbukti mampu mewujudkan kehidupan Islam. Selain itu juga mampu membentuk individu-individu tangguh dan beriman sebagaimana pada masaa kejayaan Islam masa lalu.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update