Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Sawah Cina, Digadang Sebagai Solusi Ketahanan Pangan Indonesia, Gak Bahaya Ta?

Wednesday, May 01, 2024 | Wednesday, May 01, 2024 WIB


Oleh: Lilik Solekah, SHI. 
(Ibu Peduli Generasi)


Tidak masuk akal, Namun  inilah Indonesia. Wacana pembukaan sawah padi cina 1 juta hektar di Kalimantan Tengah diungkap Luhut Binsar Pandjaitan pada money kompas  21/04/24. Pemerintah berencana menggandeng cina untuk mengembangkan lahan pertanian di negeri ini.


Jauh diluar nalar, jika rencana proyek Sawah Cina ini diadakan sebagai solusi menyediakan lumbung pangan, padahal banyak program serupa sebelumnya yang mengalami kegagalan.  Tidakkah mereka berpikir andaikan berhasil, siapa yang akan diuntungkan? 


Bagaimana dengan keamanan negara? bagaimana pembacaan peta politiknya negara? apakah tidak pernah membaca berita bagaimana ambisi cina yang ingin mengembangkan pertanian hingga menjadi lumbung pangan dunia dari sejak bertahun-tahun lalu? dari tahun 2017 lalu cina sudah kelabakan bagaimana sekedar memenuhi kebutuhan pangan 1,4 Milyar penduduknya. Dan sejak itu pula cina telah mengincar lahan pertanian luar negeri termasuk Indonesia. Dan kini dengan leluasa Indonesia menyambutnya dengan kedua tangan terbuka seolah-olah sebagai pahlawan kesiangan. Gila.


Di sisi lain, yang menjadi pertanyaan, mengapa mitigasi kegagalan membangun lumbung pangan justru tidak dilakukan?  dan mengapa tidak terpikirkan untuk memberi solusi pada petani lokal?  Dimana banyak petani yang mengalami kegagalan dan meninggalkan lahan bahkan hingga dijual. Dari fakta ini berimbas pada petani mulai dari makin malas menjadi petani bahkan hingga pensiun sebagai petani. Di sisi yang lain banyak pengangguran dan kemiskinan di negeri ini yang notabene nya anak negeri. Mengapa jika ada lahan sebanyak itu tidak memberdayakan anak negeri saja bukan justru menggandeng asing?


Semua ini akan menjadi kewajaran jika kita menoleh pada sistem yang diterapkan di negeri ini. Karena sekuler kapitalisme tidak akan pernah memikirkan kepentingan rakyat. Penguasa dalam sistem ini yang ada hanya kebutuhan perutnya sendiri, keserakahan menjadi sebuah keniscayaan. Rakyat kelaparan bukan halangan, yang terpenting bisa mencukupi tujuh keturunan bahkan jika bisa wajib abadan.


Jauh berbeda dengan sistem Islam. Yang mampu menyelesaikan segala persoalan termasuk persoalan pangan bahkan dari akar masalahnya, dan tidak Mengapa jika ada lahan tidak memberdayakan anak negeri saja bukan justru menggandeng asing?

 mewujudkan ketahanan pangan saja, namun juga kedaulatan pangan. 


Dalam sistem Islam Negara bertanggung jawab penuh membantu petani, apalagi pertanian adalah persoalan strategis.  Dan jika akan menjalin Kerjasama  dengan asing, maka politik luar negeri Daulah dijadikan sebagai pedoman.  Negara juga tidak akan tergantung pada modal swasta atau asing agar tidak bisa disetir oleh negara asing.


Maka mari kita berjuang untuk menerapkan sistem Islam di negeri ini dan kita campakkan sistem yang menggadaikan kedaulatan pangan dan negara pada asing.  ( Wallahu A'lam bi shawwaf")

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update