Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Kaffah Mampu Mengatasi Banjir Dan Jalan Rusak

Wednesday, May 22, 2024 | Wednesday, May 22, 2024 WIB

By : Lisa Agustin
Pengamat Kebijakan Publik

 

Banjir yang melanda 35 kampung yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, sejak Senin (13/5) hingga Kamis (16/5) membuat terputusnya akses jalan dari Kutai Barat sampai ke Mahakam Ulu.

Kepala Basarnas Kaltim Dody Setiawan mengatakan akses jalan dari Samarinda ke Kutai Barat masih normal. Namun akses jalan dari Kutai Barat ke Mahakam Ulu banyak yang tertutup karena banjir cukup besar akibat luapan sungai. Banyak kawasan permukiman penduduk terendam banjir.

Banjir yang melanda Mahakam Ulu akibat limpahan arus deras bagian hulu Sungai Mahakam, yakni bersumber dari Sungai Long Apari (Kabupaten Mahakam Ulu) dan Sungai Boh (Kabupaten Malinau-Kalimantan Utara). (cnnindonesia.com, 16/05/2024)

Kegagalan Sistem Kapitalisme

Sungguh malang nasib warga Kabupaten Mahakam Ulu yang berhari-hari dikepung banjir. Butuh waktu hingga 4 hari untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah akibat rusaknya akses jalan menuju kota.

Akses jalan rusak di Kutai Barat dan Mahakam Ulu sebenarnya sudah pernah dikeluhkan warga. Tapi belum ada realisasinya. Saat tidak ada curah hujan saja warga kewalahan, apalagi masuk musim hujan semakin menambah problem masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan mengancam nyawa.

Inilah bentuk kegagalan penguasa dalam sistem kapitalisme. Mereka abai terhadap kebutuhan rakyatnya. Keluhan rakyatnya pun sangat lambat direspon. Miris sekali.

Penguasa dalam sistem kapitalisme hanya mementingkan kelancaran akses jalan untuk kelancaran ekonomi para pemodal dibandingkan dengan rakyat jelata. Buktinya pembangunan tidak merata.

Fasilitas jalan mulus hanya ada di kota-kota besar yang dihuni oleh konglomerat atau karyawan bergaji diatas UMR. Berbeda dengan warga kabupaten yang mayoritas penduduknya adalah bertani atau berwirausaha.

Padahal Rasulullah saw pernah bersabda:

“Imam/Khalifah itu laksana penggembala dan hanya ialah yang bertanggung jawab terhadap gembalaannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Banjir dan jalan rusak berulang ini adalah masalah sistemik yang harus segera diselesaikan dg tuntas. Solusinya pun harus sistemik.

Keberhasilan Sistem Islam

Islam sebagai sistem kehidupan yang sempurna memiliki solusi untuk menangani banjir dan jalan yang rusak. Kuncinya ada pada 3 pilar takwa yaitu, ketakwaan pemimpin, ketakwaan masyarakat dan ketakwaan individu.

Pemimpin dalam sistem Islam adalah pemimpin yang bertakwa. Pemimpin yang senantiasa mengamalkan hukum syara sebagai seorang pemimpin.

Dalam hadits Nabi saw diatas, pemimpin dalam sistem Islam diumpamakan sebagai penggembala yang bertanggung jawab atas gembalaanya. Jadi jika ada keluhan dari rakyatnya, seorang pemimpin akan segera mengatasinya dengan baik.

Jalan merupakan salah satu fasilitas umum yang amat dibutuhkan bagi kehidupan masyarakat. Tanpa akses jalan yang baik maka aktivitas keseharian masyarakat akan terhambat.

Jalan adalah fasilitas umum yang wajib dipenuhi negara. Jika ada keluhan jalan rusak dari masyarakat, maka negara wajib segera bertanggung jawab untuk memperbaikinya. Dasarnya adalah mencari ridho Allah. Bukan faktor ekonomi ataupun bisnis.

Ketika masuk musim penghujan, negara dengan siaga mempersiapkan mitigasi bencana untuk menghadapi banjir. Tanggul-tanggul sungai akan diperiksa, jika ada yang rusak akan diperbaiki. Pendangkalan sungai akan dikeruk agar mampu menampung dan mengalirkan debit air hujan. Sehingga kemungkinan terburuk bisa diminimalkan sebelum terjadi.

Penguasa dalam sistem Islam melakukan kewajiban sebagai pemimpin dilandasi oleh dorongan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Begitulah seharusnya mindset yang wajib dimiliki oleh setiap orang yang beriman yang diamanahi sebuah kepemimpinan. Insyaallah berkah dari langit akan senantiasa menaungi rakyatnya. Wallahu alam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update