Oleh: Rahmi Surainah, M.Pd alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin
IKN sedang bersolek secantik mungkin dengan anggaran jumbo. Di luar pagar istana, ada warga Balikpapan dan PPU yang harus berjuang setengah mati sekadar untuk mendapatkan air bersih.
Sebut saja warga di kawasan Rengganis, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan sempat berkumpul. Mereka jenuh dengan respons pihak PTMB dalam menyikapi keluhan warga. Pasalnya, sejumlah warga di kawasan tersebut belum mendapat giliran distribusi air sejak lebaran 2024 lalu. Bahkan salah seorang warga, mengaku sejak Agustus 2023 silam belum mendapatkan distribusi air.
Di PPU sendiri mega proyek pembangunan proyek-proyek air seperti bendungan, intake, transmisi pipa sungai hingga proyek penanganan banjir yang dikemas atas nama proyek sponge city, di bangun di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Sepaku diduga telah menimbulkan daya rusak bagi masyarakat Sepaku. Puluhan keluarga Suku Balik kehilangan akses terhadap sungai.
Bendungan Sepaku Semoi yang berada di bentang Sungai Mentoyok atau sering disebut Sungai Tengin dan Intake Sepaku, di bangun di atas bentang Sungai Sepaku. Di lapangan masyarakat justru kesulitan mendapatkan air untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Air yang dulu gratis dari sungai kini harus dibeli dalam bentuk air galon. Banyak keluarga yang harus menunggu pembagian air dari pihak kontraktor proyek bendungan.
Tidak hanya Balikpapan dan PPU, krisis air bersih juga dirasakan masyarakat Desa Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara diakibatkan dalam dua bulan terakhir fasilitas air bersih tidak dapat berfungsi maksimal. Padahal, fasilitas air bersih tersebut dibangun dengan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) sebesar Rp600 Juta.
Penguasa Abai dengan Rakyat
Miris tentunya di tengah pembangunan IKN dengan anggaran fantastis masyarakat Kaltim masih mengalami krisis air bersih. Padahal air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Air merupakan kebutuhan primer, seharusnya negara menyediakan secara gratis dan mengusahakan dengan berbagai cara demi tercukupinya kebutuhan primer ini. Jika ada kerusakan maka negara harus segera memperbaiki agar akses air pulih. Sayangnya balada krisis air bersih ini dibiarkan bertahan lama.
Hidup di zaman kapitalis sekuler sekarang memang sangat sulit dan berbagai problem kehidupan dialami. Berbagai krisis meliputi negeri ini, di antaranya krisis air bersih. Masyarakat harus berbayar menggunakan air bersih, tak jarang terpaksa menggunakan air tak layak demi bertahan hidup.
Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa air sudah terpinggirkan di banding hal-hal lain yang bukan prioritas. Sebaliknya negara lebih perhatian kepada para kapital pengusaha dengan izin usahanya. Sumber mata air pun diprivatisasi dan dikomersialkan kepada masyarakat.
Pemenuhan Air dalam Islam
Dalam Islam, air merupakan kepemilikan umum yakni benda-benda yang dinyatakan oleh Allah Swt yang diperuntukan untuk masyarakat, dilarang dikuasai oleh hanya seorang saja baik swasta maupun asing. Fasilitas umum adalah apa saja yang dianggap sebagai kepentingan manusia secara umum, termasuk air.
Rasulullah Saw telah menjelaskan fasilitas umum dari segi sifatnya, bukan dari segi jumlahnya. Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda yang artinya:
“Kaum muslim bersekutu (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, padang, dan api” (HR. Abu Dawud).
Islam telah mengatur bagaimana seharusnya air bisa dinikmati oleh semua masyarakat. Air adalah kepemilikan umum dan semua berhak menikmatinya. Negara Islam wajib menyediakan dan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat termasuk air dengan berbagai cara dan sekuat tenaga karena negara adalah raa’in.
Pemimpin dalam Islam tidak boleh abai dalam hal ini, abai terhadap pemenuhan air sama saja melanggar syariah Islam. Sama halnya kita sebagai umat Islam tidak boleh abai akan persoalan ini, balada krisis air bersih harus segera diselesaikan. Tentunya dengan mengingatkan penguasa dan masyarakat lainnya untuk kembali kepada aturan Islam.
Wallahu’alam.
No comments:
Post a Comment