Tanggal 7 April 2024 diperingati sebagai “World Health Day” atau Hari Kesehatan Sedunia. Ini ditetapkan sejak WHO berdiri di tahun 1948. Tema Hari Kesehatan sedunia tahun ini adalah 'My health, my right’, atau kesehatan kita adalah hak kita.
Tema ini dipilih oleh WHO karena hak mendapatkan kesehatan yang setara masih mendapat tantangan di berbagai belahan dunia yang ditunjukkan dengan terjadinya berbagai wabah dan peningkatan berbagai jenis penyakit, terjadinya berbagai perang, kelaparan bahkan kematian, merebaknya masalah polusi udara, dan lebih dari separuh penduduk dunia belum sepenuhnya mendapat pelayanan kesehatan esensial bermutu yang diperlukan.
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan melalui kampanye Hari Kesehatan Dunia 2024, diharapkan terwujudnya kesehatan bagi semua agar mendapat akses pelayanan kesehatan bermutu.
Harapan tersebut ingin diwujudkam dengan program setia yang berjalan hingga saat ini yaitu JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang diselenggatakan oleh BPJS. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan mencatat lebih dari 269 juta masyarakat Indonesia telah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Angka ini hampir mencapai target 98% dari jumlah total penduduk Indonesia.
BPJS Kesehatan memaknai Hari Kesehatan Sedunia dengan menciptakan masyarakat yang sehat sebagai fondasi terciptanya negara yang kuat. Salah satu caranya melalui Program JKN yang memiliki konsep berperan aktif melindungi diri sendiri dan keluarga atau protection, berbagi dengan sesama dalam skema gotong royong yang merupakan budaya Indonesia atau sharing dan patuh sebagai warga negara dengan menjadi peserta Program JKN atau compliance.
Namun fakta di lapangan tidak sesuai dengan harapan. Sudah menjadi hal umum bahwa pelayanan bagi pasien yang menggunakan BPJS tidak sama dengan pelayanan yang diberikan kepada pasien non-BPJS. Berbagai keluhan peserta BPJS masih menjadi PR besar yang butuh diatasai diantaranya, birokrasi yang ribet dan lama, lambat dalam penanganan pasien, layanan kurang optimal dan kurang berkualitas, iuran bulanan yang semakin naik, serta kasus terbaru adanya pelanggaran HAM oleh BPJS. Hal ini menambah daftar merah kebobrokan BPJS dalam menangani pelayanan kesehatan bagi rakyat Indonesia.
Padahal Kesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang wajib dijamin oleh negara. Namun hari ini jaminan tersebut seakan menjadi hal yang langka didapatkan masyarakat kecuali bagi individu-individu tertentu yang punya modal lebih. Cara pandang kapitalis yang masih menjerat negeri ini semakin terasa dampaknya dilihat dari besarnya kesenjangan yang dirasakan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Individu yang punya duit bisa mendapatkan pelayanan dengan kualitas terbaik sedangkan individu dengan ekonomi menengah ke bawah hanya bisa pasrah dengan pelayanan yang seadanya.
Dalam Islam, kesehatan sangatlah penting.
Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang ketika memasuki pagi hari sehat badannya, maka seolah-olah dunia telah menjadi miliknya.” (HR Bukhari).
Dalam Islam Kesehatan adalah kebutuhan pokok manusia sehingga negara wajib menyediakan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk rakyatnya. Mengurusi kebutuhan kesehatan juga salah satu dari bebagai amanah penguasa yang wajib untuk ditunaikan dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Penguasa wajib memberikan jaminan kesehatan secara merata bagi setiap rakyat dengan kualitas terbaik dan gratis. Rasulullah saw. bersabda “Imam (penguasa) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang ia urus.” (HR Bukhari).
Sehingga untuk mewujudkan jaminan kesehatan ini mustahil jika masih bergantung pada BPJS yang orientasinya keuntungan semata. Seharusnya kita sebagai umat muslim kembali kepada konsep kesehatan dalam islam yang dibangun atas pondasi penerapan syariat Islam secara kaffah. Hal tersebut memungkinkan pelayanan kesehatan didapatkan setiap rakyat secara gratis karena sektor kehidupan yang menopang kesehatan seperti ekonomi dan politiknya di atur dengan Islam pula. Alhasil kesehatan bermutu hanya bisa terwujud dengan menerapkan sistem pemerintahan Islam yang dicontohkan Rasulullah saw. dan khulafa setelahnya. Wallahu a’lam bi showab.

No comments:
Post a Comment