Oleh Hasna Fauziyyah KH
Pegawai Swasta
Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengatakan, sumber daya manusia (SDM) yang unggul sangat penting untuk membawa Indonesia lepas dari middle income trap. Airlangga menegaskan bahwa kualitas SDM berperan penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia menyebut peran ibu juga sangat penting dalam mendidik anak-anaknya, yang kelak akan menjadi tulang punggung negara. Airlangga lantas mengungkit program makan siang gratis untuk anak sebagai bentuk investasi SDM. (nasional.kompas.com, 7/4/2024)
Sementara itu wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka mengaku mengirimkan tim ke India untuk belajar mengenai program makan siang gratis. Menurutnya, India bisa jadi percontohan program ini dan agar program ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (forumkeadilan.com)
Pahadal, dalam membentuk generasi unggul tidak hanya dipengaruhi oleh makanan, banyak faktor yang mempengaruhi, seperti sistem ekonomi, pendidikan, dan politik yang diterapkan. Bahkan terselenggaranya program ini masih jadi pertanyaan mengingat besarnya peluang korupsi atas program yang diselenggarakan negara hari ini yang justru menjauhkan terwujudnya target yang dimaksud. Terwujudnya makan siang gratis tidak menjamin terpenuhinya akses pendidikan bagi seluruh warga negara. Apalagi kehidupan yang diatur oleh sistem kapitalisme, pendidikan adalah barang mahal yang hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu saja. Kalaupun negara menyediakan, kualitas dan jenjang pendidikannya masih rendah.
Posisi Indonesia di middle income trap juga bukan semata karena kualitas SDM yang rendah. Ada banyak faktor lain yang juga berperan, termasuk sistem ekonomi yang digunakan. Ditambah lagi kualitas SDM tidak hanya diukur dari kesehatan fisiknya, namun juga kesehatan mental anak. Penerapan sistem kapitalisme yang berasaskan pemisahan agama dari kehidupan telah manjadikan anak tidak memahami jati dirinya. Mereka terbentuk menjadi generasi liberal yang jauh dari pemahaman agama dan sangat mudah bermaksiat pada Sang Pencipta.
Ukuran kemuliaan hidup digambarkan sebatas materi. Mereka tak memahami hakikat kehidupan sebagai hamba Allah Swt. sehingga mentalnya lemah. Ketika dihadapkan pada persoalan hidup, mereka tak mampu menyelesaikannya dengan tuntas, bahkan cenderung mencari jalan pintas seperti bunuh diri, dan sebagainya.
Sementara semua ini tidak ada kaitannya dengan makan siang gratis yang sudah dicanangkan kepemimpinan baru negeri ini. Banyaknya anak sekolah yang belum mampu mengakses kebutuhan pokok berupa pangan yang mencukupi dan bergizi, ini bukti gagalnya penguasa dalam menjamin kesejahteraan rakyatnya individu per individu.
Saat ini banyak ayah menganggur karena minimnya lapangan pekerjaan dan rendahnya skill. Akibatnya mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga dengan baik. Jadi problem utamanya bukan sekadar tak adanya program yang mampu memenuhi kebutuhan perut peserta didik, akan tetapi ini adalah problem sistemik yakni diterapkannya sistem kapitalisme-sekularisme di negeri ini.
Generasi berkualitas dengan dukungan penuh dari kemajuan ekonomi negara dan sistem politik yang unggul hanya akan terwujud dalam naungan khilafah Islamiyah.
Islam mewajibkan negara menjamin kesejahteraan warganya termasuk anak sekolah, sehingga akan mudah terwujud generasi berkualitas. Islam juga mewajibkan negara menjalankan sistem Islam termasuk sistem ekonomi Islam, sehingga ekonomi negara menjadi ekonomi mandiri dan maju. Dalam khilafah, kesejahteraan rakyat akan terjamin melalui beberapa mekanisme:
Pertama, khalifah menetapkan setiap muslim laki-laki, khususnya kepala rumah tangga, bertanggung jawab bekerja dan memenuhi nafkah keluarganya. Hal ini akan didukung dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang luas dan memadai serta di bawah kontrol negara secara langsung.
Kedua, khilafah mendorong masyarakat untuk saling tolong menolong jika ada yang mengalami kesulitan keuangan dan ditimpa kemiskinan.
Ketiga, khilafah akan menerapkan sistem ekonomi Islam, yang tujuannya hanya ditujukan untuk kemakmuran rakyat.
Negara tidak akan terjebak pada kondisi perekonomian yang buruk secara berkala sebagaimana dalam sistem kapitalisme. Khilafah juga akan memudahkan seluruh rakyat mengakses sandang, pangan, papan yang layak. Kebijakan khalifah dalam ketahanan pangan negara dipastikan dapat memenuhi gizi masyarakat sehingga memampukan siapapun berpikir optimal dalam memahami Islam dan syariatnya. Hal ini akan terwujud dalam negara yang menerapkan Islam kafah.
Wallahu a'lam bishshawab

No comments:
Post a Comment