Menjelang mudik lebaran, kemacetan terjadi dimana-mana. Begitu miris negeri ini karena kemacetan selalu berulang setiap tahunnya. Kemacetan ini seolah menjadi rutinitas yang tak terhindarkan.
Lebaran tahun 2024, kemacetan parah terjadi di tol Merak. Waktu tempuh hingga dapat naik ke atas kapal adalah tujuh jam. Salah satu pusat kemacetan adalah sebelum embarkasi ke kapal, di mana calon penumpang harus mengantri dalam tiga kantong berbeda sebelum dapat naik ke kapal. Antrian tersebut dapat memakan waktu hingga 4 jam. Sebelum sampai pelabuhan Merak, kemacetan parah juga terjadi di Tol Tangerang-Merak KM 95. kendaraan yang melintas bahkan terhenti beberapa menit tak bergerak.
Selain itu, Kakorlantas Polri juga menilang 200 truk karena melintas saat mudik lebaran. Penilangan dilakukan karena truk-truk ini berpengaruh besar terhadap kelancaran arus lalu lintas saat mudik lebaran.
Layanan kelancaran transportasi selalu menjadi problem setiap saat-saat istimewa, termasuk lebaran. Hal itu menunjukkan mitigasi tidak berjalan dengan baik sehingga tidak menyelesaikan persoalan, termasuk membuat langkah antisipasi. Di sisi lain, masyarakat seolah memaklumi kelalaian negra tersebut, bahkan membuat negara berlindung dalam permakluman tersebut sehingga tidak menyusun langkah yang tepat.
Di sisi umat, perjalanan mudik yang horror ini mengorbankan hari-hari terakhir ramadhan, yaitu suasana menjadi tidak dalam kekhusyukan untuk menjalankan rangkaian ibadah. Suasana ramadhan yang begitu dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia karena setiap badah berlipat ganda nilainya yang hanya didapatkan pada bulan ramadhan saja.
Harusnya pemerintah dapat mengambil pelajaran dari kejadian kemacetan yang bertahun-tahun ini dan dapat membuat langkah antisipasi yang tepat dan memadai, yakni dengan mitigasi terbaik untuk kelancaran dan kenyamanan transportasi dan perjalanan umat yang memang sudah menjadi tugas pokok negara. Namun apa yang menjadi harapan rakyat ini adalah ilusi semata. Hal ini mustahil terjadi mengingat sistem kapitalisme yang diterapkan di negari ini yang sama sekali tidak memprioritaskan kebutuhan rakyatnya bahkan dengan sengaja mengabaikannya. Horor kemacetan mudik adalah salah satu dari sekian banyak buah busuk sistem kapitalisme yang dirasakan umat saat ini dan masih banyak lagi buah busuk lainnya yang membuat umat sengsara.
Berbeda halnya dengan sistem Islam. Islam menetapkan negara untuk mengurus rakyat sesuai dengan hukum Allah, termasuk melakukan mitigasi optimal sebagai bentuk periayahan negara atas rakyat, khsuusnya dalam hal transportasi untuk kebutuhan mudik. Negara Islam akan memberikan jaminan agar rakyat dapat melaksanakan ramadhan dengan optimal dan penuh kekhusyukan sehingga buah ketakwaan yang hakiki bisa diraih oleh seluruh umat muslim yang tentu akan membawa ketenangan dalam hidup masing-masing individu. Hal ini hanya akan terjadi bila kita dipimpin dalam sistem pemerintahan Islam (Khilafah) yang menerapkan aturan lslam secara kaffah dan sudah terbukti memegang kejayaan di masa lalu.
Oleh sebab itu, sudah saatnyalah kita memperjuangkan agar negara Daulah Khilafah Islamiyyah dapat berdiri ditengah-tengah umat dan memimpin dunia dengan peradaban Islam yang diridhoi oleh Allah SWT.
Wallahu a'lam bishshowaab.

No comments:
Post a Comment