Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aksi Kejahatan Meningkat Saat Ramadhan, Kesucian Ramadhan Ternodai

Sunday, April 14, 2024 | Sunday, April 14, 2024 WIB


Oleh Fina Fadilah Siregar 
(Aktivis Muslimah)


Aksi kejahatan di bulan ramadhan kembali meningkat diberbagai wilayah di Indonesia. Di daerah Bogor, Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap tiga kasus kejahatan pencurian yang terjadi di wilayahnya. Pertama, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jalan Warung Bandrek, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, pada Jumat (23/2) lalu. 


Dihari yang sama, kejadian pencurian terjadi di halaman parkir kosan dadeng Jalan Malabar Ujung, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Jumat (23/2/2024). Kasus pencurian ketiga yang berhasil diungkap yaitu pencurian bermotor di Jalan Cibadak, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Sabtu (24/2/2024).


Sementara itu, sebuah rumah di kawasan Perumahan Bukit Agung, Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, dibobol pencuri. Aksi pencurian itu terjadi saat pemiliknya Salat Tarawih. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (23/3/2024).


Kesucian bulan ramadan ternodai dengan maraknya kejahatan di tengah masyarakat.  Kejahatan ini akibat kemiskinan yang mendera masyarakat dan lemahnya iman di dada. Semua ini adalah akibat penerapan sistem kapitalisme sekuler yang menciptakan kemiskinan dan lemahnya iman. Kemiskinan tersistem tercipta dari sulitnya perekonomian rakyat, sehingga banyak orang yang gelap mata melakukan tindak kejahatan demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sulitnya memenuhi kebutuhan hidup menjadikan manusia memiliki iman yang lemah sehingga mudah melakukan hal-hal yang dilarang dalam agama. Terlebih aksi kejahatan yang meningkat saat ramadhan, sehingga kesucian ramadhan ternodai.


Inilah potret nyata kehidupan dalam sistem kapitalisme. Pemerintah lepas tangan dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya dan juga tidak menjamin keamanan rakyat. Pemerintah hanya mementingkan kepentingan antek-anteknya dan mengabaikan tugas pokoknya sebagai pelindung dan pengayom rakyat yang sudah diamanahkan kepadanya. 


Berbeda halnya dengan sistem Islam. Islam menjadikan negara sebagai ra’in yang menjamin kesejahteraan rakyat melalui  pemenuhan kebutuhan pokok rakyat oleh negara, juga adanya jaminan keamananan bagi seluruh rakyat. Sehingga mustahil adanya kemiskinan dan tindak-tindak kejahatan yang mengancam keamanan jiwa.


Islam membangun kehidupan yang aman dan tentram dengan kekuatan tiga pilar,  yaitu ketakwaan individu, masyarakat yang peduli dan negara yang menerapkan aturan lslam termasuk sistem sanksi yang tegas dan menjerakan. Ketakwaan individu lahir dengan adanya iman yang kuat yang berasal dari ajaran agama yang didapat dan dilaksanakan sesuai dengan aturan syariat tanpa ada tawar menawar. Selain itu, juga  terdapat kontrol masyarakat, sehingga semua masyarakat peduli atas segala kemungkaran dan tindak kejahatan yang terjadi walaupun itu dilakukan oleh orang yang bukan keluarganya sendiri, melainkan dilakukan oleh orang lain. Serta hal terpenting juga datang dari negara yang menerapkan aturan Islam secara keseluruhan dan memberi sanksi tegas dan menjerakan terhadap semua tindak kejahatan dan kezhaliman yang terjadi, sehingga tidak akan ada orang yang berani melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. 


Begitulah mulianya Islam sebagai agama yang sempurna. Dimana dalam setiap lini kehidupan sudah ada aturan lengkap untuk mengatur kehidupan umat. Bulan ramadhan tidak akan ternodai dengan berbagai aksi kejahatan, melainkan menjadi bulan yang selalu dirindukan sepanjang zaman karena menjadi bulan yang penuh rahmat dan ampunan.


Wallahu a'lam bishshowaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update