Oleh : Emi Kartini (Muslimah Peduli Umat)
Indonesia
kembali berduka atas kejadian tabrakan nya Kereta Api (KA) Lokal dengan Kereta
Api Turangga PLB 65A Jum'at 5 Januari 2024 di Haurpugur Cicalengka kabupaten
Bandung, pukul 06:30 waktu Indonesia barat. Ini sudah yang kesekian kalinya
terjadi kecelakaan kereta api, dan peristiwa ini jadi awal pembuka tahun 2024.
Sebelumnya, di tahun 2023 yang baru saja ditinggalkan banyak terjadi kecelakaan
kereta api, atau biasa disebut dengan Peristiwa Luar biasa Hebat (PLH), dan ini
tentu saja menjadi sorotan utama dalam
pelayanan transportasi publik di negara ini dan peristiwa ini melibatkan
berbagai jenis insiden seperti, tabrakan, anjlok, terguling atau terbakarnya
kereta api.
Akibat dari terjadinya insiden insiden diatas hal itu selain mengakibatkan kerugian material juga tentu saja memakan korban jiwa yang tidak sedikit mengingat kereta api merupakan salah satu kendaraan dengan jumlah penumpang yang sangat banyak, sehingga ketika terjadi kecelakaan kereta maka tidak menutup kemungkinan akan banyak memakan korban jiwa. Penyebab kecelakaan ini bisa muncul akibat beberapa faktor, mulai dari human error, sistem error, perlintasan kereta yang kurang memadai, kurangnya perawatan kereta atau juga rem kereta yang tidak berfungsi dengan baik, hal itu bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan kereta api,
Dan kecelakaan yang baru saja terjadi di Haurpugur Cicalengka pun terjadi akibat faktor yang disebutkan di atas, yaitu kurangnya jalur kereta yang akan dilintasi oleh kereta api, dan juga minimnya sinyal yang buruk, seperti di stasiun Cicalengka yang masih menggunakan sinyal blok mekanik perbedaan model persinyalan ini akan membedakan cara pengoperasiannya dan hal ini rentan munculnya tabrakan kereta api, ini menunjukkan minimnya mitigasi untuk menciptakan transportasi yang aman untuk digunakan penumpang.
Sesungguhnya
kecelakaan kereta api bukan hanya sekedar musibah, tapi merupakan tata kelola
transportasi yang salah juga ada kedzaliman di dalamnya karena ada hal yang
diabaikan sebab dalam sistem kapitalisme
menjadikan paradigma penguasa kepada rakyat adalah bisnis dimana keuntungan
dijadikan landasan kebijakan sehingga mereka mengabaikan nyawa rakyatnya. Para
pemilik modal hanya memikirkan keuntungan dari setiap usaha yang mereka
jalankan tanpa memikirkan dampak bagi rakyat atas usaha yang mereka lakukan
tersebut, sehingga berbagai musibah pun terjadi tak urung nyawa pun menjadi
taruhannya. Dan untuk penguasa saat ini pun mereka abai akan keselamatan rakyatnya
mereka lebih berpihak kepada oligarki. Jika diibaratkan pemilik modal tuannya
dan mereka pelaksanya, sungguh sistem ini menjadikan negara tidak memiliki visi
melayani umat, sungguh miris nasib rakyat di negeri ini keselamatan jiwa
menjadi taruhan demi keuntungan segelintir orang yaitu para pengusaha.
Sangat
berbeda dengan sistem Islam dengan institusi khilafahnya jaminan transportasi
yang aman, nyaman dan murah, dengan mengutamakan keselamatan penumpang. Dan hal
ini hanya bisa diwujudkan dalam sistem Islam, karena dalam Islam seorang
pemimpin yang disebut Khalifah merupakan pelayan/bagi rakyatnya, sehingga
keselamatan rakyatnya merupakan hal utama dibandingkan dengan keuntungan yang
akan didapat, sebab tanggung jawab seorang pemimpin bukan hanya dunia tapi juga
sampai akhirat, karena Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban atas
kepemimpinannya kelak di akhirat. Dan terkait modal transportasi tidak terlepas
dari paradigma pembangunan infrastruktur dalam Islam, yakni disediakan untuk
kemaslahatan umat untuk memudahkan aktivitas umat dengan tidak.membahayakan
umat, oleh karena itu akan tersediakan secara murah bahkan gratis dan aman
untuk dinikmati oleh umat.
Wallahu
alam biashawab
.png)
No comments:
Post a Comment