Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Donasi untuk Palestina Solusi yang Tak Solutif

Thursday, January 18, 2024 | Thursday, January 18, 2024 WIB



Oleh Entin Hayatin 

Ibu Rumah  Tangga dan Aktivis Muslimah


Konflik Palestina masih membara berita-beritanya pun masih terus disiarkan baik di televisi ataupun di media-media sosial lainnya. Amil zakat nasional atau baznas kabupaten Bandung telah berhasil mengumpulkan donasi bantuan untuk Palestina sebesar Rp500 juta dengan target akhir mencapai 1 miliar. Salah satu penyumbangnya adalah seorang anak SD. Donasi yang terkumpul berasal dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk siswa SD, SMP/ Mts, sampai tingkat SMA/MA. Penggalangan dana untuk Palestina tidak hanya di kabupaten Bandung saja, tapi di beberapa kota pun diselenggarakan penggalangan dana untuk Palestina, uang donasi itu disalurkan untuk Membantu memenuhi kebutuhan masyarakat Palestina  termasuk makanan minuman dan obat-obatan.


Rakyat Palestina sangatlah membutuhkan bantuan, hanya saja yang dibutuhkan bukan saja bantuan berupa uang, makanan, minuman dan obat-obatan saja, tetapi rakyat Palestina sangat membutuhkan bantuan yang benar-benar bisa membuat rakyat Palestina merdeka dari penjajahan zionis yahudi Laknatullah. Bantuan logistik bukan satu-satunya bantuan yang dibutuhkan oleh warga Palestina, bantuan tersebut hanya bantuan kecil saja yang sifatnya jangka pendek. Dan bantuan itupun tidak bisa menuntaskan permasalahan konflik Palestina Israel, bantuan yang sesungguhnya mereka harapkan adalah para penguasa muslim khususnya, mengirimkan para aparat dengan bantuan militernya untuk membantu mengusir para penjajah zionis israel, Namun sayang, hampir semua negara-negara muslim bungkam atas apa yang terjadi di palestina yang akar permasalahannya adalah penjajahan dan pendudukan, negara muslim tidak ada yang berani mengerahkan militernya guna membantu rakyat Palestina. semua itu dikarenakan terhalang oleh sekat nasionalisme yang menjadikan negeri-negeri kaum muslim terpecah belah, sehingga tidak bisa membantu saudara-saudara seakidah yang saat ini sedang terjajah. Begitupun organisasi perdamaian dunia seperti PBB, OKI seakan mereka tak mampu menghentikan keganasan serangan zionis yahudi terhadap palestina. 


Mayoritas warga Palestina adalah muslim, dan Islam mengajarkan agar saling menolong antar sesama,  apalagi terhadap sesama muslim adalah menjadi suatu kewajiban untuk senantiasa saling tolong menolong. Yang dibutuhkan rakyat Palestina adalah bantuan secara fisik dari negeri-negeri muslim yaitu dengan mengirimkan militernya untuk melawan atau mengusir penjajah zionis yahudi, tetapi sistem demokrasi yang menghalangi negeri-negeri muslim untuk bersatu dengan adanya nasionalisme menjadikan negara muslim seakan tak berdaya, yang mereka lakukan hanya sebatas mengecam atau mengutuk


Berbeda dengan sistem Islam,  dalam aturan Islam, umat muslim mampu bersatu dalam satu aturan di bawah naungan Khilafah. Daulah Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah akan menjaga setiap jengkal tanah dari rongrongan Para penjajah dan khalifah akan memberikan bantuan terhadap negeri-negeri yang dijajah oleh orang-orang kafir, khalifah akan mengirimkan bantuannya dengan mengerahkan para militer beserta peralatan perang nya untuk melawan atau mengusir para penjajah di negeri tersebut. Karena fungsi pemimpin di Daulah Khilafah adalah untuk mengurusi umat, salah satunya memberikan keamanan pada rakyatnya.  Pemimpin Islam memahami bahwa umat muslim satu dengan yang lainnya  bersaudara. Sebagaimana Allah berfirman dalam Quran Surat al-hujurat ayat 10 yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara."


Maka, tidak ada yang mampu menyatukan seluruh umat muslim dala satu aturan yang sama selain dengan diterapkannya sistem Islam dalam aspek-aspek kehidupan.


Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update