Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahasiswa Anarkis Berujung Miris

Friday, December 29, 2023 | Friday, December 29, 2023 WIB


Oleh : Anna Ummu Maryam

Pegiat Literasi Peduli Negeri


Ratusan mahasiswa di provinsi Aceh menyerbu tempat penampungan sementara lebih dari seratus pengungsi Rohingya, Rabu (27/12), memaksa mereka untuk meninggalkan tempat tersebut sebagai bentuk penolakan terbaru terhadap minoritas Myanmar yang teraniaya itu.


Lebih dari 1.500 pengungsi Rohingya telah tiba di pesisir provinsi Aceh sejak pertengahan November, yang menurut PBB merupakan gelombang pengungsi terbesar dalam delapan tahun terakhir. 

Para mahasiswa, banyak di antara mereka mengenakan jaket dengan lambang universitas yang berbeda.


Mereka memasuki ruang serbaguna pemerintah di ibu kota Banda Aceh tempat 137 pengungsi Rohingya menginap. Para mahasiswa tersebut meminta mereka dipindahkan ke kantor imigrasi setempat agar mereka dapat dideportasi, menurut rekaman yang dilihat kantor berita AFP.(VOA indonesia.com 27/12/2023).


Lagi - lagi kita dikagetkan dengan aksi Mahasiswa Aceh yang menuntut penolakan dan pengusiran pengungsi Rohingya. Aksi mereka sungguh disayangkan karena aksi tersebut dilakukan dengan memindahkan pengungsi menggunakan mobil ke kantor imigrasi. 


Hal ini seolah-olah menjadi dukungan bagi pihak yang menolak pengungsi Rohingya yang ada di Aceh. Padahal yang menolak pengungsi ini adalah pihak yang terprofokasi dengan media sosial dan beberapa orang yang punya sentimen tak beralasan.


Mediapun secara berkala terus menyiarkan ujaran kebencian ini seolah-olah ingin mengambil keuntungan dari kasus tersebut sehingga menaikkan rating acaranya. 


Padahal yang terjadi justru banyak warga Aceh yang menerima baik mereka dan memberikan bantuan suka rela pada mereka tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Hal ini dimanfaatkan oleh oknum untuk mengambil keuntungan dari konflik ini.


Anehnya banyak yang latah dan terburu buru membenarkan hoax yang ada. Dan semakin ikut andil dalam ujaran kebencian tersebut. Tanpa menyadari bahwa tindakan tersebut berakibat buruk kedepannya.


Terprovokasi Media


Inilah yang sebenarnya terjadi, sehingga yang lain jadi ikutan dengan harapan mendapatkan perhatian dan menaikkan rating. Jika hanya tidak suka maka ini masih wajar namun jika sudah sampai pada menyebar berita hoax dan ujaran kebencian tanpa dasar itu sudah namanya kurang ajar.


Mahasiswa cerminan intelektual dan pemikir justru jatuh dalam lumpur kebodohan. Ini menandakan mahasiswa buta fakta dan miskin solusi. Seharusnya mahasiswa harus lebih cerdas dan menjadi pribadi yang peduli terhadap nasib saudaranya yang muslim ini. Bukan justru ikut memprovokasi dengan mengatasnamakan masyarakat.


Ini namanya mengaduk aduk lumpur tanpa tau duduk masalah nya. Akar masalah pengungsi Rohingya ini adalah penguasa dinegeri mereka anarkis yang membantai, membunuh, memperkosa dan membakar tempat tinggal serta tidak mengakui mereka sebagai warga negara hingga pengusiran besar besaran.


Justru yang menjadi tertuduh adalah pihak yang teraniaya dan terusir. Yaitu para pengungsi Rohingya. Latahnya sebagian warga Aceh dan para mahasiswa kian menunjukkan rendahnya taraf berfikir sehingga sangat gampang diprovokasi oleh media asing dengan beragam bentuknya.


Mengapa bisa demikian?. Karena sistem yang dijalankan manusia hari ini adalah sistem kapitalis yang menjadikan manusia mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain. Kisah pilu yang terjadi pada manusia bukan diberikan pertolongan justru dijadikan umpan untuk menaikkan rating penyuka media tersebut.


Begitulah sistem kapitalis yang selalu berupaya mencari keuntungan diatas penderitaan siapapun bahkan termasuk dirinya sendiri. Sehingga wajar kefalidan sebuah informasi sangat sulit kecuali kita langsung melihatnya. 


Konferensi pers para mahasiswa sudah membuktikan bahwa tindakan mereka lakukan karena latah dan ingin eksis. Padahal kebencian itu tak berdasar karena mahasiswa ini belum terjun lapangan dan membantu para korban pengungsi sehingga mudah terpancing emosi.


Islam Hadir Sebagai Solusi


Islam adalah agama mulia yang mengajarkan manusia menjadi mulia dan mengatur kehidupannya didalam Al Qur'an agar ia dapat menjadi insan mulia dimuka bumi. Lalu bagaimana mungkin manusia tidak menjadikan Islam sebagai rujukan.


Yang paling penting yang harus diingat kaum muslim adalah :


Pertama, setia muslim itu adalah saudara sehingga perlakuan yang diberikan bagaikan satu tubuh. Maka kita harus menjauhkan diri dari perselisihan dan menciptakan perdamaian.


“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. al-Hujurat [49]: 10).


"Perumpamaan kaum mukmin dalam saling cinta, saling mengasihani, dan belas kasih mereka bagaikan satu jasad. Apabila satu anggotanya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan tidak bisa tidur dan demam." (HR Muslim)


Kedua, setiap muslim itu adalah penolong dalam kebaikan.


"Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan dari seorang mukmin ketika di dunia, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi keburukan seorang muslim, Allah akan menutupi keburukannya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya." (HR Muslim)


Ketiga, segala perbuatan manusia akan diminta pertanggung jawabannya.


"Allah SWT akan mempertanyakan manusia pada hari kiamat nanti, hingga menanyakan tentang: apa yang menghalangimu ketika melihat kemungkaran sehingga engkau tidak mencegah kemungkaran itu? Ketika Allah SWT mengajarkan kepada sang hamba untuk menjawabnya, sang hamba akan segera menjawab, "Wahai Rabbku, aku hanya mengharapkan-Mu, dan aku telah meninggalkan manusia." (HR Imam Ahmad)


Keempat, menuduh orang baik baik melakukan keburukan adalah perbuatan tercela.


"Wahai orang yang beriman dengan lisannya. Sementara keimanan belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah kamu semua mengguncing orang-orang Islam dan jangan mencari-cari aurat (keasalahnya). Karena barangsiapa yang mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan perlihatkan kesalahannya. Dan barangsiapa yang Allah perlihatkan kesalahannya, akan dipermalukan (sampai) di rumahnya.” [HR. Abu Dawud, no. 4880 dishahihkan oleh Al-Albany].



Islam dalam rentang waktu sejarah keemasannya yaitu diawali pada masa Rasulullah Saw telah puluhan kali menjadi tempat penampungan terbaik bagi manusia. Rasulullah Saw dan para sahabat tidak pernah memaksa manusia untuk menjadi warga negaranya namun ribuan manusia berdatangan meminta  suaka hingga tinggal menetap.


Mengapa begitu gampangnya dalam Islam?. Karena bumi ini milik Allah SWT maka setiap manusia berhak untuk hidup dimanapun mereka kehendaki. Namun bagi umat Islam wajib tunduk seluruhnya terhadap syariat Islam.


Dimanapun mereka berada maka Al Qur'an adalah peta hidup sedangkan contoh teladan terbaik bagi manusia adalah apa yang dijalankan oleh Rasulullah Saw. Itulah yang mereka ikuti dan begitulah kehidupan seharusnya dijalankan.


Khilafah setelah Rasulullah Saw as adalah kepemimpinan dan pengaturan terbaik yang dimiliki oleh dunia. Bahkan Islam berjaya hingga lebih kurang tiga belas abad lamanya. Maka jika ingin mengembalikan kemuliaan manusia dalam kecemerlangan nya maka terapkan Qur'an dan Sunnah Nabi Saw.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update