Menikah dan menjalani kehidupan berumahtangga merupakan fitrah manusia sebagai pemenuhan dari gharizah nau' untuk meneruskan keturunan. Dalam mengarungi bahtera rumah tangga tentunya yang didambakan adalah rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah. Namun sering kali fakta yang terjadi saat ini tidak lah demikian. Kekerasan dalam rumah tangga atau singkat nya disebut KDRT terus saja terjadi berulang kali pada kehidupan berumahtangga.
Dilansir dari laman berita JAKARTA KOMPAS - Seorang pria bernama Jali Kartono membakar istrinya sendiri, Anie Melan , di kediaman pribadinya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa ( 28/11/2023 ). Kali nekat membakar istrinya hidup - hidup lantaran terbakar api cemburu usai melihat istrinya chatting dengan pria lain. " Si laki-laki ini teramat sangat cemburu, karena melihat istri yang disayangi dan benar - benar tulus dicintainya bisa berhubungan dengan pria idaman lain. Makanya dia gelap mata," ungkap Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bintoro saat jumpa pers dikantornya Senin ( 4/12/2023 ).
Menjalani kehidupan berumahtangga ditengah negara kapitalis sekuler tentunya akan terbawa arusnya jika tidak membekali diri dengan pemahaman Islam yang benar. Arus sekulerisme membuat pergaulan menjadi bebas tanpa batas, tidak ada pemisahan pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Bebasnya pergaulan inilah pemicu perselingkuhan diantara pasangan sudah memiliki suami dan istri. Manusia bebas bergaul dengan siapa saja tidak ada batasan sehingga berkhalwat lah di sana antara laki - laki dan perempuan, dari sini awal perselingkuhan yang berakhir dengan KDRT yang terjadi. Tidak hanya itu sistem kapitalisme yang hanya berpihak pada korporasi dan oligarki membuat rakyat terutama kaum laki - laki tidak memiliki pekerjaan yang layak, belum lagi PHK besar-besaran yang dilakukan oleh industri menambah panjang daftar pengangguran yang dialami kaum laki - laki. Sudah sangat jelas bukan betapa bobroknya sistem kapitalis sekuler yang diadopsi oleh negara kita.
Sangat berbanding terbalik dengan sistem pemerintahan Islam, dalam sistem islam pergaulan antara laki-laki dan perempuan dipisahkan tidak ada campur baur dan berkhalwat kecuali pada kehidupan umum seperti di pasar, di kendaraan umum, terminal, stasiun dan diranah lainnya. Juga dalam melayani rakyat negara akan menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi kepala rumah tangga, karena kiyadatul bait adalah suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Suami wajib menafkahi istri dan anak-anaknya, selain itu suami juga wajib memberikan pengajaran agama yang baik bagi anak dan istrinya. Dalam Islam kehidupan suami istri, adalah kehidupan persahabatan, dan saling memberikan ketentraman (sakinah).
Islam juga mengajarkan untuk bergaul sebagai suami istri dengan cara yang baik, seperti firman Allah di dalam Al Qur'an surat An-nisa ayat 19 ," Dan bergaul lah dengan mereka secara makruf ( baik)". Tidak seperti sistem kapitalis sekuler yang hanya berpihak pada korporasi dan pemilik kepentingan tanpa melihat dan tanpa meriayah kehidupan masyarakat, KDRT terus menerus berulang tanpa ada keputusan hukum yang memberikan efek jera bagi para pelaku nya.
Sudah saatnya kita kembali kepada sistem Allah dalam mengambil hukum, karena sudah jelas betapa rusaknya sistem yang dianut saat ini dan terlihat jelas bahwa sistem Islam yang merupakan satu - satunya sistem yang mampu memberikan solusi terbaik bagi setiap aspek kehidupan termasuk dalam kehidupan berumahtangga. Rasulullah Saw bersabda : " orang yang paling baik adalah diantara kalian adalah yang paling baik terhadap keluarga (istrinya) . Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluarga (istriku)." ( HR. Al - Hakim dan Ibnu Hibban dari jalur Aisyah.
wallahua'lam biassawab.

No comments:
Post a Comment