Ilusi Bahan Pangan Murah Di Negeri Korporat


Oleh : Khusnawaroh
 (Pemerhati Masalah Umat). 


Harga pangan di sejumlah daerah terpantau mengalami kenaikan, mulai dari beras hingga cabai rawit merah. Ternyata, beberapa warga pun mengeluh akibat kenaikan harga pangan ini. Salah satunya diungkap oleh Waluyo, seorang warga di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan. Dia mengaku cukup terbebani dengan kenaikan harga pangan, utamanya yang sering dikonsumsi.


Sebagaimana yang dilansir dari Liputan6 pada 24/11/2023, Dia mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya kenaikan harga ini bisa berlanjut hingga momen pergantian tahun. Pasalnya, pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) biasanya harga pangan ikut naik imbas meningkatkan permintaan. 



Hanya Ilusi


Sangat disayangkan masyarakat selalu dibuat tercengang, dengan naiknya harga kebutuhan pokok. Apalagi di hari-hari besar keagamaan sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Sampai saat ini belum ada solusi untuk mengatasi hal tersebut. Terlebih sangat mengherankan mengapa jauh hari sebelum Natal 2023 dan tahun baru 2024 sudah terjadi kenaikan harga pangan. Seharusnya tidak demikian, sebab seperti biasanya tren yang terjadi, harga pangan meroket ketika permintaan melonjak. Terutama pada momen hari raya Idul fitri, Natal dan tahun baru.


Hidup rakyat semakin memilukan, betapa tidak, banyak yang mengeluhkan hal ini, terutama rakyat dengan perekonomian menengah ke bawah. Harga BBM pun yang begitu melambung tinggi, ditambah harga kebutuhan pokok yang seharusnya mudah diperoleh oleh rakyat, tetapi faktanya masyarakat telah dirundung gelisah. Harga pangan yang terus melonjak sedangkan penghasilan sangat minim membuat rakyat semakin memutar otak untuk menghadapi kehidupan ini. 


Walaupun banyak faktor yang dapat mempengaruhi kenaikan harga pangan seperti bencana El nino, kemarau, musim hujan, gagal panen, tetapi dengan pemerintah menaikkan harga BBM yang sudah lama terjadi, maka memungkinkan menjadi salah satu penyebab  kenaikan harga kebutuhan pokok bahkan dapat berpengaruh ke seluruh harga kebutuhan yang diperlukan manusia. mulai dari pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan lainnya. 


Sesungguhnya telah banyak cara atau solusi yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi kenaikan lonjakan harga, seperti menerapkan kebijakan operasi pasar,  gelar pangan murah, dan intervensi harga terus konsisten dilakukan, bahkan memberikan bantuan BLT. Namun, tetap tidak mampu mengatasi inflasi yang terjadi. Padahal harapan besar masyarakat adalah untuk bisa membeli kebutuhan- kebutuhan hidup dengan harga yang murah dan mudah dijangkau, tetapi harapan itu hari ini mustahil terwujud. Ini akibat negara hanya menjadi regulator, negara seharusnya mampu mewujudkan ketahanan dan kedaulatan 

pangan dengan berbagai cara, sehingga masyarakat selalu terpenuhi kebutuhan akan bahan pangan dengan harga murah. Mahalnya harga pangan menunjukkan negara gagal menjamin kebutuhan pangan murah. 


Islam sebagai Solusi


Islam adalah agama yang sempurna dan tak ada yang mampu menandingi kesempurnaannya. Al-Qur'an dan as-Sunah yang menjadi pedoman dan sandaran, sehingga tak ada masalah yang tak mampu terselesaikan ketika manusia mau merujuk kepada petunjuk yang telah diturunkan oleh Allah swt. kepada manusia termulia yakni baginda Rasulullah saw.. 


Islam mengatur seluruh aspek dalam kehidupan, termasuk dalam masalah kebutuhan pokok manusia. Dalam sistem Islam, Negara bertanggung jawab penuh atas kebutuhan ( sandang, pangan, papan) atas seluruh kehidupan manusia, kebutuhan dasar ini merupakan kebutuhan yang sangat urgent, yang wajib bagi penguasa untuk memenuhinya  setiap individu.


Oleh karena itu, pemimpin dalam Islam adalah ra'in. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw., " Setiap kamu adalah pemimpin ( raa'in) dan setiap kamu akan diminta pertanggungjawaban. "( HR. Bukhari Muslim). 


Menelaah dari hadis tersebut bahwa, makna kata raa'in atau penjaga  yang berarti ada amanah dan tanggung jawab dari Allah swt. yang wajib dilaksanakan oleh seorang pemimpin dalam mengurus seluruh urusan umat dari segala penderitaan. Jika kita merenungkan betapa pemimpin saat ini sangat jauh dari kata amanah, sebab yang kita butuhkan dari kata ra'in atau penjaga dari seorang penguasa hari ini belum kita rasakan. Rakyat semakin terjepit dengan penderitaan yang seakan tiada berakhir. 


Dengan berbagai masalah yang sedang dihadapi, terutama masalah kenaikan harga pangan yang sering terjadi, maka tidak ada jalan lain kecuali kita harus kembali kepada Islam secara kaffah. Yakni dengan menerapkan sistem Islam dalam bingkai khilafah. Yang akan dipimpin oleh seorang khalifah, dimana seorang khalifah akan senantiasa menjaga, mengupayakan kestabilan perekonomian untuk kesejahteraan rakyat. Karena itu merupakan bagian dari amanah, tugas sebagai bentuk pelayanan pemimpin terhadap rakyat.  Pemimpin dalam Islam pantang untuk menjadi perpanjangan tangan dari pemilik modal yang hanya untuk meraih keuntungan atau manfaat segelintir orang saja. 


Pemimpin dalam Islam sangat bertanggung jawab, adil dan amanah, karena meraih sebuah kekuasaan atau jabatan semata-mata hanya atas dasar keimanan dan ketaqwaan sehingga timbul rasa takut terhadap Allah swt.. Sebagai contoh, hal ini pernah terjadi di masa Khalifah Umar bin Khattab pada masa paceklik ketika terjadi kelaparan di Hijaz akibat kelangkaan makanan. Beliau mengirim surat dan mendatangkan makanan dari Mesir dan Syam ke Hijaz, sehingga kebutuhan masyarakat Hijaz bisa terpenuhi.


Contoh lain, Ketika zaman nabi, saat harga barang-barang naik, para sahabat  datang kepada Nabi saw. meminta agar harga-harga tersebut dipatok, supaya bisa terjangkau. Tetapi, permintaan tersebut ditolak oleh nabi, seraya bersabda, " Allah-lah Dzat yang Maha mencipta, menggenggam, melapangkan rezeki, memberi rezeki, dan mematok harga. " ( Ahmad dari Anas). 


Inilah bentuk perlindungan, dan kepedulian negara dalam mencukupi kebutuhan rakyat dan menjaga amanah dan tanggung jawab dari Allah Swt. Wallahu A'alam Bissawab

Post a Comment

Previous Post Next Post