Aktivis Dakwah
Fakta yang sering kita
dapati melalui media media yakni banyaknya kasus perundungan yang terjadi di
sekolah, baik di sekolah dasar (SD) ataupun di sekolah menengah (SMP\SMA). Salah
satunya yang dialami oleh peserta didik SMPN 2 di Cilacap, ia mengaku sering disiksa
oleh teman-temannya hingga ia memiliki luka-luka memar di tubuhnya dan mengalami
patah tulang.
Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pun telah mengunjungi korban
perundungan tersebut. Korban saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit
Margono Soekarjo, Purwokerto, Jawa Tengah. Nahar, ketua Deputi Bidang
Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA mengungkapkan kondisi terkini korban
siswa SMP Cilacap. Sang anak terbaring dengan patah tulang di bagian
rusuk.
Bantuan pemulihan fisik
dan pendampingan psikologis menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh
KemenPPA terhadap korban. Edukasi kepada para peserta didik di SMPN 2 Cilacap
untuk mencegah terjadinya kasus yang sama di sekolah tersebut. Ancaman pidana
juga disampaikan dengan harapan adanya ketakutan dari peserta didik untuk tidak
melakukan tindakan perundungan terhadap teman kelasnya.
Lingkungan anak saat di
sekolah, bermain, dan di rumah sangatlah penting. Oleh
karenanya, perundungan juga bisa diminimalisir dengan adanya bimbingan serta
perhatian khusus dari orang tua. Para orang tua
wajib memperhatikan perkembangan anak dan memantau sosialisasi sang anak dan
bagaimana lingkungan bermainnya. Memahami
keadaan sang anak juga
merupakan salah satu kewajiban orang tua. Jangan sampai
anak itu melakukan hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Karena di zaman ini banyak orang tua lalai dalam
membimbing anak. Tidak
sedikit orang tua yang
lebih mementingkan pekerjaannya dari pada tumbuh kembang anaknya.
Pendidikan dan pola asuh
orang tua yang berkualitas merupakan pilar utama kehidupan yang mampu
membangun sebuah peradaban yang mulia. Pendidikan berkualitas bukan hanya mampu
menghasilkan generasi sukses secara materi semata tanpa memahami tujuan
penciptaan manusia sebagai hamba Allah SWT.
Pendidikan yang
berkualitas mampu mencetak generasi secara ideal sehingga memiliki pola pikir,
pola sikap serta berkemampuan menguasai sains teknologi sebagai bagian
dalam menjalani kehidupan sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya sehingga
mengantarkan kemaslahatan bagi semesta alam.[]

No comments:
Post a Comment