Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TAWURAN, KENAPA MASALAH INI TAK PERNAH USAI?

Tuesday, June 13, 2023 | Tuesday, June 13, 2023 WIB

Pemuda adalah penerus harapan bangsa, jika pemudanya baik & berkualitas, maka cerahlah masa depan negeri ini, untuk saat ini devinisi pemuda hanyalah sebuah devinisi yang sulit diwujudkan.

Melihat kondisi pemuda sebagai penerus generasi saat ini, banyak membuat kita mengelus dada. Betapa tidak, setiap kita membuka google kemudian "mengklik" kasus kriminalitas yang terjadi di negeri ini, sebagian besar pelakunya adalah pemuda.

Seperti pada kasus baru-baru ini, tawuran pemuda melibatkan dua desa pecah di Kabupaten Brebes, Kamis (4/5/2023) dini hari. Peristiwa mengakibatkan satu orang tewas dan tiga orang lainnya luka-luka
Tawuran dua kelompok pemuda terjadi di Desa Kaliwlingi, Kecamatan, Kabupaten Brebes. Akibat kejadian tersebut, empat pemuda warga Desa Kertabesuki, Kecamatan Wanasari, Brebes menjadi korban. Satu orang di antaranya tewas dan tiga lainnya luka-luka. (iNews.id.4/5/2023)

Apa penyebabnya pemuda itu menggandrungi tawuran, pertama: pemuda saat ini krisis identitas, pemuda kehilangan arah & jati diri sebagai seorang hamba Allah. Sistem sekulerlah yang mengikis identitas tersebut . Pemuda menjelma menjadi pribadi yang sekadar mengikuti tren dan budaya yang berkebalikan dengan ajaran Islam. 
Kebanyakan pemuda tidak begitu mengenal agamanya sendiri sehingga penafsirannya tentang kehidupan sekadar hanya untuk bersenang-senang, bergaya hidup hedonis liberal, dan cenderung menabrak halal-haram demi meraih kepuasan materi.

Setiap pemuda pasti berkeinginan untuk eksis di tengah masyarakat agar keberadaannya diakui. Eksis diri ini jika tidak diarahkan pada pemikiran yang benar jelas akan menghilangkan hakikat identitas dirinya sebagai pemuda Islam dan hamba yang wajib taat dan terikat dengan aturan Islam.

Kedua: keluarga adalah tempat pendidikan pertama bagi pemuda sejak usia dini hingga dewasa. Baik buruknya pendidikan akan berpengaruh pada kepribadian anak. 
Orang tua mestinya memberi bekal pemahaman Islam kepada anak agar ia terbiasa beramal dan berperilaku sesuai syariat Islam. Orang tua harus menanamkan akidah Islam sejak dini agar terbentuk dalam diri anak keimanan dan ketaatannya kepada Allah Taala. 
Yang terpenting juga sekolah dan masyarakat. Kehidupan pemuda tidak akan terpisah dari dua lingkungan sosial ini. Sekolah menjadi tempat mereka menuntut ilmu, masyarakat menjadi tempat mereka mengembangkan diri. 
Pertemanan dan persahabatan biasanya muncul dari sekolah dan masyarakat. Teman inilah yang memberi dampak lebih besar terhadap perilaku pemuda. Kasus tawuran pelajar biasanya terjadi karena saingan antar sekolah, pengaruh gengsi, dan tekanan teman sebaya. 

Ketiga: negara. Lingkungan baik bagi pemuda tidak akan terwujud jika negara tidak mengambil peran yaitu sebagai penjaga dan pelindung generasi dari pengaruh budaya dan pemikiran asing yang merusak moral generasi. 
Peran penting yang dimaksud adalah negara wajib menciptakan suasana takwa pada setiap individu rakyat. Negara menerapkan kurikulum dan sistem pendidikan Islam secara menyeluruh. 
Negara berkewajiban melindungi generasi dari paparan ideologi kapitalisme sekuler yang merusak kepribadian mereka. Negara juga wajib menyaring tontonan dan tayangan tidak mendidik yang mengajarkan budaya barat dan nilai liberal.

Dan untuk mewujudkan pemuda bertakwa dan anti tawuran, haruslah dilakukan secara menyeluruh dengan menerapkan sistem kehidupan Islam secara kaffah, baik secara individu, masyarakat maupun negara. Wallahu A'lam Bishshawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update