Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kekerasan Seksual Pada Anak, Bukti Lemahnya Sistem Kapitalisme?

Tuesday, June 13, 2023 | Tuesday, June 13, 2023 WIB

 


Oleh Zahrah Luthfiyah

 (Freelance Writer)


Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menyoroti pernyataan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Agus Nugroho kasus pemerkosaan terhadap anak baru gede (ABG) berusia 15 di Parigi Moutong (Parimo). Dia menilai pernyataan Agus yang menyebut kasus tersebut bukan tindak pidana pemerkosaan tidak sensitif terhadap gender.


Kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak sudah terjadi berulang kali di lingkungan masyarakat. Bahkan, solusi yang diberikan oleh aparat pemerintah setempat tidak hingga saat ini tidak membuahkan hasil. Pelaku hanya diberikan hukuman penjara dan sementara si korban tidak diberikan penanganan khusus untuk menyembuhkan trauma.


Para korban pelecehan seksual tidak hanya memiliki trauma psikologis saja. Tetapi, juga terganggu kesehatan mental. Akibatnya, banyak dari korban kekerasan seksual terkena masalah kesehatan yang begitu serius seperti terkena depresi, PTSD, tekanan darah tinggi dan penyakit kesehatan lainnya.


 Jika tidak dilakukan penanganan cepat, maka akan semakin memburuk kondisi korban tersebut. Sudah seharusnya, negara membantu menyembuhkan trauma mendalam yang dialami si korban. Akan tetapi keadaan itu berbanding terbalik. Jika kita lihat seperti puskesmas, rumah sakit yang disediakan hanya untuk mereka yang memiliki uang. Bahkan, penyediaannya tidak gratis.


Ini salah satu dampak diterapkannya sistem kapitalisme.  Sistem ini tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang ada karena landasan buang dipakai adalah azas manfaat. Bahkan, sistem kapitalisme banyak melahirkan generasi-generasi yang minim pengetahuan agama. Sehingga tak banyak dari mereka yang melakukan perbuatan maksiat bahkan keji seperti berpacaran, kekerasan seksual, bunuh diri dan lainnya.  


Orang tua merupakan tempat yang utama dalam mendidik anak-anaknya. Tetapi, di sistem kapitalisme saat ini justru orang tua sibuk mencari kebutuhan sehari-hari dan mengabaikan anak-anak. Sebab, negara tidak menjamin kebutuhan setiap masyarakatnya. Sembako harga semakin melonjak. Bahan pangan semuanya naik, sehingga para orang tua kesusahan mencari nafkah di sistem kapitalisme saat ini. Hal ini membuat pengawasan orang tua terkadang diserahkan kepada orang yang tidak bertangungjawab, yang hal ini terkadang membuat anak rentan mendapat kekerasan seksual.


Selain itu di sistem kapitalisme merasuk pemikiran sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan) sehingga banyak dari generasi-generasi Muslim saat ini tidak tahu-menahu tentang pengetahuan Islam.  Sedangkan di berbagai media sosial banyaknya konten-konten yang merusak berseliweran, seperti konten pornografi, pornoaksi dan lainnya, yang memicu terjadinya aksi kekerasan seksual. 


Di sistem kapitalisme generasi saat ini tidak memahami batasan-batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Bahkan, tidak menerapkan aturan-aturan yang berasal dari Allah. Seperti perempuan menutup auratnya secara sempurna dan laki-laki di perintahkan menundukkan pandangan. Tetapi hal ini kerap menjadi sesuatu hal yang tidak penting bagi mereka. Akibatnya perbuatan -perbuatan tak senonoh terjadi. Pengaruh-pengaruh barat telah merasuk ke pemikiran umat sehingga membuat dirinya bebas dan tak mengikuti aturan Tuhan-Nya.


Jika dilihat permasalahan ini sangatlah besar dan kompleks. Maka dibutuhkan solusi tuntas untuk menyelesaikan permasalahan seperti ini. Yaitu dengan menerapkan aturan yang bersumber dari Allah yaitu sistem Islam, yang dapat mengatur begitu kehidupan manusia begitu sempurna.


Di dalam Islam seperti kasus pelecehan seksual ini ada solusi tuntasnya. Seperti penanganan baik dari kesehatan mental maupun fisik. 


Pertama, dalam membentuk karakter kepribadian muslim yang berakhlakul kharimah. Negara yang menerapkan sistem Islam memberikan pengajaran berupa pendidikan Islam di setiap sekolah. Dengan kurikulumnya berlandaskan akidah Islam. Sehingga generasi muda bisa dijauhkan dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar.


Kedua, para orang tua tidak kesulitan dalam mencari nafkah. Karena negara Islam sudah mewajibkan negara untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya per individu. Sehingga para orang tua tidak terlalu sibuk dan menyempatkan diri untuk mendidik anak-anaknya dan meluangkan lebih banyak waktu.


Ketiga, dalam lingkungan masyarakat sosial. Islam telah mengajarkan bagaimana menempatkan antara pergaulan wanita dan wanita itu memiliki batasan. Dalam masyarakat sosial saling ber amal ma'ruf nahi munkar sehingga jika ada salah satu masyarakat menyimpang dari ajaran syariat diingatkan.


Keempat, Islam memberikan sanksi tegas dan adil kepada pelaku tindak kekerasan seksual. Sanski tersebut dapat menjerakan para pelaku dan orang lain. 


Seperti inilah solusi yang digambarkan jika ada penerapan Islam. Baik dari masyarakat, negara, orang tua, kurikulum pendidikan, semuanya diatur berdasarkan syariat Islam. Sehingga mengurangi kasus-kasus pelecehan. Misalnya terjadi kasus-kasus pelecehan di sistem Islam. Pastinya, ada solusi tuntasnya. Ada seorang kepala negara (khalifah) yang memberikan keadilan seadil-adilnya. 


Oleh sebab itu, hanya Islam lah yang dapat mengatasi setiap permasalahan baik yang terkecil maupun yang terbesar. Jika kita menerapkan aturan Islam dalam setiap sendi-sendi kehidupan pastinya kita akan hidup tentram sebagaimana dahulu Islam berjaya. 


Wallahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update