Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Potret Buram Masyarakat Sekuler Sekeluarga Meninggal Tanpa Diketahui Tetangga

Saturday, December 03, 2022 | Saturday, December 03, 2022 WIB Last Updated 2022-12-03T10:29:31Z

Oleh: Sumisih

Satu keluarga tewas membusuk di perumahan Citra Garden Extension Kali deres Jakarta barat. Keluarga ini di kenal tertutup dengan warga sekitar, saking tertutupnya bahkan kematian  keluarga itu baru terungkap setelah tiga Minggu. Setelah warga mencium aroma busuk dari dalam rumah yang berpagar tinggi itu. Apakah mereka kelaparan? Sepertinya tidak, karena rumahnya juga besar. Menurut RT setempat sudah 20 tahunan tinggal di situ, memang tertutup dengan warga. Dilangsir oleh Rebublika( 12/ 11/ 22).

Pola kehidupan bertetangga di kota besar kusunya di perumahan modern cenderung individualis. Sampai tidak kenal dengan tetangga sekitar  cenderung cuek. Tidak peduli hubungan sosial bertetangga. Karena memang saat ini di pengaruhi cara pandang sekularisme kapitalis. Tidak menggunakan aturan agama dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena kapitalis menganggap masyarakat terdiri dari individu- individu. Menganggap urusan individu bisa terselesaikan sendiri- sendiri jika masyarakat sejahtera. Padahal sejatinya manusia itu mahluk sosial butuh orang lain khususnya tetangga sekitar rumah.

Sistem kapitalis hanya menitik beratkan kepentingan individu maka negara bekerja untuk individu. Maka kehidupan hari ini jauh dari agama, menjadikan masyarakat miskin iman dan hanya mengedepankan rasa kenyanan diri sendiri.
Dan masyarakat ini di perkuat peran negara yang membiarkan pembangunan  perumahan kapitalistik di bangun secara eksklusif.

Dalam sistem Islam perkara bertetangga dan bermasyarakat bukan di pandang sebagai interaksi sosial (manusia berkumpul satu dengan yang lain saja).

Konsep bertetangga dalam Islam bahwa masyarakat terdiri dari kumpulan manusia, pemikiran, perasaan dan peraturan. Maka pemikiran, perasaan, dan aturan masyarakat terikat dengan syariat Islam. Karena konsep bertetangga dalam Islam dikaitkan dengan keimanan.


Imam Qurtubi dalam kitabnya AL- Jami Li Ahkam Alquran juz 5/188.
Menjelaskan konsep bertetangga bahwa Muaz bib jabbal pernah berkata: Kami bertanya kepada Rasulullah,wahai Rasulullah apa hak tetangga itu?
Rasullullah menjawab: 
"Jika dia berhutang kepadamu maka berilah dirinya hutang, jika ia  meminta bantuan, bantulah ia, jika ia membutuhkan sesuatu  berilah ia, jika ia sakit kunjungilah, jika ia mati selenggarakanlah jenazahnya, jika ia mendapatkan kebaikan bergembiralah dan ucapkan suka cita kepadanya, jika ia di tempat musibah turutlah bersedih dan berduka janganlan engkau menyakitinya dengan api periuk belangamu (masudnya jika anda memasak  sampai baunya tercium tetangga) kecuali engkau memberi sebagian kepadanya, janganlah engkau mempertinggi rumahmu agar bisa melebihi rumahnya dan menghalangi masuknya angin kecuali atas izin darinya. Jika engkau membeli buah-buahan maka berikan sebagian buah itu kepadanya, jika engkau tidak mau memberinya maka masuklah dalam rumahnya dengan sembunyi-sembunyi. Dan janganlah anakmu keluar dengan membawa satupun buah itu sehingga anaknya menginginkannya. Apakah kalian memahami apa-apa yang aku katakan kepada kalian? Bahwa hak tetangga tidak pernah di tunaikan, kecuali oleh sedikit orang yang di kasihi Allah."

Hadis ini dipahami oleh individu dan masyarakat seperti syariat Islam dalam bertetangga  yang wajib mereka jalankan. Islam agama yang sempurna mengatur segala aspek kehidupan. Jika ini diterapkan tidak akan terjadi seperti empat mayat yang di temukan di Kaji Deres. Karena mereka memahami hak dan kewajiban dalam bertetangga. Dalam syariat Islam yang wajib diterapkan.Tidak akan kita jumpai masyarakat individualis.

Syariat ini tidak hanya di pahami masyarakat, tapi dalam daulah Islam negara menetapkan kebijakan terkait tata kelola letak bangunan perumahan. Dengan menggunakan sistem blok. Seperti klaster perumahan modern. Satu blok terdiri dari 8-10 rumah. Ini pernah di jumpai ketika Islam di terapkan di Andalusia. Jadi perumahan tertata rapi. Mengefektifkan pengamanan lingkungan. Selain kawasan lingkungan pemukiman muslim dan beberapa kawasan non muslim, termasuk Yahudi dan Nasrani. Sekalipun tempatnya terpisah-pisah tidak menghalangi,/ masyarakat bersosial. Karena sosialisasi dalam daulah Islam mencerminkan QS Al-hujarat ayat 13 yang artinya:

"Wahai manusia sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki- laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersiku- suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu dari Allah ialah orang yang paling bertakwa."

Terbukti bahwa negara Islam  mengatur seluruh aspek kehidupan. Sehingga hubungan sosial kemasyarakatan dapat terjalin dengan baik, bahkan meski berbeda keyakinan.

Wallahu a'lam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update