Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Moderasi Beragama di R20

Tuesday, December 06, 2022 | Tuesday, December 06, 2022 WIB Last Updated 2022-12-06T00:36:45Z

By : Selvilia Normadi
Alamat: babulu darat RT 02, PPU

Indonesia baru saja menjadi tuan rumah sekaligus penggagas forum tingkat dunia Religion of Twenty (R20), dalam kerangka presidensi G20 yang mana KTT-nya sedang berlangsung di Bali. Dengan penyelenggaraan R20, Indonesia tentu berkontribusi mempromosikan peran agama dalam mendukung toleransi dan perdamaian.

R20 sendiri adalah forum yang dimana dikumpulkan para pemimpin agama-agama dan sekte-sekte dari negara-negara anggota G20. Selain itu mengundang para pemimpin agama dari negara lain di luar G20 sehingga total ada 32 negara. Sehingga jumlah peserta mencapai 464 undangan dengan 170 di antaranya dari luar negeri yang berasal dari lima benua.

R20 mengambil tagline “Revealing and Nurturing Religion as a Source of Global Solusions: an International Movement for Shared Moral and Spiritual Values”. Problem yang diangkat di antaranya kemiskinan, kesenjangan global, polarisasi sosial, politik, bangkit dari keterpurukan pandemi Covid-19, dan perang Rusia-Ukrania yang mengancam krisis energi dan pangan global. 

Terlihat ada beberapa forum yang sebelumnya  yang merupakan bagian dari upaya untuk mensukseskan G20. Moderasi beragama adalah salah satu isu yang menjadi sebuah topik sentral yang direkomendasikan  dan  disepakati untuk disebarkan ke seluruh dunia. Termasuk gencarnya sosialisasi dan pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Paham Keagamaan dalam moderasi di seluruh Kaltim pada khususnya.

Kampus Uniba mengadakan seminar bertema,"Peran Pemuda dalam Mencegah Radikalisme, Terorisme dan menyukseskan Pemilu Serentak serta mendukung IKN Nusantara", yang diadakan oleh Pemprov.

Isu minoritas agama yang seringkali mendapat persekusi di berbagai negara merupakan salah satu fokus bahasan dalam R20. Mereka menganggap berbagai macam persoalan-persoalan global berkaitan dengan persoalan politik ekonomi sosial dan seterusnya di latar belakangi oleh agama dan merekomendasikan beberapa langkah atau upaya yang harus dilakukan agar agama bisa didesain sehingga bisa menjadi sumber solusi global dan bukan lagi menjadi sumber masalah. Adanya Klaim kebenaran yang dimiliki oleh agama termasuk dalam hal ini misalkan klaim kebenaran di dalam agama Islam bahwa agama Islam itulah salah satunya agama yang diterima di sisi Allah ini dianggap sebagai pemicu ekstrimisme radikalisme dan terorisme. 

R20 KTT G20 ajang mempromosikan peran agama dalam mendukung toleransi dan perdamaian ala moderasi beragama. Padahal moderasi beragama dalam R20 justru berbahaya bagi umat Islam. Konsep moderasi beragama sangat bertentangan dengan Islam, hal ini tampak jelas dari ide dasarnya, yang menolak klaim kebenaran didalam Islam. Ide ini jelas bertentangan dengan firman Allah Swt.,
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلامُ
"Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam." (QS Ali-Imran: 19

وَ مَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلامِ ديناً فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَ هُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخاسِرينَ
"Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS Ali Imran: 85)

Keyakinan dalam Islam yang menganggap bahwa  hanya Islam agama yang benar inilah yang dianggap sumber konflik. Sehingga sangat mudah bagi barat mengotak-atik agama Islam bukan hanya wilayah syariah tapi juga wilayah aqidah.  Maka salah satu upaya barat mendudukkan pemimpin agama bahkan sekte agar mendapatkan solusi atau permasalahan global yang ada. Padahal faktanya krisis yang terjadi saat ini karena penerapan sekularisme kapitalisme,  yang tidak akan pernah diakui sebagai akar masalah. Barat melihat dari agama-agama yang ada hanya Islam agama yang  mengatur politik. Barat takut ketika Islam diterapkan dalam hal keyakinan dan kehidupan maka apa yang mereka emban tadi kapitalis sekuler ini akan mengancam hegemoni kapitalisme sekuler. Sehingga ada upaya agar  Islam tidak kembali sebagai pengatur kehidupan, salah satunya dengan membuat konsep moderasi beragama.  Dibuat narasi bahwa ketika  umat membahas Islam politik ini akan menjadi sumber konflik. Agar umat jauh dari identitas politik. Padahal identitas politik sangat diperlukan bagi umat , agar umat paham akar masalah yang terjadi saat ini dan mencari solusi Islam untuk mengatasinya.

Sebagai muslim harus bangga dengan keislaman yang dimiliki dan dibuktikan dengan penyelarasan  antara keyakinan hanya Islam agama yang benar disisi Allah serta menyelaraskan perbuatan sesuai hukum syara baik secara individu, keluarga maupun negara. Itulah wujud Islam atau mukmin sejati. Selanjutnya waspada terhadap strategi-strategi musuh Islam yang menjegal umat yang menginginkan umat Islam jauh dari Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena itu maka umat Islam juga harus sadar politik.  Maka dari itu umat perlu untuk mengkaji Islam kaffah agar memiliki wawasan dan pemahaman yang benar dari sumber-sumbernya yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kemudian dilanjutkan oleh para sahabat dan ulama salaf, yang sumbernya dari Alquran dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update