Oleh :
Ranti
Ibu Rumah Tangga
Sabtu 29 Oktober 2022 Konser festival musik Berdendang Bergoyang yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat terpaksa dihentikan karena over kapasitas, padahal rencananya konser festival musik tersebut akan berlangsung selama 3 hari dan saat ini pihak kepolisian tengah memeriksa panitia acara ini, Selain memeriksa panitia penyelenggara pihak kepolisian juga menyebut pihaknya tengah mendalami indikasi minuman keras (miras) di konser 'Berdendang Bergoyang' tersebut.
Polisi sebenarnya telah menegur panitia pada hari pertama ihwal kapasitas penonton yang kelebihan. Berdasarkan analisis kepolisian pada festival musik hari pertama, terdapat beberapa kekurangan yang mesti diperbaiki panitia pada hari kedua. Selain itu, polisi melihat terjadi kelebihan kapasitas pada dua panggung di luar Istora Senayan, tempat berlangsungnya acara. Sekadar gambaran terdapat lima panggung dalam festival musik Berdendang Bergoyang. Satu panggung berada di dalam Istora Senayan, sementara empat panggung lagi berada di luar.
Terlebih pada hari kedua pelaksanaan, terjadi kelebihan kapasitas sehingga banyak pengunjung yang pingsan akibat berdesak-desakan. Pada saat bersamaan, jumlah penonton semakin membeludak sehingga penonton saling dorong di salah satu akses masuk, situasi ini menyebabkan desak desakan sulit dihindari yang akhirnya menyebabkan sejumlah penonton jatuh pingsan, situasi semakin kacau karena pengunjung yang telanjur membeli tiket menuntut panitia untuk mengembalikan uangnya lantaran mereka tidak bisa masuk ke area festival musik.
Melihat sikap tegas aparat pemerintahan menghentikan festival musik ini untuk menghindari bencana ditengah keramaian patut diapresiasi hanya saja tetap harus dikritisi pasalnya karena semua itu dihentikan saat kekacauan sudah terjadi padahal seharusnya pemerintah sudah bisa melakukan mitigasi acara sehingga penjualan tiket over kapasitas bisa dicegah sedini mungkin apalagi acara tersebut disertai dengan tindakan kriminal lain nya seperti diduga adanya indikasi minuman keras.
Pemberian izin untuk acara festival musik tersebut sangat jelas menunjukan pemerintah benar benar tidak peduli terhadap pembentukan karakter generasi muda sebagai pilar peradaban gemilang, ini adalah bukti bahwa pemerintah betul betul tidak memiliki perhatian terhadap pembangunan manusia khususnya generasi muda, dan hal ini berbanding terbalik dengan pelarangan hijrah fest yang diselenggarakan di Surabaya beberapa waktu lalu. Berbeda dengan islam, penguasa dalam islam memiliki perhatian besar terhadap generasi dengan selalu memberikan lingkungan yang kondusif demi terbentuknya generasi yang berkualitas serta taat kepada Allah SWT.

No comments:
Post a Comment