Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Umat Membutuhkan Keamanan dan Perlindungan

Monday, October 24, 2022 | Monday, October 24, 2022 WIB Last Updated 2022-10-24T16:06:02Z

Oleh Silmi Safirah Rojannah
Pegiat Dakwah 

Beberapa pekan ini media diramaikan dengan persoalan para abdi negara yang seharusnya perilakunya itu menjadi contoh untuk masyarakat. Namun saat ini malah menjadi bulan-bulanan rakyat Indonesia. Berawal dari masalah Irjen Pol. Sambo yang membunuh bawahannya yaitu Brigadir Joshua, banyak perwira dan beberapa anggota yang terseret dalam masalah ini. Bukan hanya itu, kasus ini juga ternyata  menimbulkan asumsi mengenai para perwira polisi ini yang diduga menjadi penyokong dari mafia judi online (www.kompas.tv, 4/10/2022).

Masalah lain yang juga tengah 'menimpa' satuan keamanan adalah apa yang terjadi di kota Malang. Tindakan yang dilakukan pada ratusan penonton yang berada di tribun mengakibatkan banyak korban dari mulai terluka kecil hingga kematian akibat kecerobohannya dalam menembakkan gas air mata ke tribun. Korban dari insiden maut ini mulai dari orang dewasa, remaja sampai anak-anak.

Sangatlah ironis jika melihat persoalan yang satu ini karena tampak sangat meremehkan keselamatan jiwa rakyat. Perkara ini mengakibatkan Irjen Teddi Minahasa diangkat menjadi Kapolda Jatim untuk menggantikan Irjen Pol. Nico Afinta. Tetapi amanah yang diberikan tidak dijalankan dengan baik, Irjen Teddi Minahasa justru menjadi tersangka dalam kasus peredaran narkoba. (detik.com, 23/10/2022)

Polisi yang seharusnya berperan sebagai pemeliharan keamanan dan pengayom masyarakat, malah sebaliknya merekalah yang lebih banyak diadukan melakukan pelanggaran menurut laporan Komnas HAM. Komnas HAM menerima pengaduan sebanyak 28.305 sepanjang periode 2016-2020, dan lembaga kepolisianlah yang paling banyak diadukan, yakni sebanyak 43,9 persen dari jumlah aduan pada Komnas HAM (dataindonesia.id, 22/9/2022)

Di samping itu, perilaku polisi yang kerap memamerkan kemewahan mendapat sorotan tajam dari Presiden. Namun sayangnya, Presiden hanya menyoroti perilaku yang satu ini, sementara perkara-perkara kriminal yang terjadi tidak menjadi fokus perhatiannya.

Keamanan adalah Hak Rakyat

Dalam suatu negara yang di dalamnya terdapat ratusan juta rakyat, mereka tentu membutuhkan pemenuhan haknya. Setelah rakyat menjalankan kewajiban, maka mereka tentu juga berharap akan mendapatkan haknya. Salah satu hak rakyat yaitu mendapat perlindungan dan keamanan. Negara harus memfasilitasi rakyat untuk keamanannya. Maka dari itu, negara membentuk suatu lembaga yang dinamakan kepolisian.

Namun yang terjadi saat ini, tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat lalai dilakukannya. Kepercayaan masyarakat makin berkurang terhadap lembaga keamanan ini. Hal itu disebabkan karena tindakan aparat yang kerap membuat resah dan takut masyarakat. Padahal jelas dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Tidak halal bagi seorang Muslim menakut-nakuti Muslim yang lain." 

Adapun pada faktanya kini lembaga tersebut justru malah banyak melakukan tindakan berupa ancaman dan intimidasi terhadap rakyat, padahal jelas hal itu haram hukumnya. 

Lembaga Keamanan Islam Patuh Aturan Allah

Islam bukan hanya mengatur peribadahan saja, melainkan juga mengatur semua aspek kehidupan. Mulai dari kehidupan sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan lain sebagainya. Islam sangat memperjuangkan kebutuhan umat, termasuk kehidupan yang aman dan tenteram. Oleh karena itu pada masa pemerintahan Islam, lembaga keamanan sangat menjunjung tinggi dan mematuhi aturan Allah. Mereka tidak melakukan tindakan-tindakan yang Allah larang. Seperti halnya mengintai, menyadap data-data pribadi masyarakat dan lain sebagainya meski dengan tujuan untuk menangkal kejahatan. Dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 12, Allah berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sungguh sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kalian memata-matai orang lain (tajassus)."

Tidak semua rakyat mesti dipantau. Meski demikian, Islam juga memperbolehkan mengintai, namun hanya pada orang yang menunjukkan tingkahnya akan menyebabkan bahaya kepada masyarakat dan negara atau disebut juga dengan ahlur-riyab. Orang-orang yang dimaksud itu seperti orang yang memiliki ikatan dengan negara kafir yang bisa merusak sistem negara hingga membahayakan negara. 

Lembaga keamanan Islam juga dilarang untuk tidak sembarangan menghakimi seseorang jika melakukan tindakan kejahatan. Lembaga ini tidak menindak umat tanpa persetujuan hakim pada masanya. Hal itu karena rasul kita yakni Nabi Muhammad saw. bersabda: 

"Ada dua golongan penghuni neraka, yang belum pernah aku lihat, yaitu suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengan cambuk tersebut." (HR Muslim)

Aparat Keamanan Harus Bertakwa

Allah menciptakan manusia, kehidupan dan alam semesta bukan untuk bertindak secara bebas tetapi harus terikat dengan syariat Allah. Untuk keamanan dan ketertiban dalam menjalani kehidupan, manusia mesti menaati segala perintah Allah. Oleh karena itu, negara tidak sembarangan memilih polisi untuk diberi amanah dalam menjaga negara ataupun rakyatnya. Bukan hanya mereka yang memiliki tubuh kekar, tinggi dan sehat saja. Untuk menjadi aparat keamanan negara perlu juga pribadi yang bertakwa. Yaitu pribadi yang selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.

Menurut Ibnu Azraq, menjadi polisi Islam mesti memiliki tiga sifat, di antaranya individu yang terpercaya agamanya, tegas dalam membela yang benar dan huddud Allah, juga waspada dan tidak mudah dibodohi. 

Jika para aparat keamanan memiliki sifat-sifat yang seperti itu maka hukum-hukum Allah dapat dijalankan. Aparat keamanan seperti itu tidak akan terbujuk oleh duniawi. Mereka akan tetap bijak dalam menjalankan hukum sesuai apa yang diperintahkan oleh Allah.

Polisi yang bertakwa akan tahu pada siapa ia patuh dan taat. Mereka hanya akan mematuhi Allah dan tidak patuh pada penguasa atau atasan yang curang dan salah. 

Dengan demikian masalah utama pada aparat keamanan sesungguhnya adalah bukan terkait pamer kemewahan. Induk permasalahannya justru adalah tipisnya ketakwaan individu, tujuan pembentukan lembaganya, hukum apa yang digunakan, juga kepada siapa mereka patuh dan taat.

Aparat keamanan yang dibutuhkan saat ini yakni yang memiliki iman dan takwa juga takut pada Allah sehingga ia akan sulit dipengaruhi oleh penguasa yang zalim, juga tak akan terbajak untuk kepentingan segelintir oligarki yang biasa terjadi di alam Kapitalisme sekuler.

Wallahu a'lam bi ash-shawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update