(Anggota Komunitas Sahabat Hijrah Balut-Sulteng)
Diukur dari Gross National Income (GNI) atau pendataan nasional bruto per kapita, Indonesia masuk dalam 100 daftar negara paling miskin di dunia. Dikutip dari World Population Re adaview, Indonesia sendiri masuk pada urutan ke-73 SD sebagai negera termiskin di dunia. Pendapatan nasional bruto RI pada tahun 2020 tercatat US$$3.870 per kapita. Sedangkan mengutip dari gfmag.com, Indonesia sendiri saat ini menjadi negara paling miskin nomor 91 di dunia pada tahun 2022. (cnnindonesia,com, 30/09/2022)
Kemiskinan bukan hal yang langkah di negeri. Sebab, menurut data Badan Statistika atau BPS, jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2022 sebanyak 26,16 juta jiwa. Kemudian pada bulan yang sama, tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 9,54 persen. (data.tempo.com, 26/08/2022)
Sangat miris memang melihat di sekitar kita masih banyak masyarakat yang diselimuti kemiskinan. Lebih mirisnya lagi, ditengah kemiskinan yang melanda hampir sebagian besar masyarakat, gaya konsumtif dengan barang-barang mewah dan berkelas terus digandrungi orang-orang kaya.
Seperti belum lama ini, Range Rover resmi meluncur di Indonesia. Mobil mewah yang dibanderol mulai Rp 5,9 miliar dengan status off the road dikabarkan meskipun mahal dan bersatus limitelimite, namun stok yang tersedia di Indonesia nyaris habis terjual. (detikoto,com 27/09/2022)
Contoh di atas menampakkan betapa kesenjangan sosial di negeri ini makin tak terkendali. Yang kaya makin kaya, sementara yang miskin makin miskin. Yang kaya pun tak peduli si miskin. Kehidupan yang makin individualis menjadi cerminan di tengah kehidupan saat ini.
Kapitalisme Sekuler Meniscayakan Kemiskinan Secara Sistematis
Pada dasarnya, kemiskinan di negeri ini bukan tanpa alasan. Sebab, kemiskinan di Indonesia sejatinya terjadi secara sistematis yang sangat sulit untuk dikendalikan, kecuali dengan cara yang sistemik pula.
Namun sayangnya, negeri ini sama sekali tak melakukan perbaikan pada sistem rusak yang terus menggerogoti. Akhirnya membuat kesejahteraan makin sulit untuk dicapai. Sistem kapitalisme Sekuler yang diterapkan di negeri ini adalah jalan buntuh yang akan membuat masyarakat miskin akan sulit keluar dari kemiskinannya.
Dalam sistem kapitalisme sekuler, cenderung berpandangan bahwa kesuksesan diraih jika orang itu beruang. Sebab, paham materialisme yang sejalan dengan pandangan kapitalis tertanam kuat dibenak masyarakat. Sehingga individu berlomba-lomba untuk meraih rupiah sebanyak-banyaknya. Kepedulian terhadap sesama pun nyaris hilang dan terkubur.
Kehidupan dalam sistem kapitalisme sekuler meniadakan peran negara dalam menjamin kebutuhan pokok masyarakat. Bagaimana tidak, dalam sistem ini negara tak punya cukup biaya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasalnya, sumber daya alam yang diperuntukkan untuk rakyat malah dikelola dan diserahkan oleh asing yang pada akhirnya keuntungannya hanya dinikmati sekelompok orang saja. Sementara masyarakat makin kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Ditambah lagi pajak yang terus dibebankan kepada masyarakat.
Mekanisme Islam dalam Memberantas Kemiskinan
Sebelum membahas berkaitan dengan bagaimana Islam memberantas kemiskinan, maka terlebih dahulu kita harus memahami kemiskinan dalam pandangan Islam itu sendiri. Dalam Islam, orang yang disebut miskin adalah mereka yang tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini adalah kebutuhan primer seperti sandang, pangan, dan papan serta kebutuhan pendidikan, kesehatan dan keamanan. Masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut masuk dalam kategori miskin.
Dalam negara yang menerapkan Islam kafah sebagai aturan kehidupan, maka pemimpinnya akan bertindak sebagai ra'in atau pengurus kehidupan rakyatnya. Tak terkecuali dalam pengurusan pemenuhan hajat hidup masyarakat. Negara Islam sepenuhnya akan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat seperti sandang, pangan, papan. Dengan cara menekankan kewajiban para pencari nafkah atau laki-laki dewasa untuk bekerja memenuhi tanggungjawabnya sebagai penanggung nafkah. Negara tidak akan berlepas tangan membiarkan rakyatnya mencari pekerjaan. Dalam hal ini, negara akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi para laki-laki balig dengan ketentuan gaji yang lebih dari cukup, agar nantinya gaji tersebut diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya.
Sumber daya alam yang dikarunia Allah tidak akan diserahkan kepada pihak asing atau swasta untuk dikelola, melainkan negara sendiri yang akan mengelolahnya, yang nantinya keuntungannya akan diberikan kepada masyarakat. Baik berupa penyediaan fasilitas umum yang memadai, kesehatan gratis, pendidikan gratis, maupun kebutuhan lainnya.
Orang-orang kaya atau yang dikaruniai Allah kelebihan harta, maka akan diberikan kewajiban zakat sesuai dengan ketentuan syariat. Mereka tidak akan dibiarkan negara untuk bergaya hidup konsumtif dan menghambur-hamburkan harta. Zakat yang dipunggut dari orang-orang kaya tersebut akan diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu ataupun miskin demi kemaslahatan. Sehingga kesenjangan sosial dapat diatasi, kemiskinan dapat diberantas. Semua ini bisa terlaksana, sebab negara Islam sepenuhnya terikat dengan aturan syariat, tanpa terkecuali kebijakan yang diberlakukan dalam memberantas kemiskinan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, jika kapitalisme sekuler masih diterapkan sebagai asas kehidupan maka secara otomatis masyarakat akan terus menerus dimiskinkan secara sistematis. Tidak ada cara lain memberantas kemiskinan kecuali dengan jalan kembali kepada aturan Allah swt, sebagai aturan terbaik dari Sang Pencipta alam semesta, melalui institusi sahih yang menerapkan syariat secara kafah yakni Khilafah Islam.
Waulahualam bissawab

No comments:
Post a Comment