Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Punya Solusi Atasi KDRT

Friday, October 14, 2022 | Friday, October 14, 2022 WIB

Oleh Maya Herlinawati
Muslimah Pemerhati Umat

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melibatkan pasutri menjadi perbincangan jagat Indonesia, ketika menimpa LK. Publik memberikan dukungan pro kontra atas peristiwa KDRT yang menimpanya.

Dalam kesempatan lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, mengajak masyarakat berani angkat bicara (Speak Up ) apabila menjadi korban atau sebagai saksi pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak. Mengungkapkan keberanian berbicara bertujuan untuk memberikan keadilan pada korban dan efek Jera untuk pelaku pelecehan seksual agar tidak ada lagi kasus KDRT. (Kompas, 25/09/2022)

Banyaknya kasus KDRT sangat meresahkan, buktinya di salah satu wilayah seperti Yogyakarta kasus ini tercatat 156 kasus KDRT sepanjang Tahun 2022. (Tribun Jogja, 02/10/2022). 

Kasus KDRT serupa terjadi juga di beberapa kota besar juga kota kecil, seperti Ngawi.

Speak up saja tidak cukup menyelesaikan permasalahan KDRT selama faktor penyebab KDRT masih terpelihara. Permasalahan ekonomi dan perselingkuhan menjadi faktor penyebab yang melatarbelakangi KDRT. Selain itu, jika pasutri tidak paham ilmu rumah tangga.

Kehidupan masyarakat yang makin hari makin sulit tidak dapat dipungkiri membuat semakin rapuhnya benteng-benteng pertahanan rumah tangga. Tak hanya itu, lingkungan kerja dan pergaulan bebas berpeluang terjadinya kasus perselingkuhan.


*Islam Memberikan Solusi*

Ada beberapa hal dalam Islam agar tidak sampai terjadi KDRT:

Pertama, Islam menentukan kehidupan persahabatan dalam rumah tangga. Pasutri diminta bergaul layaknya teman, bukan seperti atasan atau bawahan dan menjalankan hak dan kewajiban masing-masing. 
Allah Swt. berfirman: "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut yang makruf.” (QS. Al-Baqarah [2] : 228).

Kedua, Islam memerintahkan pasutri bergaul dengan makruf, suami berlaku baik dengan istri, dan istri pun taat pada suaminya. Allah Swt. berfirman: "Dan bergaullah dengan mereka secara makruf (baik)". (QS. An-nisa [4] :19).

Ketiga, Islam menentukan kepemimpinan suami atas istri dalam rumah tangga. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan." (QS. An- Nisa [4] : 34).

Keempat, Islam memberikan cara penyelesaian masalah dalam rumah tangga jika dalam kehidupan pasutri terjadi persengketaan yang dapat mengancam. Islam mendorong mereka bersabar. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
"Dan jika kamu khawatirkan terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami istri itu. Sungguh Allah Maha Mengetahui Maha teliti. (QS. An-Nisa [4] : 35).

*Perlu Dukungan Masyarakat dan Negara*

Solusi di atas dapat diterapkan dalam keluarga, namun keluarga akan rapuh manakala berdiri sendiri tanpa dukungan yang serius dari masyarakat dan negara untuk mewujudkan sistem kehidupan yang mendorong terbentuknya keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Sistem kapitalisme liberalisme telah menghancurkan sendi-sendi pertahanan rumah tangga, tidak ada ketenangan, yang tercipta hanyalah ketegangan yang tidak menutup kemungkinan melahirkan individu-individu yang temperamental yang cenderung melakukan kekerasan.

Hanya dengan pondasi agama dan sistem pemerintahan yang menjaga agama, individu dan masyarakat yang mampu melahirkan ketenangan dan kesejahteraan dalam keluarga. Dengan begitu, maka akan terbentuklah manusia yang berakhlak karimah.


Wallahualam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update