Dizaman Digital saat ini, kemajuan teknologi yang semakin canggih di harapkan bisa mendukung dan mengukir prestasi terutama bagi generasi-generasi yang diharapkan mampu menciptakan dan berkarya, membuat suatu perubahan di tengah-tengah zaman yang semua serba instan dan modren.
Semakin canggih teknologi maka semakin canggih pula pola berpikir manusia sekarang ini, tak sedikit pun yang kehilangan akal sehat, mengkonsumsi apa yang di sugukan media sosial, melalui teknologi mampu membius pengguna medsos, kebanyakan anak-anak dan para pemuda.
Elektronik sudah menjadi kebutuhan setiap Individu,setiap pelayanan tak lepas dari Elektronik Media sosial baik dari segi pendidikan,informasi, transaksi,konten-konten,hiburan, bahkan para artis yang di idolakan.
Bahaya nya pengaruh medsos di tengah masyarakat terutama kaum milenial yang mudah terpengaruh dan ikut-ikutan meniru gaya sang idola, semuanya tak lepas dari media sosial, cukup menggerak kan ketikan jari bisa mengakses apa pun.
Menggunakan media sosial hendak nya lebih cerdas dan bijak, karena media sosial bukan hanya digunakan sekedar bentuk pelayanan saja, banyak konten yang mengacu dan berdampak pada keburukan.
Sebaiknya para orang tua lebih memperhatikan dan meningkatkan pengawasan kepada anak-anak dalam menggunakan media sosial.
Dalam mengakses konten di media sosial harus lebih teliti dan dipilih karena
apa saja ada dan tersedia di dunia maya, (internet/international net working) baik yang positif maupun yang negatif.
Celakanya, bagi kaum remaja dan anak-anak muda lebih suka dan senang sekali melihat konten di media sosial melihat gambar-gambar "Pornografi" bahkan bisa live melalui "You Tube" yang banyak menyediakan adegan-adegan yang sronok/menggiurkan, dengan tidak terasa kalangan anak-anak remaja, pemuda, pelajar dan para mahasiswa yang yang terpengaruh terhadap adegan-adegan sexual, kemudian berakibat coca-coba untuk melakukan hubungan badan antara sesama kaum remaja (laki-laki dan perempuan) tanpa harus menikah.
Sebuah lembaga bernama KPAI (Komisioner Perlindungan Anak Indonesia) telah melakukan survey ke berbagai kota-kota besar di Indonesia dengan menyebar 4500 ‘quetioner’ pada tiap-tiap kota besar, hasilnya kurang lebih 65 % anak-anak remaja telah melakukan hubungan sex tanpa menikah, tentu hal ini miris sekali dan kurang lebih 90 % generasi muda sudah link dengan situs-situs ‘pornographi’.
Di satu sisi media sosial dapat mengakses berbagai jaringan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat manusia, akan tetapi pada sisi lain media sosial juga dapat membawa ekses negatif serta dapat merusak akhlak dan perilaku generasi muda yang sedang tumbuh, sehingga nilai-nilai etika, sosial dan agama sudah terabaikan.
Lalai lupa waktu,itu sering terjadi ketika sedang asyik bermain di media sosial waktu terbuang sia-sia.
Pernahkah kita melihat ada orang yang kecanduan main game, menonton film atau series hingga lupa waktu dan mengabaikan aktivitas harian yang biasa dilakukan?
Kasus kecanduan sangatlah umum terjadi. Orang yang mengalaminya bisa betah duduk manis menghabiskan banyak waktu. Padahal hal tersebut memiliki efek candu yang sama seperti narkoba.
Ternyata saat kita melakukan yang kita sukai, maka otak akan menghasilkan dopamin, yaitu zat kimia yang mendorong perasaan senang, gembira dan bahagia. Akhirnya otak kita terus-menerus terpacu dan bersemangat untuk terus melakukannya alias kecanduan.
Dilihat dari sini saja, kita jadi tahu bahwa tidak ada gunanya sama sekali nonton film atau series sampai berjam-jam. Dalam industri film yang mendapatkan keuntungan besarnya tentu saja para pengusaha dan pemain filmnya sedangkan penonton tidak mendapat apa-apa selain rugi waktu. Karena waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk hal-hal yang bermanfaat jadi terbuang sia-sia.
Para pemuda yang seharus nya kuat dan tangguh,cerdas, dan berprestasi mereka abai dengan cita-cita lebih memilih rebahan dengan bermain media sosial.
Menghadapi fenomena ini, sebagai seorang Muslim sebaiknya harus memahami tujuan hidup manusia diciptakan, yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT (QS. Adz-Dzariyat: 56). Setelah paham tujuan penciptaan, maka manusia akan beramal sesuai dengan tujuan hidup.
Manusia akan membuat prioritas dalam aktivitasnya, mana yang wajib akan dikerjakan dengan sungguh-sungguh, yang sunah akan diperbanyak dan yang mubah pasti akan dipilih mana yang bisa menghantarkan kepada kebaikan dan mana yang justru menjauhkan dari melaksanakan kewajiban.
Sebagai seorang Muslim banyak hal yang harus dilakukan setiap harinya. Rasanya waktu 24 jam sehari pun tidaklah cukup. Muslim wajib shalat lima waktu, membaca Al-Qur'an dan memahami isinya dengan mengkaji setiap saat.
Dan kalau dia seorang pelajar, maka dia harus menyelesaikan tugas sekolah dan belajar tak kenal lelah agar tercapai cita-citanya. Sebagai seorang anak, maka setiap Muslim wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Wajib meringankan beban ibunya dalam membereskan rumah termasuk mencuci, memasak, dan masih banyak kegiatan bermanfaat lainnya.
Lalu mengapa banyak kaum Muslim yang suka melakukan perbuatan yg sia sia?. Hal tersebut dikarenakan pandangan masyarakat sekuler tidak memandang halal dan haram dalam perbuatan mereka yang penting senang dan puas akan dilakukan.
Adanya masyarakat sekuler tidak terbentuk dengan sendirinya, tapi memang disengaja. Barat mempunyai grand design yang keji untuk menjauhkan kaum Muslimin dari keterikatan kepada hukum syariat melalui sistem pendidikan dan media. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 120,
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu."
Firman Allah dalam surat Hud ayat 15-16;
“Siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami penuhi atas amal mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka amalkan dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.”
Sederhanya ayat ini adalah tentang mereka yg menjadikan amal ibadahnya hanya diniatkan untuk mendapatkan keutamaan dunia.
إذا أحبَّ اللَّهُ عَبدًا حماهُ الدُّنيا كَما يظلُّ أحدُكُم يَحمي سَقيمَهُ الماءَ
"Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan melindunginya dari jeratan kenikmatan dunia. Sebagaimana seseorang yg menjaga saudaranya yg sakit agar tidak terkena air." (HR. At-Tirmidzi)
Seringkali kita terbuai dalam kelalaian yang berkepanjangan. Kelalaian yang tanpa kita sadari akan membinasakan kita dihari perhitungan nanti. Kelalaian itu merupakan dasar dari segala keburukan. Allah subhanahu wata’aala berfirman,
“Dan sesungguhnya kebanyakan manusia benar-benar lalai dari ayat-ayat Kami.” (Yunus: 92)
Lalai adalah penyakit (wabah) yang sangat berbahaya, oleh karenanya Allah memperingatkan kita terhadapnya dan Dia melarang kita untuk bergaul dengan orang-orang yang lalai, seraya berfirman,
“Janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”
(Al-A’raf: 205)
“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas.” (Al-Kahfi: 28).
Kelalaian itu membuat hati lupa terhadap apa-apa yang dapat menyucikan, yang berguna, yang mengembangkan dan memperbaiki dan membersihkannya.
Semoga Allah melindungi kita semua dari sifat kelalaian dan kesia-siaaan, sehingga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang merugi di hari akhir nanti. Wallahu ‘alam.

No comments:
Post a Comment