Israel kembali menyerang Gaza pada Jumat, 5 Agustus 2022 kemarin (Tribunnews.6/8/2022). Konflik serta penyerang Israel ke Gaza bukanlah kali pertama terjadi, dunia pun mengetahui hal itu. Konflik ini sudah dirancang oleh Zionis sejak tahun 1897 yang merupakan tahun dimana diadakannya Kongres Zionis pertama kemudian disusul oleh perjanjian Balfour pada 2 November 1917 di Inggris. Dalam perjanjian itu memuat tentang perjanjian antara Yahudi dan Arab untuk mendirikan "tanah air" untuk kaum Yahudi di Palestina. Secara implisit, Deklarasi Balfour menyatakan bahwa wilayah Palestina adalah "hadiah" dari Inggris untuk orang-orang Yahudi, yang kemudian ditindaklanjuti dengan proklamasi kemerdekaan Israel pada 14 Mei 1948. Deklarasi ini dilakukan dan direalisasikan takala Khilafah Utsmani yang di sebut sebagai Dinasti Utsmani yang memegang kuasa Palestina kalah dalam Perang Dunia kedua.
Pada tahun sebelum deklarasi kemerdekaan Israel yakni pada 1947, PBB memutuskan wilayah Palestina dibagi menjadi dua negara terpisah bagi bangsa Yahudi dan bangsa Arab Palestina (BBC.11/5/2021). Namun karena Israel merasa sudah merdeka, ia berusaha untuk menguasai seluruh wilayah Palestina termasuk Gaza yang belum usai hingga kini. Dari sinilah Israel makin brutal menyerang Palestina/Gaza untuk merebut wilayah Gaza agar menjadi bagian darinya. Serangan demi serangan digencarkan oleh Israel untuk menguasai seluruh wilayah Palestina namun hingga kini mereka belum bisa menguasai Gaza.
Itulah singkat cerita tentang konflik Israel-Palestina. Jadi dapat dikatakan bahwa konflik ini adalah konflik perebutan wilayah dan juga konflik agama karena negeri Syam (Suriyah, Palestina, Yordania, dan Libanon) adalah milik kaum muslim. Suriyah ditaklukkan oleh pasukan kaum muslimin dibawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab dengan Panglima perannya Khalid bin Walid pada 635 M. Palestina di bebaskan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada 637 M. Gaza merupakan bagian dari Palestina artinya Gaza milik kaum muslim, yang sudah menjadi kewajiban untuk menjaganya agar tidak jatuh pada Israel.
Masalah yang terjadi antara Israel-Palestina adalah masalah seluruh umat muslim didunia mengingat negeri Syam (Suriyah, Palestina, Yordania, dan Libanon) adalah wilayah Islam yang diperoleh dengan jihad dan perdamaian. Saat terjadi konflik tersebut harusnya sebagai muslim tidak boleh tinggal diam dengan alasan apapun karena mereka di Palestina/Gaza adalah saudara kita yang harus kita cinta dan sayang. Masalah utama pemicu konflik ini adalah karena ketiadaan Khilafah yang merupakan perisai/pelindung nyawa rakyat sebagaimana dulu Khalifah Umar bin Khattab menjaga nyawa manusia dalam khilafah hingga berlanjut pada Khilafah Utsmani, dimana Sultan Abdul Hamid II tidak membiarkan Zionis membeli tanah sejengkal untuk Yahudi di negeri Syam. Namun setelah runtuhnya Khilafah/perisai umat itulah konflik ini muncul dan belum usai hingga kini. Maka dari itu untuk menyelesaikan konflik ini dan lebih utamanya adalah menjaga dan melindungi nyawa serta akidah umat manusia terlebih dalam hal ini adalah muslim maka kita butuh Khilafah dan butuh pemimpin yang menjadi pelindung umat manusia. Sebagaimana Sabda Nabi Saw : “Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/adzab karenanya.” [HR. Bukhari dan Muslim].
Oleh karena itu harusnya diwujudkan kepemimpinan dan pemimpin yang akan menjadi perisai umat sehingga tidak ada lagi pertumpahan darah dan akan membawa umat manusia pada rahmat Allah SWT dengan mewujudkan penduduk yang beriman dan bertakwa pada Allah sebagaimana dahulu Islam menguasai ⅔ dunia. Sebagaimana firman Allah SWT "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al Araf 96). Wallahu alam bii sawwab

No comments:
Post a Comment