Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jilbab Ajaran Islam Wajib Dilakukan

Thursday, August 11, 2022 | Thursday, August 11, 2022 WIB Last Updated 2022-08-11T17:32:23Z
Oleh Rati Suharjo
Pegiat Literasi AMK

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur'an surat al-Ahzab ayat 59 yang artinya, "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." 

Demikianlah ayat suci al-Quran yang menjelaskan, betapa wajibnya seorang muslimah memakai jilbab. Namun sayangnya saat ini tidak semua orang muslim paham, bahwa jilbab adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. 

Begitu juga yang terjadi di Banguntapan Bantul Yogyakarta, seorang siswi SMA kelas 10 telah mengalami depresi dan akhirnya mengurung diri. Setelah sebelumnya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Anak tersebut menangis di dalam toilet selama 1 jam alasannya karena guru BP telah memberikan jilbab untuk dipakai. (detikjateng.com, 29/7/2022)

Kasus inipun mengundang perhatian Ombudsman RI perwakilan DIY untuk menelusuri dugaan perundungan. Dia menilai pemaksaan pemakaian jilbab dalam sekolah yang bukan berbasis Islam termasuk perundungan. Selain itu Disdikpora DIY, Didik Wardaya mengatakan 
seusai aturan, sekolah yang diselenggarakan pemerintah tak boleh melakukan pemaksaan. Dijelaskan bahwa sekolah harus mencerminkan kebinekaan. Dan tidak boleh memaksakan satu siswa, karena memakai jilbab adalah sebuah kesadaran.

Inilah produk hasil penerapan liberalisme. Setiap orang bebas menentukan amal perbuatannya, tidak memandang apakah perbuatan tersebut halal atau haram. Akan mendapat rida dari Allah Swt. atau mendapat laknat? Padahal, seorang muslimah yang telah Akil balig harus terikat dengan hukum Allah. Wajib, mubah, makruh, sunah, halal, haram merupakan rambu-rambu bagi kaum muslim, ketika melakukan perbuatan.

Rambut termasuk perhiasan wanita yang seharusnya ditutup. Begitu juga anggota tubuh yang lain kecuali muka dan telapak tangan. Allah Swt. memerintahkan kepada umat manusia tentu ada kemaslahatannya. Sebab seorang muslimah adalah perhiasan. Jika perhiasan tersebut terlihat, maka otomatis menimbulkan rangsangan bagi yang lain, terutama laki-laki. Bukankah angka perzinahan dan aborsi semakin meningkat?

Angka perzinaan dan aborsi masih tinggi di kalangan pelajar. Apalagi jika tidak menutup aurat.  Seharusnya hal ini menjadi permasalahan serius negeri ini. Butuh adanya pengarahan dan pembinaan generasi agar  paham Islam kafah, baik sekolah berbasis Islam ataupun yang tidak. 

Namun, hal tersebut tidak akan terjadi selama negara menerapkan sekularisme. HAM telah menjadi payung orang yang berasaskan liberalisme. Mereka memahami bahwa agama cukup hanya dalam ritual semata. Tak peduli dalam budaya, ekonomi, politik, dan yang lain.

Tentunya pemahaman seperti ini adalah salah. Jika ideologi kapitalisme ini terus dipertahankan, maka besar kemungkinan generasi-generasi akan meninggalkan aturan Islam. Besar kemungkinan mereka akan terjun dalam kesesatan, yang pada akhirnya neraka tempat tinggalnya. 

Sebagai seorang penguasa tentu harus menjadi pelayan bagi rakyatnya. Negara bertugas memberikan kecerdasan dan menanamkan ideologi yang benar. Bahwa segala perbuatan akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak. Melalui pendidikan di sekolah dan masyarakat. Bahkan negara harus ikut andil dalam membina masyarakat menjadi takwa. Bukankah Rasulullah saw. adalah suri tauladan kita yang harus kita ikuti? Baik dalam ritualnya maupun dalam seluruh aspek kehidupan.

Rasulullah saw. telah bersabda bahwa, "Imam adalah perisai bagi umatnya. Dia akan menjadi pelindung bagi rakyatnya." (HR. Bukhari Muslim)

Makna hadis ini adalah seorang penguasa akan melindungi akidah dan keamanan bagi rakyatnya. Untuk itu penguasa akan berjuang dengan sepenuh tenaga menerapkan Islam kafah. Seperti halnya dijelaskan dalam al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 208 yang artinya, "Hendaklah umat manusia masuk ke dalam Islam secara kafah." (QS. al-Baqarah [2]: 208)

Inilah dalil al-Qur'an yang menjelaskan bahwa umat Islam harus mengamalkan Islam secara keseluruhan. Bukan mengamalkan sesuai yang ia sukai. Yakni tidak melakukan amalan ketika suka saja, dan sebaliknya ketika amalan tersebut tidak suka mereka tinggalkan.

Jadi, pembelaan terhadap siswa atas pemakaian jilbab tersebut adalah salah. Jika harus menunggu kesadaran mereka, maka pemerintah harus bersungguh-sungguh dalam memberikan kurikulum pendidikan agama yang benar.  Sehingga generasi saat ini, akan benar-benar terhujam kalimat Lailaha ilallah. Dan hasilnya akan selalu merasa diawasi oleh Allah Swt.

Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update