Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Omicron: Bukti Gagalnya Kapitalisme Tangani Wabah

Saturday, January 08, 2022 | Saturday, January 08, 2022 WIB



Oleh: Ummu Almahira 

(Aktivis Muslimah)


Bumi merintih. Virus Varian baru meninggalkan jejak kelabu. Dunia kembali dihebohkan dengan mutasi virus Covid-19 baru B.1.1.529. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan varian B.1.1.529 yang telah terdeteksi di Afrika Selatan sebagai “variant of concern” SARS-CoV-2. WHO juga menjelaskan bahwa varian dari B.1.1.529 yang disebut omicron ini menunjukkan varian berbahaya yang mudah menyebar dengan cepat. (viva.co.id, 28/11/2021)


Hingga Selasa (4/1/2022), Indonesia mencatatkan penambahan 92 kasus baru Covid-19 akibat penularan varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron. Sehingga, total kasus Covid-19 dari penularan varian Omicron menjadi 254, terhitung sejak diumumkan pertama kali oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 16 Desember 2021. (Kompas.com, 05/01/2021)


Masih segar di ingatan bagaimana awal mula kemunculan Covid-19 yang sudah berhasil mengubah tatanan dunia hingga detik ini. Kini, belum usai Covid-19, negeri ini harus bersiap-siap menghadapi penularan virus Varian Omicron. Hal ini menjadi ancaman nyata bagi bangsa ini.


Kemunculan wabah omicron di beberapa negeri, jelas menjadi ancaman nyata bagi negeri ini. Pasalnya, tak ada penanganan tegas dari penguasa untuk mengusir wabah yang datang sebelumnya. Akibatnya masyarakatlah yang menjadi korban dari setiap peristiwa yang terjadi. Belum lagi harga kebutuhan pokok yang semakin hari makin melonjak, kini masyarakat harus memikirkan masalah kesehatan yang jelas-jelas merupakan tanggung jawab negara.


Tak hanya itu, komersialisasi dibidang kesehatan pun juga menjadi salah satu faktor yang membawa dampak buruk ditengah-tengah masyarakat. Inilah bukti betapa Mabda kapitalisme telah gagal dalam menangani pandemi. Alih-alih memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, penguasa hari ini pada akhirnya akan dengan sengaja mengambil keuntungan dari setiap kondisi yang menimpa negeri ini.


“Imam/khalifah adalah pengurus rakyat dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya.” (H.R. Al-Bukhari)


Tugas melayani dengan pelayanan terbaik bagi masyarakat adalah tugas utama seorang penguasa. Dalam Islam, seorang penguasa adalah pelayan bagi rakyatnya. Sayangnya, paradigma kapitalis sekularis membuat penguasa adalah raja yang justru menginginkan kemanfaatan dari rakyat. Rakyat tidak mendapatkan haknya dalam mendapatkan pelayanan terbaik. Alih-alih mendapatkan pelayanan, justru situasi rakyat semakin terjepit karena dimanfaatkan oleh penguasa dan pengusaha untuk mengeruk keuntungan.


Sungguh, masyarakat telah lelah dan sesak dengan kondisi pandemi yang seolah tidak berujung ini. Sejatinya umat hanya membutuhkan solusi hakiki yang memang benar-benar mampu dan telah terbukti dapat menyelesaikan masalah wabah dengan tuntas. Dan solusi itu tak mungkin datang dari Mabda kapitalisme yang telah terbukti gagal dalam menangani wabah dan juga dalang dari datangnya wabah baru.


Maka, benarlah jika saat ini umat benar-benar membutuhkan perubahan sistem, dari kapitalisme menuju sistem Islam yang menyolusi. Karena dalam sistem Islam, kesehatan merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi oleh negara dan disediakan secara cuma-cuma.


Negara akan menyediakan pelayanan terbaik untuk masyarakat dengan mengerahkan seluruh tenaga profesional yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Termasuk dalam masalah kesehatan. Tak hanya itu, negara akan memberikan anggaran untuk riset dibidang kesehatan yang bertujuan untuk menemukan obat paling ampuh agar pandemi cepat berlalu. Yang dengan itu, tak ada lagi korban baru dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasanya.


Untuk itu, sudah selayaknya kita ganti sistem hari ini dengan sistem Islam yang dapat memberikan solusi hakiki. Bukan kapitalisme yang hanya menjadi biang keladi, karena sejak dua tahun ini, telah terbukti gagal mengusir pandemi.


Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update