Aktivis Dakwah di Depok
Beberapa hari yang lalu saya sengaja bertanya kepada
beberapa orang yang dikenal, mulai dari anak remaja sampai ibu-ibu. Pertanyaan
saya tidak jauh terkait proyek yang sedang diaruskan Barat, bahkan sampai
didanai hingga 3,2triliiun, yaitu perihal moderasi.
Ternyata belum banyak yang tahu tentang moderasi. Mereka tahu sekitar kristenisasi yang sedang diaruskan sekarang. Hingga kemudian saya sedikit menjelaskan kepada mereka tentang moderasi.
Moderasi ini lebih halus dari kristenisasi. Kalau orang Islam diajak murtad (pindah agama) mungkin masih pikir-pikir. Namun moderasi ini mengajak umat Islam untuk memahami aturan Islam sesuai arahan Barat.
“Kok niat banget ya Barat membuat proyek moderasi? Apa tujuan mereka (Barat)?” tanya mereka penasaran.
Itulah yang membuat sebagian orang penasaran. Tentunya, ada ide pasti ada tujuan. Di antara tujuannya yakni melahirkan Muslim moderat yang pro dengan Barat, menjauhkan umat Islam dari ajarannya yang murni, mencetak Muslim sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan). Bahkan, proyek moderasi juga untuk menghadang kebangkitan Islam yang saat ini geliatnya sudah mulai dirasakan. Barat percaya betul akan datangnya kembali masa kejayaan Islam.
Saya pun memberikan contoh kepada mereka bagaimana arus moderasi itu sudah menyebar ke mana-mana. “Ingat tidak, tentang pertemuan RT beberapa hari lalu? Ia mengucapkan salam campur-campur, juga mengucapkan selamat natal. Nah, itulah moderasi, sudah menyebar ke segala kalangan, dari kota sampai ke kampung.”
Ternyata moderasi itu mencabut pemahaman Islam sampai akarnya, karena yang diubah adalah pemahaman akidahnya. Kalau dalam Islam jelas toleransi itu adalah, lakum diinukum waliyadiin (untukmu agamamu untukku agamaku). Sesama umat beragama tidak boleh saling mengganggu, dan membiarkan agama lain beribadah.
Namun menurut moderasi beragama, toleransi adalah ikut merayakan, ikut mengucapkan selamat natal. Yang jelas dalam Islam tidak diperbolehkan karena ucapan tersebut menyangkut ranah ibadah, maka hukumnya haram mengucapkannya.
Jadi untuk siapa moderasi ini? Tentu saja untuk umat Islam semuanya agar mereka jauh dari agamanya. Moderasi ini menyasar juga ke ranah pendidikan, dari TPA sampai perguruan tinggi, bahkan menyasar ke pondok-pondok pesantren.
Oleh karena itu umat Islam harus waspada, lebih jeli, umat ini mau dibawa ke mana? Kepada rida Barat atau rida Allah? Marilah kembali belajar Islam secara kaffah, agar kita tahu mana jalan yang hak, mana jalan yang batil, dan selamat dari jalan orang-orang yang sesat. Begitu juga agar kita tahu mana toleransi menurut Islam dan mana tolerasi ala moderasi.[]
No comments:
Post a Comment