Muslimah Aktivis Dakwah
Baru-baru ini ramai perbincangan di media sosial terkait boneka arwah atau spirit doll. Sejumlah selebriti seperti Ivan Gunawan turut mengadopsi dan merawatnya layaknya seorang bayi manusia.
Tak hanya di kalangan selebriti, orang awam pun banyak yang mengadopsi boneka arwah. Boneka arwah diklaim bisa mendatangkan kebahagiaan, keuntungan, serta hal positif lainnya.
Spirit doll adalah boneka yang digunakan berkaitan dengan hal-hal spiritual atau ritual keagamaan, seperti doa dan meditasi. Boneka ini sering diletakkan di altar, digunakan di geraja atau menjadi obyek pengabdian. Boneka arwah dapat berupa patung tokoh suci, leluhur, malaikat, dewa, dan dewi.(cnnindonesia.com, 03/01/ 2022)
Belakangan, spirit doll digunakan sebagai metode penyembuhan atau healing. Proses penyembuhan ini dilakukan dengan membuat sendiri spirit doll sesuai dengan keinginan. Proses pembuatan dan merawat boneka ini diyakini dapat menyembuhkan batin seseorang. (cnnindonesia.com, 03/01/ 2022)
Jelas, mengadopsi, merawat, dan mengharap kebaikan dari boneka arwah adalah bukti dangkalnya akal serta taraf berpikir yang sangat rendah. Bagaimana bisa berharap kepada sebuah boneka yang sejatinya adalah benda tak bernyawa?
Tak hanya itu memperlakukan boneka arwah layaknya anak sendiri, serta mempercayai adanya kekuatan yang bisa mendatangkan kebaikan, merupakan bukti dangkalnya akidah Si Pemilik boneka arwah tersebut. Mereka tidak lagi menyandarkan segala sesuatunya kepada Allah Swt., tetapi kepada benda atau mahluk lemah, yaitu boneka. Mereka tidak lagi peduli akan keberadaan Allah Swt. yang sejatinya tidak ada illah yang patut disembah selain-Nya.
Sungguh perbuatan meyakini dan percaya kepada boneka arwah, bahwa boneka tersebut bisa mendatangkan kebahagiaan, ketenangan, ataupun hal positif lainnya, adalah perbuatan syirik.
Syirik atau menyekutukan Allah merupakan dosa besar yang tidak terampuni. Sebagaimana firman Allah Swt., berikut:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar." (TQS. An-Nisa [4]: 48)
Hari ini kita menyaksikan betapa kebodohan serta ketidakwarasan dipertontonkan begitu nyata. Boneka yang hanya benda mati justru diperlakukan seperti manusia. Diberi pakaian, makanan, bahkan tempat tidur khusus.
Hidup dalam sistem sekuler yang serba bebas semakin menumbuhsuburkan ketidakwarasan yang membawa pada hilangnya akidah. Sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan membawa umat pada kerusakan dan kekacauan. Sehingga umat tidak bisa membedakan kesyirikan dan kebaikan. Atas dasar kebebasan, si pemilik boneka arwah merasa berhak berbuat sesuka hati. Diperparah lagi tidak adanya peran negara sebagai pengontrol. Sejatinya negara mempunyai tanggungjawab dalam menjaga akidah rakyatnya, yaitu dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang taat sesuai dengan aturan Allah Swt.
Tentu, hanya dalam sistem Islam peran negara menjaga akidah umat bisa terwujud. Sejatinya Islam memuaskan akal manusia dan menentramkan jiwa. Pemenuhan naluri menyayangi, rasa kasih-mengasihi, ataupun naluri penghambaan, telah diatur sesuai fitrah manusia. Maka tidak akan terjadi menyayangi boneka seperti menyayangi seorang anak manusia. Terlebih boneka tersebut telah diisi oleh arwah atau mahluk gaib. Selain itu, dalam sistem Islam, tidak akan dibiarkan praktik kesyirikan dalam bentuk apapun.
Maka jelas, kembali kepada sistem Islam adalah suatu keharusan. Hanya dengan aturan-Nya mampu menjaga akidah umat dari segala kesyirikan dan kemunafikan. Wallahua'lam bishshawwaab.
No comments:
Post a Comment