Di zaman sekarang ini yang bisa disebut juga dengan zaman anak milenial membuat semakin marak berkembangnya pergaulan bebas dikalangan masyarakat. Sering kali kita melihat, membaca berita bahkan mendengar langsung sendiri dilingkungan sekitar bahwa pergaulan bebas beredar dikalangan remaja seperti SMP-SMA. Di usia remaja ini lah banyak yang menjadi korban karena usia remaja adalah usia yang dimana sedang puncaknya untuk mencari jati diri agar terkesan hebat, mengikuti tren dan menjadi lebih gaul diantara teman-temannya.
Di dalam agama islam pergaulan bebas sangatlah dilarang karena telah melonceng jauh dari syariat agama islam. Pergaulan bebas bisa meliputi dengan merokok, menggunakan obat-obat terlarang, seks bebas, tawuran atau membuat kerusuhan, menghabiskan waktu malam untuk party atau clubbing dengan minuman beralkohol. Dampak pergaulan bebas sangatlah negatif bagi seseorang karena akan mendapatkan stigma buruk dari lingkungan sekitar seperti saudara atau tetangga, timbul masalah dengan keluarga, dapat mengakibatkan kehamilan diluar nikah dan penyakit kelamin, membuat ketergantungan dengan obat-obatan terlarang.
Maka dari itu, peran orangtua sangatlah penting didalam pergaulan anak dari usia dini sampai dewasa. Karena orangtua memegang peran penting dalam membuat seorang anak menjadi taat dan mematuhi aturan. Alangkah baiknya orangtua mengetahui pergaulan sang anak dalam keseharian, mengetahui siapa saja temannya, membuat jadwal sang anak untuk pulang tepat waktu jika melewati jam pulang yang telah ditentukan akan dikenakan sanksi. Karena faktanya, terlalu membebaskan anak tidak baik karena anak bisa jadi sosok yang melakukan sesuatu suka-suka mereka, disisi lain terlalu mengekang anak juga tidak baik karena anak-anak akan merasa tertekan karena tidak diberi kebebasan untuk menentukan tujuan hidup.
Ibarat pasir dalam genggaman, Jika kamu menggenggam pasir itu terlalu erat, maka pasir-pasir itu akan lepas dari sela-sela jarimu hingga akhirnya tidak akan tersisa pasir lagi di tanganmu. Dan jika kamu membuka genggamanmu, maka pasir itu akan berhamburan tertiup angin. Maka solusinya genggamlah pasir itu dengan lembut diatas kedua tanganmu yang terbuka, maka pasir itupun tidak akan tumpah. Pun sama halnya dengan mendidik anak. Semakin dikekang maka anak akan semakin kuat keinginannya untuk memberontak. Sebagai orang tua kita harus bisa menggenggamnya dengan cinta agar ia merasa nyaman, bukan dengan ambisi yang besar untuk memiliki dan menguasainya. Anak bukan tahanan orangtua yang bisa kita kurung, anak bukan robot yang bisa kita atur seperti keinginan orang tua.
Anak-anak adalah amanah, tanggung jawab, dan hadiah bagi orangtua. Kita sebagai orangtua bertanggung jawab untuk mengajarkan anak untuk membedakan mana yang benar dan salah. Mengajari anak batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, akan memandunya bagaimana cara berperilaku dan tidak membuatnya kebingungan mengenai hal boleh dan tidak. Orangtua bertugas menjadi pembimbing dan teladan bagi anak dalam menaati Allah dan Rasul-Nya. Orang tua yang baik menurut Islam, akan mengambil tanggung jawab ini secara serius. Sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik dan selalu melakukan hal benar sesuai ajaran agama.
Penulis :
Choirunnisa
Habibah Faridotul Fu’adah
Mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI

No comments:
Post a Comment