Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Palestina Membara, Islam Solusinya

Sunday, June 13, 2021 | Sunday, June 13, 2021 WIB Last Updated 2021-06-13T01:54:42Z


Oleh: Dewi Rohmah (Aktivis Muslimah)

Perselisihan antara Palestina dan Israel sampai detik ini masih berlangsung. Penjajahan yang dilakukan oleh zinois Israel terhitung mulai dulu hingga detik ini. Aksi-aksi yang dilakukan oleh zionis pun sangat tidak manusiawi. Mereka membantai warga palestina baik itu lansia, wanita bahkan anak-anak. Hal ini menjadikan masyarakat di seluruh dunia baik orang Muslim maupun nonmuslim mengecam tindakan yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Kecaman tersebut berwujud aksi demo, konten YouTube, via media sosial atau pun yang lain sebagainya. Salah satu yang viral di media sosial baru-baru ini adalah masyarakat di berbagai belahan dunia melakukan aksi demo di depan istana kepresidenan ataupun kedutaan masing-masing negara. Tentu peristiwa tersebut membuktikan bahwa masyarakat di seluruh dunia mengharapkan pihak negara mau turun tangan secara langsung untuk membantu Palestina. Kenapa harus lewat tangan negara? Karena masyarakat mengetahui yang memiliki kekuatan adalah negara dan bantuan yang bisa diberikan masyarakat kepada Palestina hanya berupa kebutuhan pokok serta finansial, tentu ini tidak membantu mereka dari segi kebebasan maupun penyiksaan akibat penyerangan yang dilakukan oleh zionis.


Hari berganti hari, waktu terus berjalan penyerangan masih saja dirasakan warga Palestina hingga pada tanggal 21/5/2021 lebih tepatnya pukul 02 dini hari waktu setempat pihak Palestina dan Israel memiliki kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, dan beberapa negara besar lainnya yang mendukung hal ini termasuk negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.


Kabinet keamanan Israel pada kamis (20/05/2021) waktu setempat mengatakan pihaknya memberikan suara untuk mendukung gencatan senjata Gaza yang diusulkan oleh mediator. Hamas, kelompok bersenjata Palestinian Islamic Jihad (PIJ) mengkonfirmasi gencatan senjata dan gencatan senjata ini akan dimulai pada pukul 2 pagi pada hari jumat. (Tirto.id, 21 Mei 2021).


Adanya gencatan senjata ini memberikan sedikit kebahagian kepada warga khususnya Palestina dikarenakan beberapa waktu kedepan mereka berharap tidak adanya penyerangan yang terjadi seperti sebelumnya, warga setempat mulai menunjukan senyumannya dan merayakan hal ini dengan cara mangumandangkan takbir hari raya untuk menggantikan takbir sebelumnya yang tidak bisa mereka lakukan dikarenakan penyerangan yang tiada hentinya, akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama senyum warga palestina mulai luntur dikarenakan selang beberapa jam saja ternyata pihak Israel melakukan penyerangan kembali terhadap warga Palestina yang terjadi di masjid al-Aqsa.
Dilansir dari Kompas.com, polisi Israel kembali menyerbu kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur, aparat Israel melepaskan gas air mata kearah jamaah selepas shalat jumat, belasan warga Palestina dilaporkan terluka akibat bentrokan tersebut.


Kejadian ini tentu membuat masyarakat diberbagai dunia terkejut, karna seharusnya dengan adanya perjanjian gencatan senjata tidak boleh ada pihak yang saling memprovokasi bahkan sampai mengangkat senjata, tetapi pada faktanya justru kejadian bentrokan tersebut banyak warga Palestina yang teluka. Masyarakat seluruh dunia semakin geram, media sosial dibanjiri dengan kecaman-kecaman kepada pihak zionis dan tidak sedikit yang mengharapkan agar setiap negara-negara di dunia membantu Palestina terkait tindakan Zionis tersebut. Akan tetapi para pemangku jabatan seakan bungkam untuk memberikan bantuan pembebasan terhadap Palestina, mereka hanya memberikan bantuan finansial untuk menutupi kebungkaman mereka, mereka memberi bantuan hanya untuk menutupi ketidak berdayaan negara tersebut, yang diharapan warga Palestina sebenarnya adalah kemerdekaannya bukan hanya bantuan finansial, memberikan bantuan finansial hanya akan mengobati luka luar, dimana luka luar jika sudah sembuh bisa saja akan digores kembali jika mereka masih belum merdeka.


Mengapa para negara tidak bisa berbuat banyak terkait pembebasan Palestina? Ada beberapa faktor terkait hal ini. Pertama, negara-negara besar seperti Amerika mendukung tindakan yang dilakukan oleh Israel, dimana kita ketahui saat ini Amerika merupakan negara yang memiliki pengaruh besar di negara-negara lain, bahkan mereka justru dijadikan sebagai polisi dunia yang seharusnya melindungi hak-hak orang lain justru sebaliknya mereka mendukung tindakan keji Zionis. Kedua, negara-negara besar yang mendukung zionis Israel berperan penting dalam perekonomian dunia, contohnya adalah terjalin hubungan kerjasama dagang maupun terjadinya normalisasi hubungan diplomatik antara negara besar tersebut dengan negara-negara dibawahnya. Sehingga hal ini yang menjadikan negara-negara yang berada dalam genggaman negara besar tidak bisa berkutik, mereka hanya bisa menunjukan seakan-akan mereka peduli dan membantu Palestina, mereka menutupi ketidak berdayaan mereka dengan cara mengecam saja tanpa memberikan pelindungan secara menyeluruh terhadap Palestina, padahal yang dibutuhkan Palestina sekali lagi adalah kebebasan dan kemerdekaan.


Hal ini semakin menunjukan kepada kita bahwa bantuan finansial maupun adanya gencatan senjata antara Palestina dan Israel sebenarnya bukan solusi untuk menyelesaikan penderitaan yang mereka (warga Palestina) rasakan, justru dengan adanya hal ini semakin menunjukan bahwa gencatan senjata yang dianggap sebagai solusi untuk mengatasi peperangan hanya sebuah iming-iming bahkan mimpi yang sangat mustahil untuk didapatkan warga Palestina. Lantas apa yang dibutuhkan Palestina agar benar-benar merdeka dan lepas dari penjajahan zionis Israel?


Sistem Islam, Solusi Tuntas Palestina

Di dalam Islam manusia akan dimuliakan, baik itu muslim maupun nonmuslim mereka akan diperlakukan sama, Islam akan memberikan kedamaian bagi seluruh masyarakat, Islam melarang adanya kekerasan, seperti firman Allah SWT yang artinya: “Dan tidaklah Kami mengutus kamu (wahai Muhammad) kecuali untuk (menyebarkan) kasih sayang terhadap seluruh alam”. (Q.S al-Anbiya’ [21]: 107).

“Wahai hamba-hamba-Ku, Aku haramkan kezaliman terhadap diri-Ku dan aku jadikan kezaliman itu juga haram diantara kamu, maka janganlah kamu saling menzalimi satu sama lain”. (Hadist Qudsi, Sahih Muslim, kitab al-Barr wa ash-Shilaj wa al-Adab, no Hadist 4674).

Adanya ayat dan hadist diatas semakin menegaskan bahwa Islam akan bertindak tegas jika terjadi hal-hal yang mengakibatkan kesengsaraan, contoh sederhana betapa Islam sangat memuliakan manusia adalah seperti yang pernah terjadi dimasa pemerintahan Rasulullah tekait permasalahan orang Yahudi yang mengganggu seorang Muslimah.


Saat itu ada seorang Muslimah sedang berbelanja di pasar Bani Qainuqo, orang-orang Yahudi melecehkannya dengan meminta Muslimah itu melepaskan jilbabnya, tentu Muslimah ini menolak, akan tetapi orang Yahudi diam-diam mengikat ujung baju Muslimah tersebut sehingga saat ia berdiri tersingkaplah bajunya, lalu Muslimah ini berteriak dan meminta bantuan hingga ia dibantu oleh seorang Muslim yang kebetulan berada dilokasi tersebut, hingga orang Muslim tersebut akhirnya terbunuh oleh orang Yahudi. Peristiwa tersebut memicu kemarahan umat Islam sampai menuntut balas atas perilaku orang Yahudi. Rasulullah dan kaum Muslimin membalas dengan mengepung kaum Yahudi selama 15 hari 15 malam berturut-turut tanpa ada satupun orang Yahudi yang keluar dari tempat mereka, hingga akhirnya mereka meyerah karena tidak ada lagi pasokan makan yang datang kepada mereka. Orang Yahudi sampai menawarkan anak istri mereka akan tetapi Rasulullah tidak tertipu sedikitpun hingga Rasulullah memerintahkan semua orang Yahudi untuk pergi meninggalkan Madina.


Dari kisah diatas tentu sangat berbanding tebalik dengan kondisi saat ini, saat ini tidak ada penerapan Islam secara menyeluruh. Di palestina banyak warga yang terbunuh tanpa melihat apakah ia masih kecil atau dewasa, apakah ia perempuan atau laki-laki, ironisnya tidak ada yang bisa membantu mereka secara tegas, sedangkan di dalam sistem Islam jika ada kekerasan saja hal ini akan segera ditindak lanjuti. Saat ini dipalestina Muslimah disana dilecehkan sedangkan manusia dibelahan bumi lainnya hanya diam, jika didalam Islam, orang yang melecehkan tersebut juga akan ditindak lanjuti seperti yang terjasi pada kisah diatas, Islam akan bereaksi secara tegas, tanpa berfikir dua kali.


Jadi dapat disimpulkan bahwa saat ini masyarakat khususnya Palestina sebenarnya tidak terlalu membutuhkan bantuan berupa finansial, akan tetapi mereka membutuhkan kebebasan atas jeratan zionis saat ini, kebebasan hanya bisa dilakukan dengan cara memerangi kaum zionis dan mengusir mereka dari tanah Palestina, bagaimana caranya? Caranya adalah menyatukan seluruh ummat didunia dalam satu komando yang akan menjamin kesejahteraan, apakah itu? Tidak lain adalah penerapan Islam secara menyeluruh ditenga-tengah kehidupan, karena dengan penerapan Islam lah yang akan mampu dan berani memerangi tindakan-tindakan keji tersebut.
Wallahua’lam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update