Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kedelai melambung, pengrajin tahu tempe naikkan harga

Sunday, June 06, 2021 | Sunday, June 06, 2021 WIB Last Updated 2021-06-06T15:22:08Z

Oleh : Nur'aliyah

Perajin tahu dan tempe di kawasan Cibuntu, Kota Bandung mulai kembali berproduksi pada Minggu (30/5/2021). Sebelumnya, sejumlah perajin tahu dan tempe melakukan mogok produksi sebagai imbas melambungnya harga kedelai.
Ketua Ketua Paguyuban Perajin Tahu dan Tempe Jawa Barat Muhammad Zamaludin mengatakan, harga kacang kedelai masih tinggi. Sehingga, ia memastikan harga tahu dan tempe yang dijual besok harganya akan naik dari biasanya.
Saat ini, harga kedelai per kilogramnya bisa mencapai Rp 10 ribu - Rp 11 ribu di pasaran. Kenaikan harga tersebut meroket dari harga awal Rp 8.000 per kilogramnya.

Pihaknya menilai, aksi mogok selama tiga hari yang membuat tempe dan tahu langka di pasaran bisa menjadi sinyal bagi masyarakat tentang kenaikan harga. Sebelumnya, para perajin tahu dan tempe berupaya tak menaikkan harga meski harga kedelai terus melambung.

"Sebenarnya kita takut maju kena, mundur kena. Tapi kalau enggak produksi ini pelanggan bisa kabur ke tempat lain," katanya.

Zamaludin mengatakan, harga tahu cetak di Cibuntu yang biasanya dijual Rp 40 ribu, naik menjadi Rp 45 ribu. "Kalau untuk tahu yang bungkusan itu, mungkin naiknya Rp 500," ujarnya. 

Ini artinya masyarakat akan kembali memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup, tahu dan tempe merupakan makanan yang mudah dan murah untuk di dapat, namun ketika harganya naik masyarakat pun akan kembali di buat susah. Apalagi di tengah pandemi seperti ini ekonomi yang kian sulit. 

Kemana peran pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat? 

Seharusnya pemerintah dalam hal ini kementrian pangan, memperhatikan dari segi  bahan mentah produksi tahu dan tempe yaitu kedelai yang hanya mengandalkan impor, sedangkan kedelai hasil petani sendiri tidak di ijin kan di jual di pasaran dalam negeri dengan alasan kedelai lokal mahal harganya dan kualitas nya kurang baik padahal jika di perhatikan kedelai produksi petani sendiri tidak kalah kualitas nya di banding dengan kedelai import. Selain untuk menaikkan nilai jual kedelai petani juga untuk memenuhi kebutuhan produksi yang cukup tinggi. Namun pada kenyataannya semua hanya mengandalkan import saja yang harganya jelas fluktuatif. 

Bagaimana pandangan islam?

Di dalam islam jika terjadi kekurangan bahan baku dari kebutuhan pokok masyarakat maka kholifah akan mengadakan swasembada pangan dan memastikan setiap kebutuhan rakyat nya terpenuhi dengan baik. Sehingga tidak terjadi kekurangan bahan baku ataupun bahan pokok kebutuhan masyarakat. 

Karena pemimpin atau kholifah menyadari bahwasanya kepemimpinan nya akan di mintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT kelak. 

Wallahu'alam
Nama : NUr'aliyah
Alamat kp bera RT/RW :06/03
Kelurahan : jelekong 
Kecamatan : baleendah
Kabupaten: bandung
No HP:083890486042
Email : mamahgifa11@gmail.com

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update