Islamophobia kembali merenggut nyawa muslim di Kanada. Tidak hanya 1 atau 2 orang namun 4 keluarga. Maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Islamophobia merebak di Kanada. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan insiden itu "mengerikan" dan menggambarkan sebagai "tindakan kebencian". Polisi di Provinsi Ontario Kanada mengatakan, seorang pengemudi dengan sengaja menyerang satu keluarga dengan alasan karena mereka muslim, sehingga menewaskan empat orang dan melukai serius seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun. Serangan itu dikecam sebagai "tindakan kebencian yang tak bisa diungkapkan", selain bersikap islamofobia atau istilah kejiwaan untuk ketakutan dengan pemeluk agama Islam. Para korban yang berasal dari anggota keluarga yang sama dipukul dengan benda keras pada Minggu (6/6/2021) malam ketika mereka menunggu untuk menyeberang jalan di kota London, sekitar 200 km (124 mil) barat daya Toronto.(www.Bisnis.com)
Meskipun perdana mentri, yang merupakan pimpinan tertinggi mengecam tindakan tersebut, namun ternyata kebencian mereka terhadap umat Islam tidak lantas hilang begitu saja.
Kejadian serupa tidak hanya terjadi di Kanada. Beberapa saat sebelumnya di New York, ibukota pengusung HAM, juga terjadi pembunuhan terhadap imam masjid. Di Perancis pun aroma Islamophobia juga cukup kental dengan karikatur yang menghina Nabi. Lantas ada apa sebenarnya. Ketika dunia diliputi adanya Islamophobia. Adakah ini mengandung skema sistematis atau bagaimana?
Sekelompok umat akan dihargai dan dihormati ketika mempunyai pemimpin, terlebih jika pemimpinnya melakukan pembelaan terhadap umatnya. Sayangnya, umat Islam di dunia ini tidak mempunyai pemimpin yang melindungi nyawa umat Islam. Tak ayal jika kemudian pembantaian muslim di Rohingya, Myanmar, Penyiksaan dan pengusiran Muslim Uighur, penjajahan Muslim di Palestina, serta banyak lagi di seluruh penjuru dunia ini kerap terjadi. Seolah nyawa tidak ada nilainya lagi. Padahal Islam menegaskan bahwa “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka se akan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia..” (terj. Q.S Al Maidah: 23).
Di masa Rosululloh SAW, ada non muslim yang hidup bersama kaum muslimin menjadi kafir dzimniy, yakni non muslim yang tunduk pada aturan Islam dalam kehidupan public mereka. Maka Rosululloh melakukan pembelaan yang luar biasa kepada mereka. Sebagaimana yang diriwayatkan Imam Thabrani, Rasulullah menyatakan barang siapa yang menyakiti orang dzimmi (nonmuslim yang berinteraksi secara baik), berarti dia telah menyakiti diriku. Dan, barang siapa menyakiti diriku, berarti ia menyakiti Allah.
Apa yang terjadi saat ini sangat jauh dari apa yang sebenarnya telah Allah gariskan dan dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Umat Islam dihinakan dimana-mana. Demikianlah Rosululloh SAW mengibaratkan keadaan kita umat Islam suatu ketika. Seperti buih di lautan. Lemah tak berdaya, walaupun banyak jumlahnya. Bila direnungi itulah yang terjadi saat ini. Hari ini umat Islam berada di antara himpitan sejumlah kekuatan besar, seperti kekuatan komunis dan Barat. Tak mudah bergerak, bahkan untuk membela diri sendiri.
Tentu kekuatan besar ideology komunis dan kapitalis Barat tidak akan bisa dilawan kecuali dengan kekuatan ideology dan kepemimpinan Islam. Hanya kepemimpinan Islam sajalah yang mampu menghentikan kekerasan dan mengembalikan marwah/kehormatan Islam di tengah bangsa di dunia. Dan ketika Islam memimpin dunia tidak akan ada penjajahan, yang ada adalah pembebasan manusia dari penghambaan kepada selain Allah menuju penghambaan hanya kepada Allah semata. Wallohu ‘alam bi showab.

No comments:
Post a Comment