Rumah idaman, terbayanglah aneka keinginan, keindahan, harapan dan kebahagiaan untuk mendapatkan rumah idaman. Masing-masing benak mempunyai gambaran yang berbeda untuk memiliki rumah idaman.
Class ekonomipun ikut andil dalam mendapatkan hal ini. Yach materi menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan ini.
Penentuan memiliki rumah idaman masing-masing berbeda. Dari yang sederhana tipe RSS hingga rumah super mewah. Semua berlomba-lomba untuk mendapatkan rumah idaman ini. Bagaimana cara mendapatkan tentu masing-masingpun punya cara yang berbeda-beda dalam mendapatkannya.
Di era now, semua fasilitas untuk mendapatkan rumah idaman ini terbuka lebar. Dan promosi dalam mendapatkan rumah idaman ini juga ditawarkan. Nah disini kita butuh kehati-hatian dalam menentukan pilihan dalam mendapatkan rumah idaman ini. Pilihannya tentu harus dikembalikan kepada aturan Allah.
Disini kita dituntut untuk cerdas dalam menentukan pilihan tersebut. Dan rumah adalah tempat pertama yang menjadi madrasatul ula. Tempat dimana para penghuni rumah menancapkan pondasi dalam membina rumah tangganya. Awal pertama kali kita membina dan menjalin hubungan dalam berumah tangga.
Menggantungkan berbagai keinginan agar rumah yang kita miliki menjadi benar-benar nyaman dan tentram untuk kita huni hingga ajal menjemput.
Rumah sebagai basis pertama dalam mendidik anak-anak kita. Dan tentu kita ingin anak-anak yang kita miliki menjadi generasi yang sholih, yang taat terhadap aturan Allah. Islam mempunyai aturan dalam mendidik anak-anak kita. Bahkan Islam mengajarkan kita mendidik anak-anak dari buaian hingga keliang lahat.
Keberhasilan sebuah proses pendidikan sangat erat kaitannya dengan metode yang kita terapkan. Dan sebagai seorang muslim kita tidak perlu bingung dalam menentukan pilihan pendidikan untuk anak-anak kita. Contoh bagi umat Islam adalah telah diberikan oleh Nabi Muhammmad Saw. Dan kita bisa mempelajari lewat siroh Nabi Saw.
Kesuksesan pendidikan di rumah ditentukan oleh kebenaran materi yang kita sampaikan ke anak-anak kita.
Materi dipilih sesuai usia anak-anak. Rasulullah Saw bersabda:" Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun. Pukullah mereka jika meninggalkan shalat ketika berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah mereka diranjang masing-masing"
(HR. Abu Dawud)
Rasulullah Saw bersabda:" Nak aku akan mengajarkan kepadamu beberapa patah kata. Jagalah agama Allah,niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah ketentuan Allah, niscaya akan engkau dapati Allah ada di hadapanmu. Jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan hanya kepada Allah. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Ketahuilah! Andaikata seluruh umat berhimpun untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagimu, mereka tidak akan mampu memberikan manfaat apapun, kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Jika mereka menghimpun untuk menimpakan suatu malapetaka kepadamu, mereka tidak akan mampu sedikitpun kecuali menurut sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena takdir telah diangkat dan lembaran-lembaran catatan takdir telah kering."
(HR. at - Tirmidzi)
Rasulullah Saw bersabda:" Ajarilah anak-anak lelakimu berenang dan memanah. Ajari menggunakan alat pemintalan untuk anak wanita."
(HR. Al- Baihaqi)
Rasulullah Saw bersabda," Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.".
(HR. al-Bukhari)
Betapa Islam lengkap mengatur secara sempurna aturan dalam mendidik anak-anak. Sehingga kita bisa memahamkan anak-anak tentang kewajibannya dalam menyandarkan diri kepada sandaran yang hakiki. Standar hidup dan pola pikirnya hanya diletakkan kepada Allah. Dan betapa besar tanggung jawab orang tua dalam menjaga amanah yang telah Allah berikan untuk kita. Semua pola pikir,tingkah laku kita wajib dijalankan sesuai dengan aturan Allah yang harus kita terapkan secara sempurna. Dan hal ini penting dalam menentukan pilihan untuk mendapatkan Home Sweet Home. Rumah idaman bagi keluarga, yang didalamnya dihuni oleh orang-orang menanamkan disiplin dalam pendidikan. Sebuah pendidikan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Saw.
Class ekonomipun ikut andil dalam mendapatkan hal ini. Yach materi menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan ini.
Penentuan memiliki rumah idaman masing-masing berbeda. Dari yang sederhana tipe RSS hingga rumah super mewah. Semua berlomba-lomba untuk mendapatkan rumah idaman ini. Bagaimana cara mendapatkan tentu masing-masingpun punya cara yang berbeda-beda dalam mendapatkannya.
Di era now, semua fasilitas untuk mendapatkan rumah idaman ini terbuka lebar. Dan promosi dalam mendapatkan rumah idaman ini juga ditawarkan. Nah disini kita butuh kehati-hatian dalam menentukan pilihan dalam mendapatkan rumah idaman ini. Pilihannya tentu harus dikembalikan kepada aturan Allah.
Disini kita dituntut untuk cerdas dalam menentukan pilihan tersebut. Dan rumah adalah tempat pertama yang menjadi madrasatul ula. Tempat dimana para penghuni rumah menancapkan pondasi dalam membina rumah tangganya. Awal pertama kali kita membina dan menjalin hubungan dalam berumah tangga.
Menggantungkan berbagai keinginan agar rumah yang kita miliki menjadi benar-benar nyaman dan tentram untuk kita huni hingga ajal menjemput.
Rumah sebagai basis pertama dalam mendidik anak-anak kita. Dan tentu kita ingin anak-anak yang kita miliki menjadi generasi yang sholih, yang taat terhadap aturan Allah. Islam mempunyai aturan dalam mendidik anak-anak kita. Bahkan Islam mengajarkan kita mendidik anak-anak dari buaian hingga keliang lahat.
Keberhasilan sebuah proses pendidikan sangat erat kaitannya dengan metode yang kita terapkan. Dan sebagai seorang muslim kita tidak perlu bingung dalam menentukan pilihan pendidikan untuk anak-anak kita. Contoh bagi umat Islam adalah telah diberikan oleh Nabi Muhammmad Saw. Dan kita bisa mempelajari lewat siroh Nabi Saw.
Kesuksesan pendidikan di rumah ditentukan oleh kebenaran materi yang kita sampaikan ke anak-anak kita.
Materi dipilih sesuai usia anak-anak. Rasulullah Saw bersabda:" Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun. Pukullah mereka jika meninggalkan shalat ketika berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah mereka diranjang masing-masing"
(HR. Abu Dawud)
Rasulullah Saw bersabda:" Nak aku akan mengajarkan kepadamu beberapa patah kata. Jagalah agama Allah,niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah ketentuan Allah, niscaya akan engkau dapati Allah ada di hadapanmu. Jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan hanya kepada Allah. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Ketahuilah! Andaikata seluruh umat berhimpun untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagimu, mereka tidak akan mampu memberikan manfaat apapun, kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Jika mereka menghimpun untuk menimpakan suatu malapetaka kepadamu, mereka tidak akan mampu sedikitpun kecuali menurut sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena takdir telah diangkat dan lembaran-lembaran catatan takdir telah kering."
(HR. at - Tirmidzi)
Rasulullah Saw bersabda:" Ajarilah anak-anak lelakimu berenang dan memanah. Ajari menggunakan alat pemintalan untuk anak wanita."
(HR. Al- Baihaqi)
Rasulullah Saw bersabda," Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.".
(HR. al-Bukhari)
Betapa Islam lengkap mengatur secara sempurna aturan dalam mendidik anak-anak. Sehingga kita bisa memahamkan anak-anak tentang kewajibannya dalam menyandarkan diri kepada sandaran yang hakiki. Standar hidup dan pola pikirnya hanya diletakkan kepada Allah. Dan betapa besar tanggung jawab orang tua dalam menjaga amanah yang telah Allah berikan untuk kita. Semua pola pikir,tingkah laku kita wajib dijalankan sesuai dengan aturan Allah yang harus kita terapkan secara sempurna. Dan hal ini penting dalam menentukan pilihan untuk mendapatkan Home Sweet Home. Rumah idaman bagi keluarga, yang didalamnya dihuni oleh orang-orang menanamkan disiplin dalam pendidikan. Sebuah pendidikan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Saw.
Wallahu a'lam bishshowwab

No comments:
Post a Comment