![]() |
| Photo from: https://pin.it/4Hcu9XF |
Oleh: Erna Kusuma Wardani S.Pd (Guru Sekolah Anak Tangguh)
Gencatan senjata seperti oase di tengah gersang gurun pasir bagi rakyat Palestina setelah 11 hari dihujani serangan udara oleh Israel. Dilansir dari kompas.com (06/06/2021) tak tanggung-tanggung dari konflik 11 hari tersebut menewaskan total 244 jiwa.
Sedikitnya 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak, terbunuh akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza. Sedangkan Israel melaporkan 12 warganya, termasuk 2 anak-anak, terbunuh akibat serangan roket Hamas.
Konflik panas tersebut diakhiri dengan gencatan senjata yang disepakati oleh Palestina dan Israel di jalur Gaza terjadi pada Jumat (21/05/2021) dini hari.
Warga Palestina meneriakkan slogan-slogan untuk merayakan gencatan senjata yang dicapai setelah 11 hari konflik antara Hamas dan Israel di jalur Gaza. Kemenangan nampak di raut wajah warga Palestina yang berbahagia karena konflik berakhir dengan kesepakatan damai.
Namun belum sehari, dikutip dari CNBC Indonesia kantor berita Aljazeera, Sabtu (22/05/2021), melaporkan bahwa dari pendudukan Yerusalem Timur, penyerbuan kompleks Masjid Al-Aqsa oleh polisi Israel tidak terduga dan mencerminkan betapa rapuhnya gencatan senjata itu.
Pasalnya, itu tidak menurunkan level kebengisan Israel untuk terus menyerang warga Palestina. Dari sini telah jelas kebebasan hakiki Palestina tidak bisa ditundukkan dengan jalan parsial, sekadar gencatan senjata, kecaman, kutukan. Sama sekali tindakan tersebut adalah tindakan rapuh yang tidak bisa menolong.
Kebebasan sesungguhnya akan pasti menjadi milik Palestina bahkan umat muslim seluruh dunia ketika ada junnah (red: pelindung) yang menjadi tameng menangkis semua bentuk penjajahan, perampasan oleh bangsa lain.
Jalan ini yang harus ditempuh oleh kaum Mukmin mewujudkan junnah itu di tengah mereka hingga definisi hidup damai dan sejahtera dirasakan secara abadi. Beribadah dengan tenang, beraktivitas dengan aturan Allah Subhaanahu wataaala, berkuasa atas dasar ketakwaan kepada Allah Subhaanahu wataaala.
Wujud penguasa sejati akan terlihat nyata, rakyat sejahtera akan terwujud ketika kaum mukmin menyepakati untuk diatur dengan fitrahnya yakni Syari'at Islam dalam naungan wadahnya, yakni Khilafah Islamiyyah.
Jika kita masih berpikir memberikan solusi pragmatis kepada persoalan Palestina adalah jalan yang paling aman dan tepat, maka kita telah memutuskan saudara kita di sana tersiksa sepanjang hidup mereka.
Wallahu alam.

No comments:
Post a Comment