Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Moderasi Membahayakan Generasi

Tuesday, April 27, 2021 | Tuesday, April 27, 2021 WIB



Oleh Analisa
 (Muslimah Peduli Generasi)

Negeri yang masyoritas muslim saat ini kembali dirundung kegaduhan. Pasalnya setelah terjadinya pengeboman di gereja Katedral Makassar, semakin memasifkan ajaran Islam serta mengembuskan moderasi Islam. Sehingga Islam seakan menjadi agama yang terburuk dan biang kerusakan.

Apalagi, setelah sang pelaku meninggalkan surat wasiat kepada keluarga yang berisikan ajaran Islam Islam yang lurus serta harus bisa menjauhkan dari perbuatan maksiat, salah satunya meninggalkan riba serta jihad di jalan Allah. 

Tentu, isi dari wasiat ini dengan secara langsung bahwa yang berbau dan berasaskan Islam yang sempurna rata-rata orang yang akan merusak dan dan memiliki perilaku yang membahayakan orang. Seakan memutar balikkan fakta bahwa isi dari ajaran Islam adalah bukan  kebaikan namun sebaliknya. Nauzubillah ini merupakan fitnah yang keji yang dihembuskan yang dapat merusak pemikiran umat, sehingga umat akan berpaling dari agama dan takut apabila terlalu taat beragama akan dicap sebagai teroris radikal dan mengusung kerusakan dan perpecahan.

Sekularisme Membahayakan Generasi

Sungguh, Sekularisme telah menghembuskan opini yang buruk yang senantiasa selalu menperburuk agama Islam. Berusaha dengan sekuat tenaga ingin menjauhkan agama dari kehidupan dengan berbagai macam cara sekalipun nyawa menjadi taruhannya.

Belum lagi nasib para generasi yang secara langsung ikut terbawa opini akan fitnah yang telah diberi, sehingga arus moderasi dalam beragama membuat mereka takut engan mengkaji bahkan dipenuhi dengan ketakutan dalam melakukan aktivitas beragama secara mendalam. Hembusan moderasi mejadikan generasi lebih baik hidup dalam kebebasan tanpa terikat agama karena takut salah arus dalam beragama. Padahal memperdalam agama merupakan kewajiban yang harus dilakukan agar ketakwaan dan keimanan tetap stabil dan tidak akan tergoyahkan sehingga generasi menjadi taat dan takut akan penciptanya dan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Padahal, dalam Islam membunuh atau bunuh diri sangat dilarang bahkan Allah melaknat pelaku tersebut. Karena perbuatan kriminal merupakan perbuatan yang merugikan dirinya bahkan orang yang lainnya, dan bahkan dapat membahayakan dikhwatirkan orang lain ikut dan turut melakukannya.

Islam Menjaga Generasi

Islam agama yang sempurna yang mengatur segala kehidupan mulai bangun tidur sampai bangun negara. Selain itu Islam mampu menyelesaikan segala problematika umat yang terus bergulir. Apalagi masalah yang terkait dengan agama, islam mampu memberikan solusi secara tuntas, cepat, tegas, dan tanpa menzalimi satu dan lainnya. 

Apalagi, terkait masalah moderasi yang digaungkan oleh Barat Islam bukan hanya memberikan sikap tegas namun mampu memberangus sistem yang kufur yang diterapkan di dalamnya. Seperti yang telah Rasulullah contohkan, dakwah Rasul tanpa kekerasan apalagi fitnah keji yang dilontarkan. Dakwah Rasul penuh dengan kesejukkan mengajak manusia kepada jalan yang benar dan mengubur kejahilan. Sehingga rahmat Allah serta berkah dari langit dan bumi terpancar.

Islam bukan agama yang kriminal bukan pula agama yang mencetak generasi yang brutal. Generasi dalam Islam selalu melahirkan perubahan peradaban yang senantiasa tangguh, kuat, terpercaya yang mampu menjaga agama serta umat, takut dengan Allah dan hari penghisapan serta takut laknat dunia dan akhirat apabila sampai lepas tanggung jawab.

 Generasi dalam Islam cerdas, ketaatan hanya kepada Allah, jiwa raganya untuk agama bukan sebatas mengikuti hawa nafsunya apalagi menjadi antek dan cukongnya manusia dengan bayaran yang seculi dari dunia, namun langsung meminta balasan kepada sang pencipta dengan syurga yang indah.

Pendidikan dan pengajaran dalam Islam bukan hanya sebatas ibadah mahdah dan akademik saja, namun lebih dari itu Islam menjadikan para generasi menjadi para pemuda dan pemudi menguasai perpolitikan, ekonomi, kesehatan, sains, dan teknologi yang menghasilkan perubahan peradaban yang cemerlang.

Maka dari itu, kita sejatinya membutuhkan para pemimpin generasi yang senantiasa terikat oleh hukum syara' yang berlandaskan Al-Quran dan sunah yang senantiasa ketakwaannya terpancar semata-mata demi menggapai Rida-Nya. Maka, dibutuhkan adanya negara yang kuat yang mampu menjaga generasi dari kerusakan pemikiran bahkan arus yang merugikan, dengan menegakkan hukum Allah melalui sistem yang shohih yang sempurna dan kaffah yang akan menaungi dan menerangi kehidupan dunia dengan kemuliaan dan ketakwaan.

Wallahu a'lam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update