(Aktivis Muslimah Peduli Umat ).
Telah di selenggarakan maulid akbar pada hari kamis, 29 oktober 2020. Meskipun acaranya secara onlibe, namun para peserta begitu antusias, makin siang makin panas, peserta semakin bertambah hingga di ikuti tidak kurang dari 70 ribu peserta.
Pergelaran yang bertemakan Cinta Nabi, Tegakkan Syariah, Wujudkan Keadilan, Lenyapkan Kedzoliman, yang menghadirkan 6 nara sumber dari kalangan ulama' dan intelektual. Yaitu di antaranya, Dr.Ichsanudin Noorsay, Prof. Suteki, KH. Thoha Cholil, (pengasuh ponpes Al Muntaha Al Choliliyah, Bangkalan, Madura), Dr.KH. Nadjamudin Ramli (MUI), Ustadz H. Ismail Yusanto dan KH. Rahmat S. Labib.
KH. Rahmat S. Labib dalam opening speech beliau menyampaikan bahwa keimanan kepada Rasul merupakan perkara yang sangat penting karena hal ini menyangkut masalah akidah, keimanan seseorang bisa batal jika tidak mengimani kerasulan Muhammad SAW.
Selain itu beliau jg menyampaikan, tidaklah di katakan seseorang itu beriman sampai dia mencintai Nabi Muhammad melebihi cintanya terhadap apapun. Bahkan cintanya terhadap diri sendiri, ibunya, bapaknya atau anaknya. Sejatinya mencintai Nabi itu haruslah begitu dalam.
Mencintai Nabi berarti meneladani segala sesuatu yang ada pada diri beliau, termasuk perbuatan Nabi, mencintai segala apa yang dilakukan oleh Nabi, dan semua apa yang disampaikan oleh Nabi yaitu syariat - syariat Islam. Bahwasannya mencintai Nabi mengikuti syariat nya Nabi secara kaffah tanpa kecuali, tanpa nanti, yang mana dengan di terapkan nya syariat Islam akan terwujud keadilan. Sebaliknya jika yang diterapkan adalah aturan buatan manusia, maka yang terjadi adalah aneka kedzoliman. Hanya syariat Islam yang mewujudkan keadilan, jika syariat Islam di tinggalkan maka muncullah kedzoliman
Kemudian dilanjutkan dengan talksow yang di pandu oleh Ustadz Karebet Widjajakusuma, MA dengan pantunnya " Bunga mawar bunga melati, Cinta Nabi tanpa tapi tanpa nanti. Dan selanjutnya Ustadz Ismail Yusanto, Beliau menyampaikan bahwa sudah sangat kasat mata kedzoliman dan ketidak adilan hari ini, dengan penerapan hukum yang tumpul ke atas tajam kebawah, selain itu juga banyak mengalami kerancuan dalam menangani perkara, perkaranya sama tapi dihukumi secara berbeda. Sesuai dengan kepentingan yang di atas bukan kepentingan rakyat. Muncullah berbagai kedzoliman dan ketidak adilan. Inilah ketika seorang pemimpin memakai aturan buatan manusia, seharusnya pemimpin itu memakai aturan terbaik yaitu aturan dari penciptanya.
Dari berbagai pemaparan dari beberapa nara sumber seharusnya umat semakin tersadarkan bahwa kecintaan kepada Allah dan Rasulnya akan menghantarkan manusia pada jalan kebenaran. Cinta yang bisa membawa ke jalan menuju syurga, serta bisa mencegahnya dari perbuatan tercela. Tentu saja ini cinta bukan sembarang cinta, yang hanya terucap di lisan, tapi tidak nampak dalam perbuatan.
Cinta kepada Nabi adalah cinta suci, bukan basa basi. Cinta itu mencinta tanpa lelah, cinta itu membutuhkan kometmen ketaatan. Cinta kepada Allah dan Rasulnya wajib diutamakan. Sebagaimana firman Allah SWT," Katakanlah ( wahai Muhammad kepada umatmu): Jika kalian benar - benar mencintai Allah maka ikutilah aku ( Muhammad ), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian". ( QS. Ali Imron: 31).
Di antara bentuk cinta itu adalah memaknai maulid Nabi SAW dengan sebenar - benarnya. Bukan hanya bersholawat atau menyebut namanya dalam do'a, tapi juga mengikuti seluruh petunjuk risalahnya.
Rasulullah mengajarkan kepemimpinan luhur dengan mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar dalam satu ikatan aqidah Islam yang kokoh. Rasulullah menyemat pesan hijrahnya bahwa Islam akan tegak bersama orang - orang yang ikhlas dan rela berkorban. Rasulullah tidak hanya memberi teladan secara individu, berkeluarga, dan bersosial semata. Namun beliau juga mengajarkan berpolitik dan bernegara sesuai tuntunan Islam.
Memperingati maulid Nabi SAW memang seharusnya di maknai secara mendalam, agar peringatan maulid tak sekedar seremonial tahunan yang kosong makna. Tetapi harus menumbuhkan cinta dengan mencintai seluruh syariat yang dibawanya. Tidak pilah pilih sesuka hati, saat bershowat mengingat Nabi, tapi saat menjalani kehidupan melalaikan sebagian syariatnya. Na' udzubillahi min dzalik.
Saatnya umat Islam membuktikan cintanya, kepada baginda Nabi Muhammad SAW, mengimplementasikan ajaran Islam, agar terwujud keadilan dan melenyapkan kedzoliman.
Wallahu a'lam bish- shawab.

No comments:
Post a Comment