Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengenakan jilbab kewajiban muslimah

Monday, October 05, 2020 | Monday, October 05, 2020 WIB

By Ummu Sahlan / Dwy Suci 

Belakangan ini muncul opini yang dilakukan Media asal Jerman Deutch Welle (DW) karena membuat konten video yang mengulas tentang sisi negatif anak pakai jilbab sejak kecil. Dalam video itu, DW Indonesia mewawancarai perempuan yang mewajibkan putrinya mengenakan hijab sejak kecil. DW Indonesia juga mewawancarai psikolog Rahajeng Ika. Ia menanyakan dampak psikologis bagi anak-anak yang sejak kecil diharuskan memakai jilbab.

Fenomena anak muslimah berhijab belakangan ini, sungguh menggembirakan. Gembira karena sekarang jilbab dan penutup kepala (khimar) untuk muslimah dan anak anak tak lagi merasa asing  dan terasing dinegeri sendiri. Tidak dipungkiri masih ada juga anak – anak muslimah yang enggan memakai jilbab dan kerudung, dikarenakan mungkin ibunya punya cara pandang tersendri ketika mendidik anaknya dan juga pemahamannya terkait dengan hijab. Melihat fakta dan kondisi terkini cukup banyak anak perempuan muslimah yang memilih mengenakan pakaian syar'i.  Bahkan sampai saat ini hijab masih menjadi sebuah trend fashion.  Anak - anak perempuan muslimah banyak yang merasa lebih nyaman ketika mengenakan busana muslimah dan kerudungnya.  Meski ada individu yang menganggap jilbab sebagai  simbol kepanatikan apalagi jika ia sampai mengenakan jilbab yang besar, kerudung yang lebar dan panjang ditambah lagi dengan balutan cadar diwajahnya. Dalam beragama boleh saja fanatik,  Asal jangan fanatik buta. Sekedar ikut arus trend tanpa ilmu yang bisa menjadi bumerang untuk kita  sendiri. 

Saat ini, banyaknya artis hijrah yang berhijab kemudian banyaknya kreasi dan model-model jilbab yang ditawarkan para pelaku fashion semakin memotivasi para muslimah baik tua, muda bahkan sampai anak-anak untuk berlomba mengenakannya. Baik yang sudah  memahami hukumnya atau pun yang sebatas ikut-ikutan. Merupakan sebuah kewajiban bagi para orang tua  yang mempunyai anak perempuan untuk mengajarkan putrinya untuk menutup auratnya. Yaitu dengan mengenakan pakaian yang sama seperti ibunya yang berhijab. Ketika seorang ibu menginginkan sesuatu kebaikan untuk putri tercintanya pastilah sedari kecil diperkenalkan dan dibiasakan. Proses pembiasaan itu juga membutuhkan waktu dan juga kesabaran untuk memahamkan si buah

hati tercinta. Pemahaman yang benar juga mulai di ajarkan dan  juga dididik sedini mungkin bahwa apa yang dilakukan adalah bentuk ketaatan terhadap  perintah Allah. Sebaliknya bila seorang ibu mempunyai sudut pandang yang keliru tentang berpakaian, pasti seorang ibu akan memberikan didikan yang kurang tepat kepada buah hatinya. Iniliah salah satu penyebab orang tua lebih senang jika buah hati nya mengenakan pakaian terbuka atau cenderung terlihat seksi ala artis Korea. Seorang anak itu putih bagaikan kertas. Tergantung orang tuanya mendidiknya seperti apa dan bagaimana kedepannya.

Defenisi jilbab berbeda dengan kerudung/khimar , sebagai mana di maknai mayoritas masyarakat Indonesia. jibab bukan penutup kepala, tapi pakaian yang diulurkan keseluruh tubuh. Dalil tentang jilbab adalah surat Al- Ahzab ayat 59. Jilbab adalah milhafah (semacam mantel atau jubbah) dan apa saja yang digunakan menutupi tubuh seperti kisa’ (jubah) atau yang lain. Atau jilbab itu adalah ats-tsawb (pakaian) yang dapat menutupi seluruh tubuh. Didalam kamus al- Muhit dinyatakan: Jilbab itu adalah seperti sirdab (terowongan)atau sinmar (lorong), yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita tanpa baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian  kesehariannya seperti halnya baju kurung. Sedangkan dalam kamus ash-Shihhah, al-jawhari menyatakan: jilbab adalah milhafah (mantel/ jubbah) dan yang sering disebut mula’ah (baju kurung). 

Aurat  bagi perempuan adalah seluruh tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan. Pemahaman ini sudah menjadi  pemahaman agama yang sudah diketahui khalayak umum secara pasti tanpa ada perdebatan lagi. Dalilnya antara lain: “Al- mar’atu ‘aurah.” (HR. Ibnu Hibban dari Ibnu Mas’ud). “sesungguhnya , anak  perempuan bila telah haid , tidak boleh  terlihat kecuali wajah dan kedua tangannya hingga pergelangan .” (HR. Abu Dawud). Nah ,karena seluruh tubuh aurat maka wajib ditutupi dengan pakaian. kecuali muka dan telapak tangan. Artinya bukan pakaian  yang transparan atau semi transparan.     

Seorang anak yang sudah dibiasakan mengenakan jilbab dan kerudung sejak kecil, akan terbiasa menutup auratnya. Ini sangat diperlukan untuk mendidik anak anak tentang kewajiban menutup aurat. Berbeda kalau anak anak tidak diajarkan tentang kewajiban menutup aurat, kalau tidak diajarkan dan dibiasakan sejak kecil maka ia akan merasa gerah dan tidak nyaman ketika mengenakan jilbab dan kerudung. Maka opini yang dibangun oleh media sekular dan kalangan orang orang liberal itu tentang sisi negative anak anak yang sejak kecil mengenakan hijab adalah propaganda untuk menjauhkan ajaran Islam dari umat Islam, terutama kalangan anak anak muslim dan muslimah.  Sehingga sudah seharusnya sebagai seorang yang beriman kepada Allah kita tidak menyepelekan penggunaan jilbab dan kerudung yang merupakan bagian dari hukum syara'.   Hidup di era millenial  jangan sampai menjadikan diri kita berpaling dari aturan Allah yang kaffah.  Ketiadaan kepemimpinan islam hari ini menjadi pemicu maraknya fitnah terhadap ajaran Islam hingga memunculkan Islamophobia,  apalagi jika kita melihat bagaimana di wilayah barat orang yang berhijab sering mengalami persikusi.  Perlu disadari bahwa setiap perintah Allah adalah hal yang membawa kebaikan( kemaslahatan)  untuk kita.   Untuk itu tidak perlu khawatir apalagi sampai takut untuk menjalankannya. Kenyamanan dalam beragama tidak akan bisa dirasakan jika kita masih hidup dalam balutan sistem yang berasaskan pada sekularisme seperti hari ini.  Dimana agama justru dianggap sebagai simbolisasi belaka,  pelaksanaanya pun hanya sekedar ritual.  Agama sebagai hal yang harus dipisahkan dari kehidupan dan keberadaannya hanya untuk pengaturan individu secara spiritual.  Tentu ini hal yang keliru, sungguh kerusakan tatanan  kehidupan saat ini hanya bisa diperbaiki dengan menerapkan islam secara kaffah dalam kehidupan ( Khilafah).   Islam satu- satunya agama yang memiliki pengaturan yang komprehensif  dalam menyelesaikan problematika kehidupan.  Terbukti bukan hanya perkara jilbab dan kerudung yang diatur tapi seluruh perkara kehidupan sampai pada bernegara.  Oleh sebab itu marilah kita terus  mengemban dakwah islam agar tidak ada lagi fitnah terhadap ajaran agama Islam yang mulia ini.  Wallahua'lam bishowaf

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update