Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KOREAN WAVE,LAYAKKAH JADI PANUTAN?

Wednesday, September 30, 2020 | Wednesday, September 30, 2020 WIB

By : Frumsia

Wapres Ma'ruf Amin berharap budaya K-Pop dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia. Pernyataan Ma'ruf Amin soal K-Pop dikritik politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani.

"Jadi Pak Wapres kita memang tidak paham benar soal industri musik. Harusnya sebelum kasih statement, diskusi dulu sama saya sebagai orang yang sangat paham industri musik," kata Ahmad Dhani kepada wartawan, Minggu (20/9/2020).

Di sisi lain, Ma'ruf Amin melihat hubungan sosial budaya antara Korea dan Indonesia sekarang ini memiliki daya tarik yang tinggi bagi generasi Korea. Menurutnya, budaya Korea yang didiseminasi di Indonesia melalui K-Pop (musik pop Korea) dan K-Drama (film drama Korea) memiliki potensi meningkatkan kreativitas generasi muda Indonesia dalam membawa budaya RI 'go international'.
( detikNews Berita,Minggu, 20 Sep 2020 )


Di Indonesia, tersebarnya budaya Korea berawal dari drama Korea yang sangat digemari masyarakat. Tidak terbatas hanya pada drama dan musik, semua yang berbau Korea seperti fesyen, makanan, hingga permainan komputer menjadi mesin utama popularitas K-Wave.

Tak heran jika popularitas K-Wave yang terdiri dari K-Pop, film, serial TV, hingga budaya Korea Selatan kini menjamah hampir seluruh pelosok dunia. 
Selain menyuguhkan para oppa dan onnie berwajah good looking, faktor utama kesuksesan K-Wave juga ditopang kolaborasi dukungan pemerintah Korea Selatan dan inovasi serta inisiatif sektor swasta sebagai faktor utama kesuksesan K-Wave.


Namun, di negeri muslim bernama Indonesia ini, alih-alih menyelamatkan akidah dan berusaha meredakan jiwa umat yang tengah meradang, pernyataan Pak Wapres justru membuat luka umat kian menganga.

Sungguh tidak mencerminkan latar belakang identitas Indonesia sebagai negeri muslim terbesar di dunia. Seolah menegaskan umat ini jadi lebih bermartabat jika mengadopsi dan terlibat menyukseskan K-Wave.

Semestinya, di tengah luka sosial akibat pandemic, upaya terbaik adalah menyuburkan suasana keimanan, mendekatkan diri kepada Sang Khalik berikut menerapkan aturan kehidupan dari-Nya.

Sedemikian sepelekah kualitas generasi muda di kepala para pejabat? Padahal, generasi adalah aset bagi kemajuan negeri.
Perencanaan kualitas generasi tampak begitu receh dan abal-abal jika diharuskan terinspirasi dari K-Wave.

Ada yang perlu kita ketahui tentang Selebritas Negeri Korea,yang katanya bisa Menginspirasi kalangan Remaja Di INDONESIA

Pernahkah kita mengukur seberapa kelam dunia selebritas Korea?
Belum lagi kemerosotan generasi di tengah masyarakatnya.
Coba kita indra, bagaimana tingginya angka bunuh diri di kalangan artis Korea? Bagaimana tingginya angka operasi plastik di tengah masyarakat demi tetap bisa menyegarkan mata yang memandangnya? Pun betapa rendahnya angka pernikahan di sana akibat kaum perempuan sudah banyak yang enggan menikah?

Tujuan kehidupan saja mereka tak paham. Bagaimana bisa menjadi inspirator kemajuan peradaban? Betul-betul inspirasi yang omong kosong!

Di sisi lain, kaum muda muslim di negeri ini, kian dipojokkan dengan framing negatif berklausa radikal. Padahal mereka adalah orang-orang yang tengah menempuh jalan ketaatan kepada Rab-nya. Mereka juga senantiasa berusaha menepati sunah Rasul-Nya Saw..

Memperhatikan hal ini, ada ayat Allah SWT yang patut kita cermati dan terus menjadi pegangan.

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“… Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (TQS Al-Hasyr [59]: 07).

Ayat inilah yang hendaknya menjadi pedoman bagi kita untuk mengunduh inspirasi-inspirasi kehidupan, termasuk dalam membangun suatu peradaban. Bagaimanapun, K-Pop dan drakor adalah ikon yang tampak menarik tapi berhilir kebahagiaan semu.

Untuk itu Sudah semestinya kaum muslimin sadar, aliran makna hidup ini bersandar sepenuh daya dan upaya semata kepada Allah Yang Maha Mengatur manusia, kehidupan, dan alam semesta

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Adz-Dzariyat ayat 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” Maka, segala aktivitasnya harus terikat dengan hukum Allah SWT.

Wallahu a'lam bish-shawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update